Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 48_Satu Apartemen


__ADS_3

Pagi harinya Kayla sudah siap dengan pakaian kerjanya, rencananya dia akan pergi hari ini juga untuk mencari apartemen saja karena tidak mungkin dia harus menumpang terus terusan dan merepotkan mika.


Setelah sarapan dia pun sudah pergi bersama dengan kopernya, awalnya mika ingin mengantar sang sahabat namun Kayla menolak melvin pun menyuruh agar Angga mengantar kayla mencari apartemen.


Dan Angga pun hanya menuruti saja dan mengantar kayla sedangkan Melvin berangkat dengan sang istri.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Di sisi lain Angga mengantar kayla mencari apartemen yang cocok hingga Kayla menyuruh Angga untuk menurunkan nya di trotoar dekat halte bus karena Kayla beralasan akan pergi mencari dengan temannya saja dan Angga pun percaya begitu saja.


Setelah itu dia menurunkan Kayla dan dia melajukan mobilnya meninggalkan Kayla sendirian dengan koper berat di tangannya.


Dia hari ini mengambil cuti sehingga dia tidak harus takut terlambat, dia akan memaksimalkan hari ini untuk mencari apartemen agar besok dia tidak tahu cuti lagi.


Setelah hampir setengah hari kayla mencari apartemen nun tidak ada yang cocok untuknya bahkan banyak yang fasilitas nya sangat tidak memadai namun mahal sekali, bagi Kayla yang hanya punya uang pas-pasan pasti sangat tidak bisa.


Hingga dia ingin menyerahkan saja mencarinya, dia akan datang ke satu apartemen di depannya ini kalau tidak cocok dia akan memilih untuk tidur di kos-kosan saja kali.


Dia melihat-lihat kamarnya yang ternyata cukup bagus bahkan sangat bagus, dia juga merasa nyaman hingga dia dengan bodohnya setuju saja untuk menyewa apartemen ini padahal jika di bandingkan dengan yang lainnya tadi ini adalah apartemen dengan harga yang paling mahal namun mungkin karena nyaman dan enak membuat Kayla tidak ambil pusing entahlah nanti dia akan makan apa kalau uangnya dia buat membayar sewa apartemen.


Setelah membayar sewa apartemen nya hari ini juga Kayla akan tinggal di sana karena dia sudah tidak ada tempat untuk tinggal lagi.


Beberapa kamu mika juga menelepon apakah Kayla sudah menemukan apartemen dan Kayla pun menjawab sudah membuat hati mika sedikit tenang setidaknya kayla tidak akan terlantar untuk beberapa hari ini.


Sore harinya setelah berberes beres Kayla merasa perutnya lapar dia pun memilih untuk membeli makanan di dekat apartemen barunya yang memang adalah jalanan besar di mana banyak pedagang kaki lima di sana.


Dia keluar hanya dengan menggunakan pakaian santai dengan jaket yang dia kenakan untuk menutupi dingin nya malam hari ini.


"Dia membeli beberapa makanan yang sangat ingin dia makan, tangannya bahkan hampir penuh dengan kantong kresek yang dia beli, sungguh wanita jika sudah di lihatkan oleh banyaknya makanan maka mereka akan kalab atau ingin semuanya dia beli sama seperti Kayla sekarang ini.


Setelah di rasa tangan nya sudah mulai penuh dan uang di dompet juga menipis Kayla pun memutuskan untuk kembali ke apartemen dan memakannya di sana entah urusan habis atau tidak itu urusan nanti yang terpenting makan dulu.


Dia masuk ke dalam lobi hingga dia melihat pintu lift yang akan tertutup membuat Kayla berlari cepat dan menekan tombol lift dan terbuka.


Saat dia akan masuk betapa terkejutnya ada asisten dari suami mika yap siapa lagi kalau bukan Angga, lelaki yang mengantarkan Kayla mencari apartemen tadi.


"Loh kamu? Kok di sini?" tanya Kayla terkejut.


"Seharusnya aku yang bertanya kamu kok di sini?" tanya Angga balik.


"Aku tinggal di sini." balas Kayla.


"Apa! Aku juga tinggal di sini," balas Angga.


"Jadi kita..." jeda Kayla saat Angga menginterupsi nya untuk masuk atau tidak.


"Mau masuk apa tidak?" raya Angga.

__ADS_1


"Oh iya."


Setelah itu Kayla pun masuk, dia memencet tombol lift yang ternyata Angga juga akan turun di lantai yang sama sehingga dia tidak perlu menekannya lagi.


Saat sampai di lantai tersebut baik Kayla dan Angga pun keluar bersamaan.


"Keluar di lantai ini juga?" tanya angga dan di angguki oleh Kayla.


"Nomor berapa?" tanya Angga.


"26, kamu?" tanya Kayla.


"25, kita ternyata tetanggaan." jawab angga kemudian meninggalkan kayla dan masuk ke dalam apartemen nya begitu pun dengan Kayla.


