
"Gak tahu, aku udah enggak tinggal di rumah lagi." jawab mika santai namun tidak dengan Kayla yang terkejut akan hal tersebut.
š„š„š„
Mendengar ucapan mika tadi membuat Kayla terkejut pasalnya dia tidak tahu sama sekali akan hal tersebut.
"Apa! Kamu beneran udah pergi dari rumah?" tanya Kayla lagi dan di angguki oleh mika.
"Terus perusahaan gimana mik, jangan sampai tuh dua nenek lampir yang kuasai, kamu kan tahu sendiri kalau kondisi pak Alan sekarang sedang drop dan kamu karyawan nya udah wanti-wanti jangan sampai tuh dua nenek lampir yang gantiin bisa hancur perusahaan ini mik." ucap Kayla.
Mika hanya diam karena jujur dia bingung harus bagaimana, dia sendiri juga tidak ingin perusahaan nya di rebut oleh jenny dan Amel tapi mika juga tidak tertarik akan perusahaan.
"Iya, kamu tenang aja nanti aku akan pikirin yang terbaik buat kalian." jawab mika.
"Terus kamu sekarang ini tinggal di mana? Terus mobil ini punya siapa?" tanya Kayla menjadi penasaran.
"Ini sebenernya... tapi kamu janji dulu ya jangan bilang ke siapa-siapa apa lagi sampai orang rumah tahu!" ucap mika dan di angguki oleh Kayla.
"Iya, emangnya kenapa sih?" raya Kayla yang sudah sangat penasaran sekali.
"Ini sebenarnya mobil suami aku," ucap mika pelan namun di dalam mobil kecil tersebut ucap mika tadi sangat terdengar jelas.
"Apa! Suami! Kamu udah punya suami?" tanya Kayla dan di angguki oleh mika.
"Bentar bentar aku kok jadi pusing sih, tadi kamu bilang di truth or dare belum punya?"
"Itu beda lagi Kayla, tadi mereka kan tanya apakah aku udah punya pacar apa belum ya aku jawab tidak lah kan aku punya nya suami." jawab mika.
"Astaga mika itu sama aja, ya biarin sih yang kamu jawab juga bener juga. Tapi siapa suami kamu?" raya Kayla.
"Nanti aku ajak kamu ketemuan sama dia, dia itu pria yang sangat tampan dan baik bahkan sangat menyayangi aku, pokoknya dia itu pria yang sangat menarik lah." jawab mika senang sekali bisa membanggakan sang suami apa lagi di depan sahabat nya ini.
"Wah kayaknya kamu suka banget ya sama suami kamu sampai di puji puji gitu," tutur Kayla yang sangat tahu bagaimana orang kasmaran itu.
"Kamu bisa aja," jawab mika malu.
"Astaga gak nyangka ya temen aku udah nikah aja, kenapa gak undang-undang sih." sahut Kayla.
"Aku emang gak undang undang karena pernikahan nya cuma pernikahan sederhana tidak ada perayaan kasihan uangnya mending di tabung,"
"Terus pak Alan sudah tahu tentang ini mik?" tanya Kayla lagi membuat mika diam lalu menggelengkan kepalanya.
"Belum, aku belum memberitahu kan hal ini ke papa karena kamu tahu sendiri papa sejak pernikahanku sama Lucas batal papa seperti menutup akses buat aku mengetahui kabarnya, bahkan saat papa sakit aja aku di kabari pak Mario kalau tidak aku tidak akan taku kalau papa sakit," tutur mika.
Kayla sangat tahu bagaimana sikap keluarga mika padanya sehingga Kayla bisa paham dan merasa iba kepada mika, padahal dia wanita cantik, bijaksana, baik dan sopan namun malah mendapatkan keluarga yang tidak tahu terima kasih dan seenaknya.
"Kamu yang sabar ya mik," ucap kayla.
"Iya, makasih ya kay."
Setelah itu mereka pun mengobrol santai di mobil hingga tak terasa mobil sudah berhenti di depan rumah Kayla.
"Makasih ya mik, kapan-kapan kita ketemu lagi, kamu juga ada hutang cerita soal suami kamu dan aku juga penasaran sama suami kamu," jawab Kayla.
"Iya, nanti aku kabari kalau ada waktu." balas mika.
"Ya udah aku pamit, terima kasih byeee." pamit Kayla kemudian pergi meninggalkan mobil mika dan masuk ke rumah nya.
