Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 49_Semoga Segera


__ADS_3

Malam harinya setelah pulang dari apartemen Kayla, mika sedang bersiap untuk tidur dengan menjadikan lengan sang suami sebagai bantalan kepalanya.


"Sayang, aku tadi kan ke apartemen Kayla nih." sahut mika memberitahu kan kepada melvin.


"Iya, terus?"


"Kamu tahu gak di mana apartemen yang sekarang di tempati Kayla?" tanya mika memberi tebak-tebakan kepada sang suami.


"Enggak, di mana emangnya?"


"Ternyata dia itu tetanggaan sama Angga asisten kamu itu," sahut mika memberitahukan hal tersebut kepada Melvin.


"Apa! Kenapa Angga enggak cerita itu ke aku ya?" sahut melvin karena tidak tahu sama sekali.


"Mungkin dia tidak terlalu peduli atau mungkin kamu yang enggak tanya jadi dia juga tidak memberitahu kan nya," sahut mika yang ada benarnya juga sih.


"Gimana kalau kita deketin mereka aja sayang," lanjut mika.


"Kamu serius?" tanya Melvin.


"Iya, aku lihat Angga seperti nya juga baik orangnya yang meski pun cuek sih." tutur mika.


"Lebih baik biarin aja mereka berdua sayang, dari pada kita ikut campur urusan mereka lebih baik kita selesai in saja urusan kita berdua," ucap Melvin mendekatkan dirinya kearah mika.


"Aku capek mau tidur." seru mika membelakangi sang suami.


Melvin pun memeluk tubuh sang aktris dari belakang menyelam ke alam mimpi membatalkan keinginannya untuk memproses pembuatan baby kecil nya yang lucu.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Tiga bulan sudah pernikahan mika dan Melvin, selama itu pula mereka tampak selalu mesra di setiap kesempatan. Seperti hari ini mereka berdua sedang menunggu kedatangan mami Siska, papi Jhonny dan kak Clara beserta suami dan anak mereka.


Mulai hari ini rencananya mereka akan tinggal di negara ini karena semua urusan sudah selesai di sana, apa lagi kak Clara yang sangat senang bisa kembali ke negara asalnya karena sang suami sudah selesai dengan pekerjaan nya.


Mika sangat senang sekali setidaknya dia ada teman di sini yang bisa dia curhati karena biasanya dia hanya bertugas cerita lewat telepon saja dengan mami Siska atau kak Clara.


Mereka berdua sudah menunggu kedatangan keluarga besar itu di dekat landasan pacu pribadinya, tak lama terlihat pesawat pribadi mulai turun dengan selamat.


Mika menyambut kedatangan mereka semuanya, hal pertama yang dia tuju adalah mami Siska dia sudah sangat lama sekali tidak bertemu dengan mami Siska dan yang lainnya.


"Mami," ucap mika memeluk erat sang mami.


"Aduh sayang, mami kangen banget sama kamu." seru mami Siska membalas pelukan mika tak kalah erat.


Setelah pelukan untuk mami Siska mika juga menyambut kedatangan sang papi mertua pastinya.


"Pi," sapa mika.


"Iya, sayang. Gimana apa Melvin kasar sama kamu?" tanya papi Jhonny itu lah yang selalu beliau tanyakan jika bertemu dan beliau terus mewanti-wanti kepada melvin agar tidak menyakiti menantu kesayangan nya itu.


"Papi apaan sih!" tutur melvin kesal setiap kali papinya seperti selalu meremehkannya saja.

__ADS_1


"Enggak kok Pi, Melvin baik banget." balas mika.


Setelah itu dia menyapa kak Dimas dan terakhir kak Clara yang sedang menggendong sang anak yang berusia dua bulan lebih itu.


"Kak Clara," sapa mika.


"Mika, astaga kakak kangen banget loh sama kamu. Masa kamu setelah kakak lahiran gak pernah ke sana sama sekali sih," ucap kak Clara karena mika dan Melvin sama sekali tidak pernah berkunjung ke negara B.


"Maaf kak, aku sih sebenarnya pingin tapi kan di sini juga sibuk jadi belum ada waktu deh," jawab mika merasa bersalah.


"Ya udah gak papa, tapi nanti kita sering-sering ketemuan ya." ujar kak Clara.


"Siap kak," balas mika.


Setelah itu dia beralih ke Celine yang tetap anteng di gendongan kak Clara membuat mika merasa sangat gemas sekali di buatnya.


"Aduh Celine, Tante kangen banget sama kamu." ujar mika melihat Celine yang tambah cantik saja dan menggemaskan.


"Iya ante, Celine juga kangen." ucap kak Clara menirukan suara anak kecil.


Mereka semua segera menuju ke dalam mansion dan di sambut oleh bi Endah dan yang lainnya.


Sampai di ruang keluarga kak Clara pun menyuruh mika untuk mencoba menggendong Celine siapa tahu bisa ketularan.


"Kamu mau gendong mik?" tawar kak Clara.


Mika sebenarnya sangat ingin sekali namun dia belum pernah menggendong anak kecil, dulu waktu menjenguk kak Clara dia tidak menggendong baby Celine karena terlalu kecil waktu itu untuk sekarang mungkin mika akan berani bukan.


"Wah anteng banget mik," ujar kak Clara saat Celine sudah berpindah tangan ke mika.


Celine yang biasanya akan rewel dengan orang baru namun sekarang ini dia bersama dengan mika malah terlihat anteng saja bahkan tersenyum saat mika menggodanya.


Bagi mika ini malah hal yang sangat baru karena dia menggendong baby yang tidak terlalu semenakutkan seperti pikirannya dulu.


