Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 67_Kehamilan Kembar


__ADS_3

Readers maaf kalau aku jarang update ya karena banyak kesibukan sehingga tidak sempat untuk melanjutkan nulisnya, aku tahu kalau banyak readers yang menanti bab selanjutnya tapi mohon dimaklumi yaπŸ™


Jangan lupa terus dukung cerita aku ini ya karena cerita melvin dan mika tidak akan bisa sukses tanpa dukungan para readers semuanyaπŸ™πŸ˜Š


HAPPY READING!!!


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Satu minggu sudah mika pulang ke mansion, dia juga sudah bisa berjalan normal namun masih harus pelan pelan dan juga harus hati-hati.


Dia sekarang berada di ruang keluarga, sebelum berangkat kerja Melvin tadi membawa sang istri ke lantai bawah, mika sebenarnya bisa saja turun sendirian lagian di mansion besar ini ada lift untuk dia turun tanpa ribet menuruni tangga cuma memang mika saja yang jarang menggunakan nya.


"Nyonya, ini buahnya." ucap bi Endah memberikan buah segar yang sudah di kupas dan di potong untuk mika.


Mika yang sedang menonton televisi pun langsung melihat bingung karena seingetnya dia tidak meminta bi Endah untuk membawakan buah.


"Loh, tapi saya gak minta buah loh bi." ucap mika.


"Tuan yang menyuruh saya untuk menyiapkannya nyonya," jawab bi Endah.


Sedangkan mika hanya bisa tersenyum simpu saja mendengar jawaban bi Endah, Melvin terus saja menunjukkan perhatian nya kepada nya bahkan saat dia sedang tidak ada di dekatnya membuat mika sangat bersyukur karena mendapatkan suami yang sangat cinta kepada nya.


"Makasih bi," jawab mika.


Setelah itu dia pun memakan buah tersebut sambil minat acara komedi di televisi, dia juga mengajak bi Endah dan yang lainnya yang tidak sibuk untuk ikut bergabung karena sangat sepi sekali jika hanya mika di sana, karena sudah terbiasa dengan ajakan nyonya nya itu semua asisten rumah tangga merasa sangat senang karena mereka dijadikan keluarga bukan babu yang hanya bersih bersih saja.


Karena sekarang jam makan siang Melvin pun memilih untuk memesan makanan saja dan memilih untuk melihat kegiatan sang istri melalui rekan cctv yang dia pasang.


Melihat sang istri yang makan sangat sedikit pun membuat Melvin tidak tega, dia pun memilih untuk menelepon nya menanyakan kabar saja.


[Halo.] ucap mika karena tadi hp nya bergetar dan ternyata itu adalah sang suami.


[Halo, sayang. Kamu lagi ngapain?] tanya melvin dari sebrang.


[Kayak kamu gak lihat aja aku lagi ngapain, aku lagi makan.] ucap mika dengan sewot entah apa yang membuatnya sewot seperti itu mungkin dia sewot karena pertanyaan Melvin tadi yang seharusnya dia sudah tahu kalau mika makan siang secara di rumah ada cctv tapi masih saja bertanya.


[Jangan cemberut gitu nanti cantiknya luntur ih, makan yang banyak dong katanya besok mau ngelihat baby nya.] ucap melvin mengingatkan mika kalau besok adalah cek kontrol kehamilannya membuat wajah mika berseri kembali.


[Oh iya, ya udah kalau gitu aku mau makan dulu ya,] pamit mika kemudian menutup teleponnya padahal melvin belum puas berbincang-bincang dengan sang istri.


Namun melvin senang karena bisa melihat makan dengan lahap lagi bahkan piring sang istri sudah bersih saja membuat melvin menarik ujung sudut bibir nya dengan sebuah senyuman manis.