Setelah itu pak Ilham pun melajukan mobilnya menuju ke mansion, setelah sampai di sana mika bersih-bersih diri merendam tubuhnya merilekskan otot-otot tubuhnya apa lagi bagian punggungnya merasa sangat karena benturan di dinding tadi akibat ulah dari Imelda.
Sedangkan Melvin belum datang karena dia ada pekerjaan lembur di kantor maklum lah begitu lah melvin padahal di rumah ada sang istri yang menunggu kedatangannya.
Mika sudah lebih rileks lagi, dia menunggu sang suami di ruang tamu hingga pukul sebelas malam mika tak kuat untuk tidak memejamkan matanya.
Dia pun memejamkan matanya sebentar namun malah kebablasan hingga tepat pukul satu dini hari Melvin baru pulang ke mansion, saat dia membuka pintu utama dia langsung bisa melihat sang istri yang tertidur di sofa.
Melvin berjalan ke arah sang istri dan tersenyum senang karena sang istri pasti sedang menunggunya.
Karena sudah sangat dini hari sekali Melvin pun langsung mengangkat sang istri ala bridal style dan membawanya ke kamar, setelah sampai melvin mencium kening sang istri dengan lembut dan penuh cinta.
Setelah itu dia memberitahukan dirinya karena sudah sangat lengket oleh keringat dan bau dan kotor karena udara dan polusi.
Selesai menyegarkan badan nya melvin pun ikut berbaring di samping sang istri dan memeluk erat tubuh mungkin sang istri membawa mika berada ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Hingga malam berganti pagi sinar rembulan sudah di gantikan oleh fajar yang mulai menampakkan wujudnya mika pun terbangun, dia baru sadar kalau dia berada di kamarnya dan yang pertama dia lihat adalah rahang tegas sang suami menandakan mika pasti di angkat oleh suaminya karena setahu mika dia kemarin ada di ruang tahu.
Mika meraba rahang sang suami yang di tumbuhi oleh rambut tipis, mika terus mengelus rahang sang suami karena Melvin juga belum bangun begitu lah fikir mika namun siapa sangka saat dia sedang beraksi dengan mengelus rahang dan pipi sang suami tiba-tiba sja Melvin membuka matanya hingga tatapan mereka berdua bertabrakan membuat mika gugup dan menjauhi tangan nya dari sang suami namun Melvin malah menahannya tangan sang istri.
"Mau kemana?" tanya melvin.
"Hmm aku mau masak iya masak, kan kamu harus sarapan." tutur mika gugup.
Dia memang menjadi istri Melvin bahkan sudah tahu semuanya namun mika masih saja gugup jika berdekatan dengan sang suami apa lagi jika hanya berdua seperti ini rasanya mika mau terbang saja karena tatapan sang suami menurutnya sangat tajam membuat mika semakin meleleh saja.
Dengan tanpa permisi Melvin langsung mencium bibir tipis sang istri, awalnya mika menolak karena ini terlalu mendadak bagi mika namun Melvin tidak memberikan cela sedikit pun untuk mika bahkan Melvin malah menahan tangan sang istri sehingga melvin bisa leluasa menjelajah setiap inci dari sang istri tanpa tertinggal.
Rasanya melvin sangat rindu akan sentuhan sang istri apa lagi beberapa hari ini dia sangat sibuk sekali dengan pekerjaan kantor membuat Melvin jarang berada di dekat sang istri.
Tahu dong bagaimana kelanjutan dari adegan di atas, sebuah kenikmatan yang tiada Tara bagi Melvin mau pun mika yang memang sama-sama rindu akan sentuhan satu sama lainnya.
Setelah selesai dengan olahraga pagi nya mereka berdua pun turun ke bawah dengan mesranya Melvin yang menggenggam tangan sang istri.
Hal tersebut pun tak luput dari pandangan asisten rumah tangga nya dan juga jangan lupa Angga yang sudah datang pun merasa menjadi obat nyamuk untuk pasutri satu ini.
Mereka sarapan dengan tenang, hingga selesai Melvin pamit untuk pergi ke kantor.
Setelah itu mika juga berangkat ke kantornya karena dia akan telat jika tidak berangkat berangkat, ini semua karena sang suami yang bisa-bisa meminta jatah di pagi hari membuat mika harus ekstra cepat agar tidak terlambat.
