Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 62_Hamil


__ADS_3

Aku awalnya rencana bakalan up dua bab hari ini tapi gak jadi soalnya ini aku jadiin satu biar gak banyak banyak bab juga jadi kalian yang bacanya juga gak terlalu lama, ini meski satu bab tapi jumlah katanya udah kayak dua bab kok sama aja jadi yang bilang sedikit banget mungkin perlu di pikir lagi soalnya ini lumayan banyak loh katanyaπŸ™πŸ˜Š


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Melvin berencana untuk masuk namun di tahan oleh Angga karena takut jika di dalam Imelda dan Jenny akan membawa senjata tajam sedangkan Melvin sama sekali tidak membawa senjata api karena terlalu khawatir hingga dia melupakan hal tersebut.


Untungnya Angga sudah menelepon polisi dan polisi juga baru saja sampai, Angga memang meminta agar polisi tidak membunyikan suara sirine nya karena akan membuat penjahat itu tahu kalau mereka sudah di kepung.


Melvin dan anggota penyelamat pun membuat rencana di sana untuk penangkapan imelda dan jenny dan juga beberapa orang yang mereka sewa.


Melvin yang juga memiliki izin untuk membawa senjata pun tak lupa meminta senjata api karena dia tidak tahu bagaimana nanti di dalam.


"Mari kita masuk," ucap komandan yang juga ikut dalam misi penyelamatan mika.


Imelda dan jenny sedang berada di salah satu ruangan dekat dengan mika berada sambil melihat cctv yang terpasang di salah satu sudut di ruangan mika sehingga menampakkan kondisi mika sekarang ini yang wajahnya sudah babak belur dan lebam di mana mana.


Setelah mika pingsan tadi dia sudah sadar lagi namun dia merasakan perutnya sedikit sakit, dia berfikir mungkin karena benturan dengan lantai tadi sehingga dia merasakan sakit yang semakin lama semakin sakit saja.


"Mel, dia udah bangun." ucap jenny memberitahukan Imelda.


"Ayo masuk lagi, kita buat hari ini adalah hari terakhir bisa melihat dunia." ucap Imelda dengan kejam nya.


Mereka berdua pun segera menuju ke ruangan di mana mika berada, dengan kasarnya jenny mendobrak pintu tersebut hingga membuat mika terkejut.


BRAK


Suara yang sangat kencang sekali, sangat tidak aman untuk jantung saja, Imelda dan jenny masuk ke dalam kemudian para penjaga pun menutup kembali pintu tersebut membiarkan tiga orang di sana.


"Imelda, tante perut aku sakit bangetttt." lirih mika memberitahukan tentang sakit perutnya.


"Terus apa urusannya sama kita hah! Asal elo tahu aja sakit atau tidak perut elo tidak ada gunanya karena hari ini akan menjadi hari terakhir elo buat hidup," tekan Imelda sambil mencengkram keras dagu mika hingga mika merintih kesakitan.


Imelda mence*kik leher mika hingga bisa terbentur di dinding, bahkan untuk mempertahankan berdirinya saja sangat susah.


"Sayang, tolong." lirih mika dengan air mata yang menetes.


Sekuat tenang Imelda mence*kik leher mika hingga tiba-tiba suara dobrakan pintu terdengar cukup keras membuat semua orang terkejut begitu pun dengan Imelda yang langsung melepaskan tangan nya dari leher mika sehingga mika langsung jatuh ke lantai dengan terbatuk-batuk karena menyesuaikan pernafasan nya yang hampir habis.


"Lepasin mika!" pekik Melvin yang masuk ke dalam dengan para polisi yang juga ikut masuk, jangan lupa Melvin juga menodongkan senjata api kepada dua wanita itu.


Melvin melihat keadaan sang istri yang sangat mengenaskan sekali, baju yang sudah sangat kotor, rambut yang sudah tak beraturan hingga tubuh lebam di mana mana mulut berdarah membuat Melvin miris melihatnya dan bersumpah akan menghukum dua wanita di depannya itu.


