Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 69_Tidak Mau Membantu


__ADS_3

Di sisi lain jenny dan Imelda masih mendekam di jeruji besi karena ulah mereka sendiri.


"Ini semua gara-gara kamu, kalau saja kamu tidak merencanakan hal bodoh ini maka saya tidak akan sampai masuk ke sini!" teriak jenny merasa marah karena dia harus berada di penjara yang kumuh kotor dan dingin itu bahkan untuk kasur dan selimut saja tidak ada.


"Eh kenapa elo jadi nyalahin gw, asal elo tahu yang pingin menghancurkan mika siapa selain gw! Elo juga pingin mika itu hancur kan, andai saja waktu itu kita langsung bunuh mika!" ucap Imelda merasa dia kurang cepat saja dan terlalu banyak berfikir kemarin.


Jika dalam benak apakah mereka berdua menyesal maka jawabannya tentu tidak mereka akan tetap membenci mika bahkan malah bertambah.


"Awas saja mika meski aku berada di penjara tapi aku pastikan bahwa akan ada yang membalaskan dendam ku pada mu," gumam Imelda penuh keyakinan.


Tak lama polisi membawa Imelda keluar karena ada kunjungan pribadi, saat baru saja masuk dia langsung bisa melihat wanita tua yang selama ini jarang sekali dia temui karena wanita itu sibuk bekerja sebagai seorang jala*ng di salah satu club malam di kota ini.


"Mama," ucap Imelda tak menyangka bahwa mama nya akan datang untuk menjenguknya.


"Imelda, bagaimana bisa kamu masuk ke sini? Mama sampai terkejut karena berita ini." ucap Yuanita mama Imelda.


"Ini semua gara-gara mika ma, dia yang sudah buat aku masuk ke sini padahal aku baru saja menikah dengan Lucas." ucap Imelda.


"Kamu juga gitu menikah tapi gak bilang sama mama," ucap Yuanita kesal dengan sang anak.


"Gak sempet ma, ma aku minta tolong sama mama." jeda Imelda.


"Minta tolong apa?"


Imelda pun mulai memantau sekitar jangan sampai ada yang tahu tentang permintaan tolong yang akan dia berikan.


Setelah di rasa aman dia pun langsung mencondongkan tubuhnya ke depan dan membisikkan sesuatu ke telinga Yuanita.


"Aku mau mama melanjutkan balas dendam ku," lirih Imelda pelan namun sangat tajam.


Yuanita yang hatinya sebelas dua belas dengan Imelda pun langsung menyetujuinya karena dia juga merasa siapa yang sudah mengusik sang anak sama juga mengusiknya.


"Kamu tenang saja sayang, mama bakalan balas dendam kamu buat tuh wanita." ucap yuanita.


Setelah beberapa saat kunjungan penjara pun selesai Yuanita keluar dengan angkuh nya dan mulai merencanakan balas dendam yang tertunda dari sang anak.

__ADS_1


"Aku harus minta bantuan papa nya Imelda," ucap Yuanita karena hanya papa kandung Imelda lah yang bisa membantu.


Imelda memang anak di luar nikah akibat hubungan gelap dari Yuanita sang papa Imelda yang sampai sekarang bahkan tidak di ketahui Imelda karena setahunya papanya sudah meninggal yaitu papa tirinya atau suami dari Yuanita dulu.


Yuanita pergi ke sebuah rumah judi di mana di sana banyak sekali oleh berjudi dan juga bermain wanita seperti tidak aneh.


"Ada perlu apa?" tanya anak buah yang menjaga di depan pintu sebelum Yuanita masuk.


"Aku ingin bertemu dengan Liam," ucap Yuanita.


Semua bodyguard melihat ke arah Yuanita karena tidak banyak orang yang bisa bertemu dengan bos besar nya itu.


"Aku ingin bertemu, ada urusan penting yang harus aku bicarakan kepadanya," ucap Yuanita.


Anak buah Liam pun memberitahukan tentang kunjungan Yuanita karena Liam memang tidak semua mau dia temui.


"Tuan, di depan ada seorang wanita yang ngotot ingin bertemu tuan." ucap anak buah Liam memberitahu tentang wanita tersebut siapa lagi kalau bukan Yuanita.


"Siapa?!" bentak Liam karena dia paling tidak suka kalau di ganggu kalau tidak penting.


Liam yang mendengar hal tersebut pun langsung menghentikan aktivitas nya dengan berkas-berkas berserakan itu.