Untungnya saja saat dia sampai tidak sampai terlambat, mika segera mengerjakan tugasnya karena sudah menumpuk saja.
Siang harinya mika, mbk Ratna dan Billy seperti biasa makan siang, mereka memilih untuk makan siang di salah satu restoran terkenal di dekat kantornya katanya enak ya meski pun sedikit mahal.
Sampai di restoran ternyata di sana sudah sangat penuh dengan para pelanggan membuat mika dan hang lainnya otomatis tidak akan bisa dapat makan di sana.
"Yah udah penuh aja deh," seru mbk Ratna sedih karena dia yang mengajak makan siang di sana namun malah kehabisan.
"Mas, ini sudah tidak ada tempat lagi ya?" tanya mika saat ada pelayang yang berjaga di depan.
"Maaf sekali mbk karena tempat sudah penuh, kalau ingin makan di sini lebih baik reservasi terlebih dahulu saja karena jika tidak maka bisa kehabisan kursi." ucap pelayan tersebut.
"Yah, ya udah deh mas makasih." ucap mika.
Baru akan keluar bersama dengan mbk Ratna dan juga Billy tiba-tiba mika melihat sosok yang sangat familiar sekali, tubuh tinggi dengan jas mahal nya berjalan mendekati ke arahnya.
š„š„š„
Melvin dan Angga pun segera mendekat ke arah mika atau lebih tepatnya seorang pelayan yang menyambut kedatangan pelanggan VIP nya.
"Selamat siang tuan Melvin, tuan Angga." sapa pelayang tersebut.
Sedangkan mika, Mbk Ratna dan Billy hanya diam saja karena melihat Melvin di depan mereka pas.
Mbk Ratna dan Billy sangat terkejut karena bisa melihat seorang Presdir ternama berada di depan mereka apa lagi Presdir yang di anggap dingin dan cuek itu malah sebelum masuk mengikuti pelayan tersebut tersenyum manis ke arah mereka bikin meleleh saja bahkan Billy yang seorang cowok sangat terpanah di buatnya.
Sedangkan melvin dan Angga sudah masuk ke dalam ruang VIP nya. banyak pelanggan yang datang ke sana dan melihat kagum kepada Melvin.
"Angga, suruh masuk mika dan juga teman temannya untuk makan siang di sini saja. Saya tidak ingin istri saya kelaparan, di sini juga banyak makanan." ucap melvin dengan wajah datarnya.
"Tapi, nanti jika..." potong Angga.
Melvin yang tahu kekhawatiran Angga pun langsung menanggapinya dengan santai, lagian mika sudah menceritakan kepada rekan rekannya tadi bahwa dia sudah menikah jadi bukankah ini sudah waktunya mengungkapkan jati dirinya kepada rekan kerja sang istri.
"Tidak apa-apa," balas singkat Melvin.
Angga pun paham, dia segera menuju ke depan dan melihat istri tuannya itu akan pergi dari restoran tersebut.
"Udah yuk," ajak mika ingin pergi dari sana, namun tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan mereka.
"Nyonya," panggil Angga yang sudah berada di depan mika dan yang lainnya.
Mika pun membelalakkan matanya karena Angga malah memanggilnya nyonya di depan mbk Ratna dan Billy yang terlihat bingung ini.
"Maaf nyonya tuan menyuruh nyonya dan rekan-rekan nyonya untuk ikut makan siang bersama saja karena tadi tuan melihat kursi penuh semuanya di sini," ucap Angga panjang lebar namun tetap sopan.
"Mik, kamu kenal sama beliau?" tanya mbk Ratna karena beliau tahu kalau orang yang sedang berbicara dengan mika adalah asisten dan manajer dari Melvin Nahlu Wijaya Presdir yang tadi baru saja mereka lihat.
"Hmm," mika bingung harus menjawab seperti apa.
__ADS_1
"Ya udah kita ikut aja dulu mbk nanti aku ceritain yang sebenarnya," sahut mika.
"Mari nyonya, mbk mas." ucap kemudian memimpin mika dan yang lainnya menuju ke ruang VIP di mana di sana sudah ada Melvin yang menunggu.
Mbk Ratna dan Billy hanya diam saja tanpa berbicara dan ikut saja dengan mika dan asisten dari Melvin itu.
Sampai di ruang VIP mereka langsung bisa melihat melvin yang duduk dengan tegak dan sangat berkarisma membuat siapapun pasti akan berteriak melihat penampakan di depan mereka ini.