Jenny dan Imelda yang lupa membawa senjatanya yang berada di ruangannya itu pun kelabakan karena dia tidak memiliki senjata untuk melawan, Imelda hanya membawa pisau kecil di tangannya.


Karena sudah kepalang tanggung Imelda pun menarik kembali mika di depannya, dia menaruh pisau tersebut ke leher mulus mika yang memerah karena cekikan dari Imelda tadi.


"Mundur kalian atau wanita ini yang akan menemaniku ke alam baka!" teriaknya marah.


Melvin tidak ingin gegabah karena nyawa sang istri adalah taruhannya, lebih baik dia mengikuti rencana saja.


Tanpa Imelda dan jenny tahu, di gedung sebrang sudah ada penembak jitu yang akan melumpuhkan mereka jika menyakiti mika.


"Kalian mundur atau aku akan Bu*nuh mika atau bahkan lompat bersama dari sini." ucap nya mengancam Melvin dan para polisi.


DOR DOR


Saat mereka mundur ada aba-aba dari komandan yang mengikuti kasus ini, setelah itu peluru pun di luncurkan hingga mengenai tangan kakak Imelda yang membawa pisau sehingga pisau itu pun jatuh dan imelda merasakan kesakitan yang sangat hebat, jenny juga mendapatkan tembakan di kaki kanannya sehingga dia langsung jatuh ke lantai.


Mika yang di lepas begitu saja pun ikut jatuh, dia sudah pasrah karena tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk menahan dirinya sendiri namun saat dia sudah memejamkan matanya siapa untuk mengenai lantai untuk yang kesekian kalinya dia malah tidak merasakan apapun selain detak jantung yang cukup cepat dan juga parfum yang sangat ia kenali sekali siapa itu.

__ADS_1


"Sayang!" teriaknya.


Melvin yang melihat sang istri akan jatuh pun langsung berlari menuju mika hingga menangkap tubuh lemas sang istri yang sudah tidak berdaya lagi itu.


Mika berusaha untuk membuka matanya dan langsung melihat wajah tampan sang suami yang sangat tegas dengan rahang yang kokoh menunjukkan rasa khawatir yang sangat jelas di sana.


"Akhirnya kamu dateng." lirihnya sebelum sakit di perutnya kembali datang bahkan ini lebih sakit lagi dari yang tadi.


"Aaahhkkkkkk sakit!" teriak mika sekuat kuat yang dia bisa karena dia sudah kehabisan nafas.


Melvin yang melihat sang istri kesakitan langsung khawatir dan tidak tega, dia memilih lebih baik dia yang kesakitan dari pada harus sang istri.


"Sayang, kamu kenapa? Mana yang sakit hm?" tanya Melvin dengan bersikap tenang agar sang istri tidak tambah panik.


"Sakit!" ucap mika dari tadi dan dengan memegang perutnya.


"Tuan lebih baik kita bawa nyonya ke rumah sakit, untuk urusan dua wanita itu biar pihak berwajib yang mengurus," ucap Angga.


Melvin langsung membawa mika ke mobil dengan Angga yang menyetirnya sedang Melvin mencoba menenangkan sang istri yang terus saja kesakitan.


Mami Siska dan yang lainnya sudah Angga kabari tadi sebelum ke rumah sakit di bantu oleh bi Endah yang membagi Angga suruh untuk memberitahukan yang lain bahwa mika akan di bawa ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit mika langsung di bawah ke ruang perawatan karena luka lebam dari mika yang cukup banyak.


Melvin menunggu di depan dengan khawatir, tak lama mami Siska, papi Jhonny, kak Clara dan Celine datang sedangkan kak Dimas ke kantor polisi untuk mengurus dua wanita tersebut bersama dengan Angga.


"Sayang," ucap mami Siska menghampiri Melvin sambil menangis.