BEBERAPA HARI KEMUDIAN


Selama satu Minggu ini mika sering mual mual terus bahkan setelah meminum obat dokter pun mika masih saja mual, hari ini ada check up ke dokter untuk luka mika dan juga sekalian check up kandungan mika karena mual yang terus terjadi dan selalu di pagi hari, dia juga sangat penasaran dengan bentuk sang baby sekarang ini karena jujur mika belum USG sama sekali karena sakitnya ini dan sang suami yang sangat protektif dengan nya bahkan hanya untuk keluar ke taman kompleks saja Melvin sangat menjaga ketat anak istri sehingga mika tidak bisa leluasa.


Mika menuju ke rumah sakit sendirian hanya di temani oleh bi Endah dan pak Ilham saja sedangkan Melvin nanti akan langsung menyusul ke rumah sakit setelah urusannya di kantor selesai.


Sampai di rumah sakit mika langsung di arahkan ke ruang pemeriksaan untuk memeriksa luka nya terlebih dahulu, dia juga sudah bisa berjalan tanpa alat bantu lagi namun tetap harus pelan dan di bantu bi Endah.


Setelah pemeriksaan dan semua kondisi mika sudah baik, dia dan bi Endah pun langsung menuju ke tempat pemeriksaan kandungan di mana di sana sudah banyak sekali ibu-ibu yang juga sedang mengantri untuk memeriksakan kandungannya.


Untung saja mika sudah reservasi sehingga dia bisa langsung masuk tanpa harus mengantri, itu pun yang mereservasi adalah sang suami membuat mika tidak enak saja karena banyak yang sudah mengantri di sana.


"Selamat siang nyonya mika," sambut dokter indah, dokter kandungan yang dari dulu membantu persalinan keluarga Wijaya, bahkan saat sang kakak melahirkan dokter indah juga membantu persalinan nya.


"Selamat siang dok,"balas mika.


"Bagaimana mau langsung untuk USG nyonya?" tanya dokter indah.


"Dok, saya boleh nunggu suami saya dulu gak ya," ucap mika dengan segan karena mengganggu waktu dokter indah gara-gara harus menunggu suaminya.

__ADS_1


"Boleh nyonya, sambil nyonya menunggu than Melvin bolehkan saya untuk melanjutkan pemeriksaan pasien lainnya?" tanya dokter indah sebisa mungkin agar tidak menyinggung orang penting di depannya itu.


"Oh, iya boleh banget dok. Saya tunggu di depan saja ya," ucap mika.


"Tunggu di dalam saja dok di sofa, di luar ramai orang pasti sesak dan gerah nanti." ucap dokter indah.


"Enggak saya di depan saja dok," sahut mika kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke tempat bi Endah menunggu.


"Nyonya kenapa sudah keluar?" tanya bi Endah karena sangat singkat sekali nyonya nya itu masuk.


"Saya mau tunggu Melvin aja bi, katanya dia bakalan dateng." jawab mika.


Bu Endah pun hanya diam dan mengerti maksud dari nyonya nya itu dan ikut menunggu kedatangan tuan majikannya.


Setelah itu tak lama ada seorang ibu-ibu datang dengan perut besarnya duduk di samping mika, kebetulan sekali memang kursi samping mika kosong tidak ada orang.


"Kontrol ya Bu?" tanya mika berusaha untuk akrab dengan ibu tersebut, mungkin karena memang dulu pekerjaan nya di bank jadi ke bawa hingga sekarang sering menyapa orang-orang.


"Iya, Bu. Ibu juga kontrol ya?" tanya kembali ibu tersebut.


"Panggil mika aja Bu," sahut mika karena seperti di lihat wanita tersebut lebih tua dari pada mika.


"Oh iya, saya Lina." ucap wanita tersebut memperkenalkan diri.


"Berapa bulan mbk Lina?" tanya mika karena di lihat perut mbk Lina sudah cukup besar.


"Sudah delapan mulai ini mau sembilan bulan," balas nya.


"Wah udah mau lahiran dong,"


"Iya, mbk."