"Siapa kamu bilang tadi?" tanya Liam memastikan.


"Yuanita tuan."


"Suruh dia masuk!" titah nya.


Sang anak buah pun langsung menuruti perintah dari tuan nya itu dan segera menyuruh anak buah yang lainnya mempersilahkan wanita tersebut masuk.


"Kau buat aku berdebat saja," ucap Yuanita dengan kesalnya.


"Wah siapa nih yang datang, setelah kau pergi begitu saja membawa anak ku sekarang malah tiba-tiba datang mencari ku," ucap Liam.


"Kau sudah lihat berita soal Imelda?" tanya Yuanita to the point.

__ADS_1


Sebenarnya dia sangat malas sekali jika harus berurusan lagi dengan pria di depan nya ini, pria yang sudah menjerumuskan nya ke pekerjaan kotor ini namun nasi sudah menjadi bubur tidak ada untungnya juga Yuanita terus kesal karena dia harus segera menyelamatkan sang anak dari jeruji besi dan juga membalaskan dendam nya.


"Ya, aku sudah melihatnya." jawab Liam berubah drastis wajah nya.


Dia tak menyangka sang anak akan berada di penjara, meski pun Liam tak memperlihatkan hidungnya kepada sang anak namun dia terus mengawasinya bahkan saat Imelda menikah pun sebenarnya Liam juga menyaksikan pernikahan tersebut sebagai tamu padahal dia sangat ingin sekali berada di samping sang anak menuntunnya berjalan di altar pernikahan.


"Imelda ingin aku membalaskan dendam untuknya dan aku perlu bantuan mu," ucap Yuanita.


Liam mengerenyitkan dahinya karena dia tahu siapa orang yang akan dia lawan, bukannya Liam tidak berani tetapi dia tidak ingin bisnis yang sudah dia rintis bertahun tahun akan hancur seketika jika Liam memilih membantunya.


"Tidak, aku tidak akan membantumu dalam membalaskan dendam Imelda, dia telah melakukan hal yang membuat Melvin marah jadi tidak salah jika dia masuk ke penjara," ucap Liam menolak.


"Kau menolak untuk membantu anak mu sendiri!" bentak Yuanita tak menyangka dia akan di tolak oleh Liam.


"Kau tidak mau membantuku!" lanjutnya.


"Aku bukannya menolak dan tidak mau membantu mu tetapi aku tidak mau membuat bisnis yang sudah aku dirikan beberapa tahun ini hancur, aku memang bos judi seperti ini tapi aku masih punya akal sehat dengan siapa aku akan melawan. Lebih baik kau segera pergi mendengar ucapan mu tadi membuat aku kesal," sahut nya dan memanggil bodyguard untuk menyeret Yuanita keluar.


"Kamu lihat saja Liam aku pastikan aku akan membalaskan dendam anakku!" pekik Yuanita sebelum sepenuhnya pintu ruangan Liam tertutup dan itu juga suara terakhir setelah pintu tertutup yang bisa di dengar oleh Liam.


"Dasar wanita gi*la, sudah benar benar hidup tenang malah mencari keributan dengan istri tuan Melvin." ucap Liam kemudian kembali dengan berkas berkas nya.


Yuanita tidak menyangka dia akan di usir dan di seret pergi dari sana apa lagi banyak orang yang sedang asyik bermain menatapnya nyalang bahkan tatapan heran dan nafsu, maklum lah karena memang Yuanita menggunakan pakaian terbuka bahkan sangat terbuka yang mungkin hanya menutupi bagian sensitif saja.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Yuanita pergi menuju ke arah mansion mika mencaritahu seluk beluk mika dan orang orang terdekatnya, baru saja berada di dekat mansion megah tersebut rasa kesal dan marah Yuanita menghilang dan tergantikan oleh rasa kagum karena bisa melihat manusia besar dan mewah itu, membayangkannya saja sudah membuat Yuanita senyum senyum sendiri tak jelas.


"Kau sungguh beruntung sekali mika, dulu Imelda menolong mu karena sering tak makan atau bahkan di aniaya ibu tiri mu itu tapi sekarang dirimu malah asyik berselimutkan harga mewah dan megah," batin Yuanita merasa iri dan tak terima karena dulu saat SMA dan kuliah Imelda sering sekali membantunya ya walaupun pada akhirnya Imelda yang merebut pacar mika namun menurut Yuanita itu tidak masalah karena sebelum berjalan di altar maka pengantin boleh berubah.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2