
Tak lama mereka pun sampai di mansion, mika rasanya sangat rindu sekali dengan suasana mansion ya meski pun baru satu minggu tak di sana.
Melvin mendorong kursi roda sang istri dan membawa mika masuk ke dalam mansion, di sana dia sudah di sambut oleh mami Siska, papi Jhonny, kak Clara beserta sang suami dan pastinya ada Celine dong.
"Selamat datang kembali ke mansion sayang," ucap mami Siska senang karena sang menantu sudah kembali.
"Iya, mi. Makasih ya," ucapnya.
Di sana juga ada Fitri, Fita, mustika dan bi Endah yang menunggu kedatangan majikannya, mika yang sangat akrab dengan para asisten pun merasa senang karena dia bisa kembali lagi ke sana.
Melvin membawa mika ke kamar untuk istirahat karena tubuh sang istri masih butuh istirahat banyak kata dokter.
"Sayang," panggil mika saat Melvin selesai memindahkan mika dari kursi roda ke ranjang.
"Ada apa sayang?"
"Aku ngantuk mau tidur," ucap mika.
"Ya udah tidur ya,"
Setelah itu mika pun berbaring dan tidur dengan lelap, dia merasa pusing di kepalanya sehingga mika pun tidur dari pada banyak berpikir membuat pikirannya kacau saja.
Melihat sang istri yang tidur dengan nyenyak melvin pun meminta mami Siska untuk menjaga mika untuknya karena Melvin harus pergi sebentar.
"Mi, aku titip mika sebentar ya soalnya aku mau menghadiri sidang dari orang orang yang sudah menculik mika," ucap melvin dengan tegas, dia tidak akan pernah memaafkan orang tersebut bagaimana pun kondisi orang tersebut, tidak akan memberikan belas kasih sama sekali.
"Papi sama Dimas ikut Vin," ucap papi Jhonny dan di angguki oleh Melvin.
"Ya sudah sana kalian berangkat urusan mika biar mami sama orang orang rumah yang jaga," sahut mami Siska yang juga ingin segera orang orang sudah membuat menantu dan calon cucu nya celaka di jatuhi hukuman berat.
__ADS_1
Para laki-laki pun pergi meninggalkan mansion dengan Melvin dan Angga menggunakan mobil sendiri dan terpisah dari kak Dimas dan papi Jhonny.
Sampai di pengadilan semua sudah siap, karena ini adalah sidang tertutup sehingga para wartawan yang meliput pun tidak bisa masuk.
Memang berita tentang penculikan mika baru saja di umumkan bertepatan dengan acara sidang di mulai, para pelaku semua sudah di ketahui.
Jangan tanya lagi bagaimana nasib karir Imelda yang sudah hancur karena dirinya sendiri.
"Tuan, tuan tolong kasih tanggapan tentang kondisi istri tuan," ucap salah satu wartawan namun melvin yang menanggapinya dan memilih masuk saja di ikuti oleh Angga, papi Jhonny, kak Dimas dan beberapa bodyguard yang memang Melvin tugas kan untuk menertibkan persidangan ini.
Persidangan di mulai, karena semua barang bukti sudah terlihat hingga keputusan akan sekalian di putuskan.
"Jadi untuk menebus semua dosa dan kesalahan yang di perbuat, sehingga saya memutuskan untuk Marko akan kami jatuhi 10 tahun penjara sedangkan saudari jenny dan Imelda akan kamu jatuhi hukuman 20 tahun penjara dan di asing kan ke penjara luar kota khususnya di pulau khusus penjara." ucap pak hakim kemudian memukul palu di tangannya menandakan keputusan telah di sepakati.
TOK TOK TOK
Suara ketukan palu menandakan final dari keputusan hakim, melvin sebenarnya merasa tidak terima dengan keputusan hakim karena dia ingin semua orang yang terlibat di sini ma*ti saja dari pada memenuhi bumi membuat sesak pernafasan saja namun bagi Melvin membuat mereka merasa hancur sehancur hancurnya dan merasa tidak ingin hidup, jika bisa memilih lebih baik ma*ti itu akan jauh lebih menyenangkan batin Melvin meskipun menurutnya hukuman tersebut belum sebanding dengan rasa sakit dan juga rasa hampir kehilangan jabang bayi sang istri.