"Mami," gumam melvin ikut menangis karena melihat mami nya menangis juga padahal dari tadi dia mencoba untuk menahan agar tidak menangis di hadapan sang istri.


"Mika mana Vin?" tanya kak Clara yang juga ikut khawatir.


Tak lama dokter yang menangani mika pun keluar membuat semua orang berdiri dan menghampiri dokter tersebut.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Melvin.


"Begini tuan, kondisi nyonya sekarang sudah lumayan stabil namun tetap harus kami pantau karena luka yang di derita nyonya mika cukup serius apa lagi janin di dalam perut nyonya mika juga sangat sangat kekurangan nutrisi dan juga mengalami syok sehingga nyonya mika dari tadi mengeluhkan sakit di perutnya namun untuk janin tersebut masih bisa kami selamatkan dan sudah kembali stabil," jawab dokter tersebut membuat Melvin terdiam berusaha untuk mencerna ucapan dari dokter.


"Ma... maksud dokter?" tanya melvin dengan tergagap gagap, inget ya ingin Melvin Nahlu Wijaya loh ngomong nya gagap.


"Tuan Melvin belum tahu kalau nyonya sedang mengandung?" tanya dokter menebak dan tebakannya benar lagi, Melvin langsung menggelengkan kepalanya.


"Maksud dokter menantu saya hamil?" tanya mami Siska dengan wajah berharapnya.


"Iya, nyonya besar. Sekarang usia kandungan nyonya masih sangat rentan sekali Karen amaish di usia lima mingguan sehingga harus di jaga dengan hati-hati, untungnya saja kejadian sekarang ini tidak membuat janin tersebut menghilang karena di lihat dari benturan dan kondisi badan luar nyonya yang cukup parah, seperti nya bayi di dalam sangat kuat sekali tuan." jawab dokter.


"Bolehkah saya melihat istri saya?" izin Melvin dan di angguki oleh dokter tersebut.


"Boleh tuan silahkan, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu kalau ada apa-apa bisa langsung panggil saya," ucap dokter perempuan tersebut kemudian pergi bersama dengan para suster.


Setelah itu Melvin segera masuk ke dalam dan melihat sang istri yang masih berbaring lemah di tempat tidur membuat Melvin tidak tega, dia mendekatkan dirinya ke mika yang sebagian tubuhnya di tutupi oleh perban karena lupa yang di alami juga cukup banyak.


"Sayang, bangun yuk kamu gak kangen aku hm." ucap Melvin dengan lembut mengelus surai sang istri.


Melvin beralih ke perut rata sang istri yang masih berbalut pakaian rumah sakit, dia mengelus perut sang istri yang masih rata itu berkomunikasi dengan sang jabang bayi.


"Sayang suruh mommy bangun yuk, bilang emangnya mommy gak kangen apa sama daddy sayang," ucap Melvin lembut.


Mami Siska dan yang lainnya yang juga ikut masuk merasa terharu karena sikap Melvin yang sangat lembut dan sangat perhatian kepada mika, meninggalkan sikap dinginnya yang dari dulu tidak pernah terpecahkan.

__ADS_1


Tak lama mika bangun dar pingsan nya, dia langsung melihat sang suami yang menggenggam tangannya erat dan juga terus mengelus perut mika sedangkan yang di peluk tidak tahu apa pun.


"Sayang," lirihnya membuat melvin menghentikan aktivitas nya dan menoleh ke arah mika begitu pun dengan yang lainya.


"Sayang, kamu udah bangun." ucap melvin merasa sangat senang karena bisa melihat anak istri bangun lagi.


Mika berusaha untuk bangun dan duduk, dia merasakan tubuhnya sakit semuanya.


"Jangan banyak bergerak dulu ya sayang, kamu masih belum sehat," ucap Melvin.


