Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 42_Bertemu Kolega Bisnis


__ADS_3

Hai sebelumnya terima kasih ya buat readers semuanya yang sudah menyempatkan waktunya untuk baca ku, besar harapanku supaya cerita ini bisa berkembang dan di kenal banyak penikmat novel jadi jangan lupa buat share cerita ini ke teman-teman kalian yang mungkin suka membaca cerita apa lagi dari NovelToon ya supaya aku juga dalam menulis cerita bisa semangat karena antusiasme dari para readers sekalian.


Maka dari itu jangan lupa tekan tombol ❤️ dan follow akun aku supaya kalian semuanya tidak ketinggalan update bab barunya setiap saat dan juga tidak ketinggalan dengan cerita baru yang aku keluarkan ya, dan jangan lupa like, vote, share dan komen cerita ini readers, di tunggu juga koin hadiahnya ya🙏😊😊


HAPPY READING!!!


🥕🥕🥕


"ya udah ayo di makan," ucap Melvin saat makanan di depannya yang memang dia juga sudah pesan lagi itu tersaji.


"Iya," balas mika kemudian memakan makanan tersebut.


Mereka makan dengan tenang, sesekali Melvin juga melihat ke arah sang istri di mana ada luka di sudut bibirnya karena tamparan di rumah sakit tersebut.


Melvin tidak langsung bertanya dia memilih untuk nanti saja karena dia ingin sang istri lebih tenang dan menikmati makanannya.


"Sudah selesai?" tanya Melvin saat mika sudah menghabiskan makanannya.


"Iya." jawab mika singkat.


"Ya udah ayo kita pulang," ajak Melvin dan di angguki mika.


Melvin pun segera berdiri untuk membayar di kasir, awalnya mika menolak karena dia yang ingin ke sini tetapi melvin tidak mau dan mengatakan bahwa dia yang akan membayar.


Setelah membayar Melvin dan mika pun keluar tapi sebelum itu mereka berpamitan kepada Bu Dinar di sana.


"Kapan-kapan mampir lagi ya nak," tutur Bu Dinar.


"Iya, Bu. Saya usahakan," jawab mika.


Kemudian mereka pun pergi dari sana dan kembali menuju ke mansion, sampai di mansion Melvin pun menghentikan sang istri yang akan keluar dari mobilnya.


"Ada apa?" tanya mika melihat ke arah sang suami.


"Apa kamu gak mau jelasin aku sesuatu?" tanya Melvin.


"Jelasin apa?" tanya mika bergantian.


Namun saat dia melihat sang suami tiba-tiba saja mika sadar kalau dia belum menjelaskan semuanya mulai dari sang papa sakit hingga tamparan yang di layangkan oleh ibu tirinya itu.


"Pasti Melvin sudah melihat sudut bibir aku," gumam mika di hatinya.


Mika pun dengan lembut menjelaskan semuanya di dalam mobil tersebut mulai dari papa nya sakit hingga tamparan dan berakhir lah dia di restoran Bu Dinar tadi.


Mika juga menceritakan tentang keluarga nya yang suka datang dulu dan makna restoran tersebut untuknya, restoran yang memberikan kenangan indah nya sebuah keluarga dulu dan restoran yang mengingatkan sang mama.


Melvin segera merengkuh sang istri ke dalam pelukannya mencurahkan seluruh simpatinya karena sang istri juga mau jujur tidak di tutup-tutupi, sebenarnya melvin sudah tahu semuanya namun dia ingin sang istri jujur kepadanya dan ternyata sang istri memang jujur kepadanya.


"Yuk masuk," ajak Melvin setelah melepas pelukannya kepada sang istri.


Mereka masuk ke selama mansion dengan mesranya, dengan mika mengandeng tangan kekar sang suami.


🥕🥕🥕

__ADS_1


Keesokan harinya mika sudah bangun menyiapkan sarapan untuk sang suami, sedangkan melvin masih tidur lelap di kamar.


Tak lama Angga sudah datang untuk menjemput tuannya, segera mika ke atas dan benar saja sang suami sudah rapi saja sehingga mika tidak terlalu bersusah payah untuk membangunkannya.


Setelah itu mereka sarapan, awalnya mika mengajak Angga untuk sarapan bersama karena mika tahu kalau Angga tidak akan pernah sarapan dari apartemen nya dan pasti makan di mansion tapi Angga menolak dan memilih ikut makan di paviliun belakang di mana para karyawan akan makan di sana.