"Mama, mama sayang." lirih Amel menangis melihat sang mama sangat berubah drastis dengan penampilan nya yang semakin hari semakin kurus bahkan sudah sangat tidak terawat dengan beberapa luka lebam di wajah nya.
Sedangkan Lucas yang melihat Imelda di vonis hukuman 20 tahun membuatnya marah, marah bukan karena hukumannya tapi karena Imelda sudah membuat nama nya dan keluarganya tercoreng bahkan saran perusahaan sangat turun drastis membuat semua orang di perusahaan kalang kabut karena tidak ada bantuan apapun dari melvin hang notabennya adalah pemilik saham terbesar di ANDALA Grup.
"Enggak, saya gak salah pak hakim. Saya hanya di ajak oleh wanita tua ini untuk mencelakai mika!" pekik Imelda membawa pembelaan karena dia tidak terima dengan keputusan hakim yang harus memenjarakan nya selama 20 tahun.
20 tahun bukan lah hal yang sebentar, itu sangat lah lama dan bisa membuat imelda mati membusuk di dalam penjara.
"Petugas, bawa para tahanan kembali ke sel mereka," perintah ketua hakim.
"Bagus Vin, biar mereka tahu rasa salah sendiri sudah membuat menantu dan cucu ku dalam bahaya." ucap papi Jhonny merasa senang karena melihat tersangka akan mendekam lama di penjara.
__ADS_1
Melvin dan yang lainnya setelah selesai persidangan pun berjalan keluar hingga di lorong pengadilan suara Lucas memanggil nama melvin membuat dia membalikkan badannya.
"Melvin, aku ingin bicara." ucap Lucas.
Melvin ingin menolak ajakan Lucas karena baginya dia tidak ada sama sekali hubungan dengan pria di depannya itu.
"Sebentar saja," ucap Lucas.
"Lima menit, kamu ke mobil dulu ngga." ucap Melvin.
Angga pun pergi dari sana dan menunggu di mobil sedangkan papi Jhonny dan kak Dimas yang memutuskan untuk kembali ke mansion.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya melvin to the point karena dia tidak suka berbasa basi dengan orang seperti Lucas.
"Pertama tama atas nama istri saya saya minta maaf, seharusnya saya sebagai seorang suami lebih memperhatikan lagi tingkah laku istri saya. Dan kalau boleh apakah saya bisa menjenguk mika, karena saya sangat khawatir sekali dengan keadaan nya." ucap lucas tidak tahu malu bahkan dia meminta izin kepada melvin yang notabennya adalah suami mika.
Hati Melvin sudah sangat panas bahkan dia ingin sekali memukul pria gila di hadapannya ini hingga giginya rontok semua saja.
Melvin pun melihat dengan tenang, dia pun mendekati Lucas dan membisikkan sesuatu ke telinga pria itu.
"Jangankan untuk melihat bahkan untuk mu menyebutkan nama istri ku saja aku sudah tidak sudi, lebih baik kau ajari istri mu lagi saja bagiamana memperlakukan manusia selayaknya manusia, inget karma itu ada siapa yang mengambil maka siap siap kehilangan begitu pun dengan mu, pria gila cocok dengan wanita gila." bisik melvin yang sangat terdengar jelas di telinga Lucas.
Setelah itu Melvin pergi dari sana meninggalkan Lucas yang mematung dengan perkataan Melvin tadi, dia sadar bahwa dia salah dia akan memperbaiki nya namun dia akan memperbaiki jika mika mau kembali dengan nya, dia tidak memperdulikan mika sudah menikah atau belum karena dia sudah sangat mencintai mika sekarang ini, bahkan dia rela untuk menceraikan Imelda yang notabennya baru saja dia nikahi beberapa bulan yang lalu saja bahkan anak di kandungan nya Lucas sudah tidak perduli lagi.
Dasar pria tak tahu malu sudah mengkhianati namun masih berharap lebih saja, sepertinya perlu di kasih karma biar sadar diri nih orang ya.
.
.
__ADS_1
TBC