"Kamu harus jaga kesehatan ya sayang, jangan lupa makan teratur dan minum obat biar kamu saja baby nya sehat terus," ucap Melvin membuat mika membelalakkan mata dengan ucapan sang suami.


"Apa maksud nya?" tanya mika.


"Sayang, kamu sebentar lagi bakalan jadi mommy," ucap melvin membuat mika bingung.


"Apaan sih gak ngerti deh," ujar mika merasa suaminya ini aneh.


"Sayang, kamu sekarang sedang hamil." jawab melvin sambil mengelus perut sang istri.


Mika hanya bisa bungkam dengan kabar yang dia terima, dia mengelus perutnya sendiri tidak percaya bahwa di perutnya sekarang ini sedang ada nyawa yang dia bawa membuat mika tak henti hentinya bersyukur karena akhirnya impiannya untuk menjadi seorang ibu pun terkabulkan ya walaupun dia harus susah terlebih dahulu.


"Selamat ya sayang," ucap mami Siska dengan senang nya mendekati mika dan memeluk sang menantu begitu pun dengan papi Jhonny dan kak Clara.


"Sayang, sehat terus ya di dalam sini. Mommy janji bakalan jaga kamu terus sampai nanti kita bisa bertemu di dunia sayang," ucap mika lembut.


Semua orang di dalam pun ikut terharu dan merasa senang karena akhirnya Melvin dan mika akan segera menjadi orang tua dari anak anak nya kelak.


Melvin berjanji akan menjaga istri dan anak anak nya nanti bahkan rela bertaruh nyawa untuk mereka karen baginya mereka adalah segalanya baginya, penculikan mika kali ini sebagai ajaran bahwa dia harus menjaga orang orang kesayangannya agar tidak dalam situasi bahaya.


Melvin memang memilih untuk tak ke kantor polisi terlebih dahulu karena dia lebih mementingkan keadaan sang istri dari pada dua wanita tak berguna itu tapi dia akan pastikan bahwa mereka akan mendapatkan ganjaran yang setimpal karena sudah berhasil mencelakai sang istri.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Di penjara kak Dimas dan Angga mengintrogasi para tahanan dimana Marko juga sudah berada di sana, dengan bantuan cctv yang menunjukkan aksi penculikan tersebut maka tidak susah untuk para polisi menangkap mereka walau pun mereka berusaha kabar ke semenanjung tadinya.


"Tuan, maaf kan kami. Kami hanya menuruti perintah saja," ucap Marko memohon.


"Kau memohon setelah membuat nyonya ku tersiksa, asal kau tahu kau hampir saja membunuh penerus kerajaan bisnis Wijaya Grup, bagiamana kau akan mengatasinya jika calon penerus Wijaya Grup meninggal." tekan Angga yang memang sudah di beritahukan tentunya kabar kehamilan mika.


"Aaaa... apa! Saya sungguh tidak tahu tuan," ucap Marko merasa lebih ketar-ketir karena dia tidak akan punya harapan lagi untuk bisa keluar dari sini.


"Pikirkan saja nasib mu di sini, andai saja kau diam tak mengikuti rencana gila dua wanita itu maka bisa di pastikan bisnis mu akan lancar namun kau malah memilih jalan yang salah, siap siap saja semua kekayaan ku akan hilang." tegas Angga lagi.


"Tidak, tidak tidak boleh!" teriak nya merasa gila karena mengangkut harta nya.


Polisi pun membawa Marko masuk ke sel nya karena terus memberontak hingga dia harus di lumpuhkan dengan tembakan listrik agar tidak banyak bergerak.


"Melvin pasti bakalan marah sama mereka semuanya besok, dia hanya tidak datang karena ingin menjaga sang istri." ucap kak Dimas.


"Iya, tuan. Mari kita kembali ke rumah sakit," ucap Angga.


Mereka akun kembali ke rumah sakit tempat mika di rawat karena mereka juga harus memberitahu kan perkembangan khusus di penjara selama Melvin tidak bisa ke sana.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2