"Silahkan duduk," ucap Melvin lembut dan senyum yang terpancar dari wajahnya.
Mereka berdua duduk di kursi yang kosong sedangkan mika yang akan duduk pun langsung mendapat teguran dari Melvin karena mika malah ingin duduk di kursi samping tidak di dekatnya.
"Sayang, sini." ucap Melvin menepuk kursi di sampingnya.
Jangan lupa ekspresi mbk Ratna dan Billy sungguh terkejut karena mendengar bahwa mika di panggil sayang oleh Melvin.
Mika dengan terpaksa pun duduk di sebelah Melvin dengan gugup dan sesekali melihat wajah rekan rekan kerjanya yang sungguh dapat di lihat dari keterkejutan nya.
Semua orang diam membuat Melvin tahu kalau mereka pasti canggung berada di sana apa lagi ini pertama kalinya.
"Sayang, kamu gak mau ngenalin aku sama rekan rekan kerja kamu?" sahut Melvin karena mika diam saja tak mau memperkenalkan dirinya.
"Oh iya, mbk Ratna, Billy kenali ini Melvin suami aku dan Melvin kenalin ini mbk Ratna dan Billy rekan kerja aku." ucap mika memperkenalkan satu sama lain.
Mbk Ratna dan Billy pun hanya bisa terkejut untuk kesekian kalinya saat mika memperkenalkan Melvin sebagai suaminya.
"A... apa? Suami?!" seru mbk Ratna tidak habis fikir ternyata suami dari mika adalah orang berpengaruh di negeri ini bahkan perusahaan nya sudah melanglang buana di luar negeri.
"Iya, maaf sebelumnya karena aku sembunyikan ini semuanya itu karena ada beberapa alasan salah satunya ya kayak kalian ini pasti terkejut bukan, aku aja juga terkejut saat menikah dengan Melvin," ucap mika yang memang benar apa adanya.
"Ya udah yuk di makan," sahut Melvin.
Mereka pun makan dengan lahap karena memang makanan tersebut sangat enak bahkan mbk Ratna dan Billy sampai melupakan fakta bahwa suami mika adalah Melvin.
Saat makan Melvin juga sangat perhatian bahkan dia mengambilkan beberapa lauk untuk mika, semua makanan di sini yang tersaji adalah makanan favorit sang istri.
Awalnya mbk Ratna dan Billy merasa terkejut namun seiring berjalannya waktu mereka merasa senang karena sepanjang acara makan siang tadi mika sering sekali tersenyum hanya karena candaan kecil dari sang suami.
Setelah selesai makan siang dan kembali ke kantor mbk Ratna dan Billy baru lah mengintrogasi mika.
"Beneran itu suami kamu mik?" tanya Billy dan di angguki oleh mika.
"Gimana bisa?" tanya Billy lagi.
"Kan aku dulu pernah cerita, ya kayak gitu pokoknya lah." jawab mika.
"Kamu bahagia?" tanya mbk Ratna.
"Iya, aku bahagia banget mbk. Apa lagi Melvin sangat menghargai aku dan memperlakukan baik sekali," tutur mika memuji sang suami.
"Wah aku ikut seneng mik karena kamu sudah bahagia mik, inget kalau ada apa-apa kamu cerita aja sama aku dan Billy. Kalau Melvin nyakitin kamu kita berdua bakalan maju paling depan," tutur mbk Ratna membuat mika terharu.
"Iya bener mik apa yang di ucapkan sama mbk Ratna," sahut Billy menimpali.
"Wah, makasih banget ya sama kalian berdua karena sudah tulus mau berteman sama aku."
"Iya, mik." jawab mereka bersamaan.
"Oh ya aku mohon buat gak ceritain ini ke siapa-siapa dulu ya, nanti kalau aku udah siap pasti aku publik hubungan ini." ucap mika.
"Iya, kamu tenang aja mik." balas Billy.
"Iya, kita bakalan jaga rahasia kok." balas mbk Ratna.
"Kapan-kapan yuk ke rumah, kan kalian udah tahu juga hubungan aku sama Melvin." ajak mika.
"Wah boleh tuh." balas mbk Ratna dan Billy bersamaan.
Setelah membahas banyak hal mereka segera kembali bekerja karena jam makan siang sudah akan habis.
.
.
__ADS_1
TBC