Setelah itu perbincangan pun terus berjalan lumayan buat menghilangkan rasa bosan mika menunggu sang suami yang tak datang datang juga.


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


BRAK


Suara map di banting oleh Melvin ke meja hingga terdengar sangat keras sekali.


"Kalian itu sudah lama bekerja di sini tapi kualitas kalian masih sebatas ini!" bentak Melvin.


Melvin biasanya tidak marah dan hanya memasang wajah dinginnya saja namun jika dia sudah marah maka Melvin sudah sangat marah sekali seperti sekarang ini membuat para karyawan ketakutan orang jika Melvin memasang wajah dingin saja mereka sudah takut apa lagi jika sudah marah coba.


"Saya mau besok semua nya sudah selesai, saya tidak mau tahu minggu depan projek ini harus selesai! Kita sudah merencanakan hal ini cukup lama," ucap melvin.


Dia mulai menenangkan dirinya agar tidak terbawa emosi karena bagaimana pun ini untuk kemajuan perusahaan.


"Baik, pak." jawab pak manajer yang ketakutan karena kemarahan Melvin yang jarang sekali dia lihat.


"Angga, awasi mereka. Besok kita adakan rapat lagi," ucap melvin kemudian meninggalkan ruang rapat dan menuju ke ruangannya karena sudah masuk ke waktu jam makan dan seharusnya dia segera berangkat karena mika sudah menunggunya bukan.


"Tuan, sekarang nyonya sudah menunggu di rumah sakit." ucap Angga dari tadi dia sebenarnya ingin memberitahu tuan nya itu tapi karena Melvin tadi marah marah membuat Angga juga takut untuk mencela ucapan tuan nya tadi di ruang rapat.


Melvin juga mematikan telepon nya sehingga saat mika meneleponnya dia tidak melihatnya.


Setelah melvin mendengar ucapan Angga dia pun baru sadar kalau dia sudah berjalan dengan sang istri.


"Aisshhh, kenapa kau tak bilang dari tadi." marah Melvin belum Angga menjawab Melvin menyambar kunci mobil, dompet dan hp nya kemudian langsung turun ke bawah dan menuju ke mobilnya, dia mengendarai mobil dengan cepat agar sang istri tidak menunggu dirinya lama.


Dengan bodohnya melvin merutuki dirinya sendiri karena sudah lupa ada janji dengan sang istri, itu semua gara-gara rapat yang mengesalkan itu.

__ADS_1


πŸ₯•πŸ₯•πŸ₯•


Mika sudah menunggu satu jam hingga jam makan siang akan selesai, dia juga sudah malah untuk melihat telepon nya sehingga dia pun mematikannya begitu pun bi Endah yang membagi kehabisan kuota karena jika di mansion akan menggunakan Wifi.


"Ya udh Abi kita masuk aja deh, ini juga udah pada sepi." ucap mika pasrah saja mungkin sang suami sedang sibuk pikirannya.


Mika pun masuk di temani oleh bi Endah, awalnya dia sendirian tapi akan sangat sepi tidak ada yang bisa dia akan bicara nanti saat melihat sang baby akhirnya mika mengajak bi Endah saja.


"Selamat siang dok," sapa mika lagi.


"Astaga Bu mika pasti sudah lama sekali menunggu ya, bagiamana apakah tuan melvin sudah datang Bu?" tanya dokter indah.


"Tidak dok, mungkin dia lagi sibuk di kantor." jawab mika dengan sedih karena ini adalah USG pertama nya namun tidak di temani oleh sang suami.


"Ya sudah kalau begitu bagaimana kalau kita mulai USG nya," ucap dokter indah memecah kesedihan mika.


"Iya, dok." jawab mika dengan semangat lagi mengingat kalau dia akan melihat baby nya untuk pertama kali.