"Sayang, kamu kapan udah masuk kerja?" tanya Melvin setelah sarapan.


"Besok aku udah masuk," jawab mika.


"Kalau begitu nanti malam kamu ikut aku bertemu kolega bisnis aku ya, dia adalah salah satu kolega lama aku yang juga sahabat papa. Beliau dateng dari negara C dan ingin datang menemui aku dan juga istriku," sahut Melvin membuat mika tersedak karena dia tadi sedang minum.


"Hati-hati sayang," ucap Melvin menepuk punggung sang istri pelan.


"Emangnya beliau udah tahu kalau kamu udah menikah?" tanya mika.


"Belum," jawab Melvin singkat tapi tetap tenang membuat mika tak habis fikir.


"Makanya aku mau ngajak kamu bertemu sama beliau karena beliau sekarang berada di sini dan ingin bertemu dengan ku, beliau juga datang bersama dengan istrinya." lanjut Melvin sebelum mika berbicara.


"Nanti jam tujuh aku jemput, nanti juga aku bakalan kirim kamu biodata tentang pak Burhan dan istri." ucap Melvin lagi bahkan mika tak sempat berbicara.


"Iya." jawab mika singkat karena mau bagaimana lagi coba.


"Pintar, ya udah kalau begitu aku berangkat dulu." pamit Melvin mencium kening sang istri setelah itu pergi dari mansion dan kebetulan Angga juga sudah berada di sana.


Saat Melvin pergi baru lah mika mulai kerempongan dengan acara makan malam mendadak ini padahal acara masih nanti malam namun mika sudah bingung harus berpakaian seperti apa karena mika ingin memberikan sambutan yang hangat untuk kolega sang suami.


🥕🥕🥕


Jam enam sore Melvin sudah datang dia memilih untuk mandi di bawah saja karena sang istri pasti sedang bersiap-siap, Melvin juga meminta tolong Angga untuk mengambil keperluan.


Setelah bersih dan rapih dengan jas nya tak lama mika juga sudah siap, dia pun segera turun. Baru saja terlihat tetapi langsung menyedot perhatian semua orang mulai dari asisten rumah tangga hingga asisten pribadi nya siapa lagi kalau bukan Angga, dan jangan lupa dengan Melvin yang terpesona akan kecantikan sang istri seperti tak salah pilih membuat Melvin menyungging kan senyumannya.


"Sayang," panggil mika pelan saat dia sudah berada di depan Melvin namun tidak juga mendapat respon membuat mika menoleh lengan sang suami dan langsung membuat Melvin tersadar dari lamunannya.


"Udah siap?" tanya Melvin dan di angguki oleh mika.


"Ya udah kalau gitu kita berangkat, Angga saya akan bawa mobil sendiri dan kamu bisa istirahat saja di paviliun dari pada kamu di apartemen sendirian." tutur Melvin kemudian mengandeng sang aktris pergi tanpa menunggu jawaban dari Angga.


Angga merasa senang saja, dia di mansion tuannya memang memiliki kamar di sana sehingga saat dia ingin tidur di mansion dia bisa langsung ke kamarnya tanpa harus ke apartemen namun tidak setiap saat karena dia lebih suka hidup sendiri.


Melvin melajukan mobilnya menuju ke restoran mewah yang sudah dia pesan untuk jamuan kali ini. Melvin sudah izin akan telat sedikit karena jalanan hari ini cukup macet dan pak Burhan mengerti, beliau mau menunggu mereka untuk datang.


Mika juga sudah membaca sedikit tentang kolega sang suami dan sahabat papi mertuanya nya itu sekilas.


"Sampai, yuk turun." ajak Melvin kemudian keluar dan membukakan pintu untuk sang istri.


Mereka berdua pun segera turun dan masuk ke dalam restoran, pelayan yang menyambut nya pun segera mengantarkan mereka ke dalam ruang VIP yang sudah di sediakan di sana.


Setelah itu Melvin pun masuk di ikuti mika yang juga masuk membuat pak Burhan dan Bu Lyla yang datang dari tadi pun mengerenyitkan dahinya karena setahunya mereka hanya akan bertemu dengan Melvin.