Hal tersebut pun tidak luput dari pandangan semua orang baik mami Siska bahkan Melvin yang berada di samping mika.


Melihat sang istri yang sangat menyayangi bayi membuat hati Melvin terenyuh dan berharap agar pernikahannya ini nanti juga akan mendapatkan keturunan yang sangat mereka impikan.


Mika dan Melvin memang tidak menunda ada nya momongan tapi memang kuasa Tuhan belum bekerja sehingga belum di berikan janin di perut sang istri namun mereka berdua akan tetap berusaha.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Setelah seharian menemani mami Siska dan kak Clara serta Celine pastinya sekarang sudah malam hari dan mika memutuskan untuk beristirahat sedangkan Melvin sedang berada di ruang kerjanya di bawah.


Untuk mami Siska dan yang lainnya sudah pindah ke mansion utama di samping mansion Melvin.


Di sana lah memang sebenarnya mansion utama dulu di mana semua tinggal di sana hingga mika membangun mansionnya sendiri di samping.


Kak Clara dan kak Dimas akan tinggal di sana juga karena memang kak Clara tidak bisa jika harus mengurus Celine sendiri pasti akan meminta bantuan dari mami Siska.


Mika sendirian di kamarnya, rasa sedih hingga bersalah terus bersarang di hatinya seharian ini yaitu dengan melihat wajah sang suami dan kedua mertuanya saat mika menggendong Celine tadi.

__ADS_1


Tanpa sadar air mata pun menetes di dari pelupuk matanya, sambil mengelus perutnya meski pun baru tiga bulan menikah dan termasuk baru namun mika tak munafik sebagai seorang istri pasti sangat ingin memberikan momongan untuk sang suami.


"Semoga kamu segera berada di sini ya nak," lirih mika sambil menghapus air matanya.


Saat sedang menghapus air matanya Melvin tidak sengaja masuk namun mika tidak mengetahuinya.


Melvin merasa sangat sakit saat sang istri menyalahkan dirinya padahal melvin tidak mempermasalahkan bahwa mereka belum di karuniai buah hati karena yang dia ingin kan sekarang ini adalah berduaan dengan sang istri.


Melvin mendekatkan dirinya ke arah sang istri dan memeluk mika dari belakang memberikan semangat agar mika tak pernah berpikir yang tidak tidak.


Mika merasakan pelukan sang suami nya pun merasa di sayangi bahkan mika menumpahkan semua air matanya, bukan karena lebay ya tapi memang karena kesedihan mika.


Memang banyak di luaran sana yang sudah bertahun tahun menikah tetapi tidak juga di karuniai buah hati sedangkan mika baru menikah beberapa bulan saja sudah sedih, bukan karena itu tapi lebih melihat suami dan mertuanya yang membuat sedih.


"Sayang, aku cinta sama kamu bukan karena ada apa-apa nya atau mau apa-apa nya tapi aku cinta sama kamu ya karena itu kamu. Jadi jangan pernah kamu merasa dan berfikir yang negatif negatif ya," ucap melvin kemudian mencium kepala sang istri.


Mika membalikkan tubuhnya dan memeluk erat sang suami, mika bersyukur karena sang suami sangat pengertian sekali padanya bahkan sang suami terus menyayangi nya sepenuh hati.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Pagi harinya karena weekend mika dan melvin memilih untuk berdiam diri di mansionnya, tapi mami Siska dan kak Clara mengajak mika untuk berlibur ke pantai nun dia tidak mau karena takut jika ada yang mengenali nya apa lagi berita tentang kepulangan keluarga Wijaya ke negara ini sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia.


Sedangkan Melvin karena sang istri dia pun tidak ikut lebih baik dia menemani sang istri yang bisa saja masih sedih.


"Sayang, kamu gak mau kita speak up saja tentang hubungan kita." ucap melvin menawari sang istri karena dia tidak ingin mika dan dia bersembunyi sembunyi jika harus pergi keluar padahal Melvin ingin membanggakan sang istri ke semua orang.


Sedangkan mika yang mendengar tawaran sang suami langsung saja menolak karena dia masih belum yakin untuk mempublikasikan hubungannya, apa lagi jika ibu tiri dan juga kakak tirinya tahu pasti mereka akan bertindak karena tidak terima jika mika mendapatkan yang lebih baik dari pada Lucas bukan.


Dan juga meskipun mika sudah tidak ada hubungan apa pun dengan Lucas tetapi dia ingin agar hubungannya dengan melvin tentram seperti ini dan tidak ada banyak komentar dari yang lainnya.


"Aku belum siap sayang," jawab mika membuat melvin hanya bisa pasrah dengan keputusan sang istri karena bagaimana pun Melvin paham dengan kegelisahan sang istri.


Melvin membawa sang istri ke dalam pelukannya dan memeluk erat mika sambil terus melihat ke arah televisi yang masih menunjukkan sebuah video sebuah negara indah di bagian dunia lagi.


"Bagus banget ya," ujar mika masih betah berada di pelukan sang suami.


"Pingin ke sana?" tanya Melvin.


"Emang bisa?" tanya mika menantang sang suami.


"Mau kapan? Sekarang? Besok?" ucap Melvin dengan sombongnya dan percaya dirinya.


"Hahaha, enggak aku gak mau ke sana. Aku mau di sini aja sama kamu," ucap mika memeluk sang suami.


Sedangkan melvin yang mendengar gombalan sang istri pun segara dunia melayang terbang tinggi, mika yang sangat cuek dan jarang sekali gombal namun sekalinya menggombal malah membuat Melvin terbang melayang karena senang.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2