Mika pun bersiap untuk naik ke atas tempat tidur namun seketika pintu ruangan langsung terbuka membuat semua orang yang berada di dalam pun terkejut dan melihat ke arah pintu ternyata adalah Melvin yang baru saja tiba.


Mika yang melihat sang suami baru saja datang langsung mengabaikan nya karena mika marah kepada sang suami yang sangat tidak on time padahal dia sudah menunggu lama.


Bi Endah yang mengetahui majikannya sudah datang pun pamit pergi dari ruangan biarkan lah majikannya yang menemani mika.


"Tuan Melvin, selamat datang. Mari silahkan menemani Bu mika untuk check kandungannya," ucap dokter indah dengan ramah.


Mika langsung berbaring di tempat nya dan Melvin juga mendampingi mika di samping sang istri sambil melihat monitor yang masih tidak nampak apa-apa.


Dokter indah segera menyiapkan semua peralatan nya, dia mengoleskan gel khusus di perut mika hingga mulai mengecek kandungan mika, awalnya mereka saling melihat ke arah monitor tak percaya karena di dalam perutnya sekarang ada kehidupan lain yang harus dia tanggung.


Dokter indah terus saja memberitahukan tentang kondisi janin di dalam perut mika, hingga nampak lah bulatan kecil sekecil kacang polong di tengah tengah janin mika bukan hanya satu melainkan dua buah.


"Tuan Melvin, Bu mika bisa kalian berdua lihat di sini ada bulatan kecil ini adalah janin yang nantinya akan jadi baby dan di sini ada dua buah di mana itu berarti Bu mika sedang mengandung anak kembar." ucap dokter indah membuat mika dan Melvin terkejut dan saling berpandangan tak menyangka dengan apa yang dokter indah katakan.


"Apa... Jadi istri saja hamil kembar dok?" tanya Melvin lagi memastikan dan di angguki oleh dokter indah.


Tidak ada hal yang bisa di gantikan dengan rasa kebahagiaan ini, sesuatu yang sangat Melvin nanti kan selama ini ternyata Tuhan malah memberinya lebih.


"Sayang, terima kasih." ucap melvin berterima kasih sebanyak banyak nya kepada sang istri hingga dia memegang tangan mika dan mencium kening sang istri cukup lama.


Mika juga terharu dengan ucapan dokter tadi hingga dia tidak bisa berkata kata dan meneteskan air mata karena saking bahagianya dengan kabar tersebut.


"Kandungan Bu mika baru memasuki usia dua bulan dan masih di usia yang sangat rawan sehingga saya sarankan untuk Bu mika jangan terlalu stres dan banyak pikiran karena akan berdampak kepada janin yang di kandung." wejangan dokter indah.


"Iya, dok." jawab mika.


Kemudian dokter indah pun kembali menjelaskan banyak hal dari kehamilan hingga pantangan pantangan yang tidak boleh di lakukan maklum lah ini adalah kehamilan mika yang pertama sehingga dia sama sekali belum tahu harus bagaimana.


Setelah cukup lama Merkea berdiskusi Melvin pun mengajak mika untuk keluar dari ruang pemeriksaan dan kembali menuju ke mansion.


Melvin juga sudah meminta Angga untuk mengosongkan jadwalnya karena dia tidak akan kembali ke kantor, dia ingin bersama dengan mika seharian ini.


Bi Endah dan pak Ilham yang juga sudah tahu tentang kehamilan kembar mika pun ikut senang karena mansion akan bakalan ramai sekali dengan suara tangisan dan tawa bayi bayi lucu.


"Sayang, maaf ya kalau aku tadi telat karena ada rapat yang sangat mendesak," ucap melvin meminta maaf.


Mika tidak tega melihat wajah sang suami yang sangat melas itu, dia pun mengangguk kan kepalanya memaafkan sang suami.


Melvin memang naik di mobil bersama mika sedangkan mobil nya di rumah sakit dia panggil supir untuk mengambilnya.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2