Pak Burhan sendiri dan sang istri yaitu Bu Lyla sudah datang dari tadi dan sedang menunggu kedatangan anak dari sahabatnya itu.

__ADS_1


"Om, tante." sapa Melvin menyalami kedua tangan orang tua tersebut di ikuti oleh mika.


Setelah itu mereka semuanya pun duduk dan ruang VIP menjadi hening kembali, tatapan pasangan paruh baya itu pun terus ke arah Melvin kemudian berganti ke arah mika dengan tatapan bingung.


"Ini siapa Vin?" tanya pak Burhan akhirnya tak sabaran.


"Oh ini, kenalin om Burhan tante Lyla ini mika istri saya," sahut Melvin dengan tenangnya sedangkan kedua orang yang mendapatkan kabar tersebut pun terkejut bukan main.


"Om, tante, mika." ucap mika memperkenalkan dirinya.


"Istri? Kapan kamu menikah? Kok Jonny gak ngabarin aku sih!" gerutu pak burhan atau om Burhan karena Melvin memang kalau tidak sedang bekerja akan memanggil dengan panggilan om dan tante.


"Udah dua bulan om tapi emang kami menikah tanpa ada yang tahu dan tidak ada resepsi juga, kami hanya ingin lebih sederhana saja." jawab Melvin padahal yang sebenarnya adalah karena tindakan mika waktu itu.


"Wahh bagaimana bisa om sama tante gak tahu sama sekali coba," gerutu tante Lyla.


"Hehe iya nanti kalau kita adain resepsi pasti bakalan kami undang kok tante," jawab Melvin.


"Bener ya,"


"Iya, tante tapi semoga gak isi duluan." sambung Melvin langsung mendapatkan cubitan dari sang istri sedang om Burhan dan istri hanya tersenyum saja melihat tingkah pasangan pengantin di depannya itu.


"Ya udah kalau gitu kita lanjut makan malam nya aja kan om sama tante jarang ketemu kamu apa lagi sama menantu yang cantik ini," seru tante Lyla.


Mereka pun dengan tenang menikmati hidangan yang sudah tersedia, di sana sudah banyak makanan mulai dari makanan ringan hingga berat semua ada di sana, satu meja sudah penuh dengan berbagai makanan.


Setelah makan malam pun mereka saling mengobrol, para pria sedang asyik membahas tentang perusahaan sedangkan para wanita sedang asyik sendiri berbicara banyak hal.


Tante Lyla sangat senang karena mika sangat ramah bahkan mika juga banyak bercerita tentang kehidupan nya setelah pernikahan, rasanya tante Lyla sama seperti mami Siska yang enak di ajak bicara membuat mika merasa di hargai saja.


Makan malam di lakukan hampir tiga jam hingga sekarang tak terasa pukul sepuluh malam, om Burhan pun pamit pulang terlebih dahulu karena besok beliau sudah harus kembali ke negara nya.


"Melvin, kami pulang dulu ya salam buat papi dan mami mu. Mika kamu pamit dulu," pamit om Burhan.


"Iya, om." jawab mika dan Melvin bersamaan.


"Sayang, tante balik dulu ya," pamit tante Lyla sambil memeluk mika kemudian ikut elegi meninggalkan mika dan Melvin berdua saja.


Untungnya sebelum pergi tadi om Burhan sudah mengatakan bahwa mereka akan tutup mulut tentang pernikahan tersebut dan akan merahasiakan sampai keluarga Wijaya sendiri yang memberikan berita tentang tersebut, mereka juga tak lupa Mendoakan supaya pernikahan Melvin dan mika langganan dan segera mendapatkan momongan dan baik mika maupun Melvin hanya bisa mengaminkan saja.


"Capek?" tanya Melvin karena melihat mika menggerak-gerakkan kakinya dari tadi pasti capek menggunakan high heels dalam jangka waktu yang sangat lama.


"Enggak kok, udah yuk kita pulang." ajak mika.


Mereka pun segera menuju ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan restoran dan menuju ke mansionnya untuk kembali istirahat apa lagi besok mika sudah harus kembali ke kantor.


Namun mika juga senang karena dia bisa bertemu dengan kolega bisnis sang suami dan juga sahabat dari mertuanya, mengenal orang orang baik rasanya mika ingin melayang saja dibuatnya karena merasakan kehangatan sebuah keluarga lengkap ini.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2