Dia tidak menyangka akan satu gedung apartemen dengan Angga asisten yang menurutnya cukup dingin sama seperti tuannya namun setidaknya Melvin masih ada tersenyum nya kepada mika lah ini gak ada senyum sama sekali namun siapa lah Kayla hingga bisa membaut Angga tersenyum.


setelah masuk ke dalam apartemen nya Kayla segera menyantap makanannya yang sudah dia beli tadi, bahkan satu meja sudah full dengan makanan semuanya.


Dia makan dengan lahap bahkan semua makanan dia cicipi membuat Kayla sudah sangat kenyang bahkan hanya mencicipi nya saja, sekarang baru lah Kayla merasa menyesal membeli banyak sekali makanan karena pasti tidak akan di bakam semuanya.


Kayla pun menyimpan kembali makanannya di kulkas untuk besok di makan lagi karena sayang kalau harus di buang.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Pagi harinya Kayla sudah bangun dan bersiap untuk bekerja, dia harus kembali mencari duit karena duit nya sudah habis kemarin untuk menyewa apartemen dan juga makanan di kulkas nya itu.


Angga cuek seperti tidak pernah bertemu saja tanpa menyapa atau bagaimana membuat kayla kesal saja entah kenapa.


Dia pergi ke halte bus terdekat bahkan saat Angga menyetir mobilnya menjauh dari apartemen saja dia tidak menawari Kayla untuk ikut nebeng atau bagaimana tapi malah diam saja.


"Dasar kutub es," sahutnya kesal dia lun menaiki bus yang kebetulan juga baru saja tiba.


Dia ke kantor dengan perasaan kesal ingin rasanya mencabik-cabik saja muka dinginnya itu.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Di sisi lain mika sama sekali tidak tahu tentang kekesalan sang sahabatnya itu dengan asisten sang suami yang sudah sampai saja mansionnya.


"Sayang, Angga udah sampai nih." ujar mika memanggil sang suami yang masih berada di kamar nya setelah sarapan tadi katanya ada yang ketinggalan.


"Iya, sayang ku. Ya udah aku berangkat kerja dulu ya," pamit melvin kemudian mencium kening sang istri, pipi dan sekilas bibir sang istri membuat mika malu dasar memang Melvin senang sekali menciumnya di sembarang tempat seperti tadi deh.


Setelah itu mika juga berangkat ke kantor, saat di perjalanan dia berinisiatif untuk menghubungi Kayla menanyakan kabarnya apakah baik baik saja.


[Halo, mik.]


[Halo, Kah. Kamu kenapa kok suara Kayla kesel gitu sih?] tanya mika karena terdengar suara Kayla yang tidak biasanya.

__ADS_1


[Enggak cuma kesel aja aku mik.]


[Kesel kenapa?]


[Asal kamu tahu aja ya tetangga sebelah apartemen aku itu Angga asisten suami kamu.] ucap Kayla memberitahukan hal tersebut kepada mika.


[Apa! Kok bisa?]


[Entah aku juga enggak tahu,]


[Wah aku butuh cerita lengkapnya nih kay, nanti kalau ada waktu kita ketemuan ya di apartemen kamu.] ucap mika.


[Oke, kabar-kabaran aja ya mik.]


[Oke Kayla, ya udah aku matiin dulu ya soalnya udah sampai kerjaan nih.]


[Oke, selamat bekerja.]


[Iya, kamu juga.]


Setelah itu mika pun menutup teleponnya dan keluar dari mobil menuju ke kantornya, dia sangat penasaran saja bagaimana bisa Kayla bisa menyewa apartemen di sana.


Sore harinya mika mengatakan dia ingin sekali mampir ke apartemen Kayla dan kebetulan juga kayla sudah berada di apartemen nya sehingga dia memperbolehkan mika untuk datang ke sana.


Mika juga sudah meminta izin kepada melvin bahwa dia akan pergi ke apartemen Kayla yang baru namun dia tidak mengatakan dimana apartemen Kayla sesungguhnya.


Mika datang dengan bawaan oleh oleh untuk penyambutan rumah baru buat Kayla, dia membawa banyak camilan bahkan dia juga membawa makanan yang di pesan oleh kayak tadi.


"Wah kay apartemen kamu bagus banget sumpah, dari depan aja udah kelihatan mewah apa lagi lobi nya sudah seperti hotel bintang aja." ucap mika.


"Bagus banget kan, makanya aku gak nyesel sewa di sini walau pun mahal sih." ucap Kayla.


"Kamu aja kok, oh ya beneran kamu satu gedung apartemen sama Angga?" tanya mika yang dari tadi sangat penasaran.


"Iya, aku satu apartemen sama Angga. Sumpah ya dia cuek banget mik padahal Raid kita ketemuan tapi serasa kita sing banget gak sih padahal kalau kenal yang dia juga tahu aku siapa."Ucap Kayla kesal sekali.


"Sabar kay, mungkin dia malu buat nyapa duluan makanya dia gak nyapa. Kamu coba pikir positif thinking saja," ucap mika memberikan petuah yang bijak dan Kayla mulai paham.


"Ya udah yuk di makan, aku tadi bawa makanan banyak loh." ujar mika.


Mereka pun saling bercanda hingga banyak cerita yang jarang mereka ceritakan karena dulu mereka jarang bertemu sehingga sekarang banyak cerita yang bisa mereka ceritakan.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2