Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 63_Interogasi


__ADS_3

Keesokan harinya Melvin terlelap di kursi samping sang istri sambil terus menjaga nya, Melvin tak sekalipun meninggalkan mika dan tetap berada di samping sang istri bahkan saat mika sedang tidur.


Hari ini mika bangun terlebih dahulu dan melihat sang suami yang sepertinya sangat tersiksa tidur di kursi kecil itu membuat mika berencana untuk bangun namun karena gerakannya itu lah membuat melvin terbangun dari tidurnya.


"Mau ke mana?" tanya melvin bangun dari tidurnya.


"Gak mau ke mana mana," ucap mika.


"Kok bangun," balas Melvin.


"Oh aku tadi mau ngasih ini selimut ke kamu soalnya kamu kayak gak nyaman gitu eh tapi kamu bangun," ucapnya merasa bersalah karena seperti sudah membangunkan sang suami.


Melvin yang mendengar hal itu pun tersenyum simpu kemudian mencium kening sang istri lama sekali.


Tak lama pintu kamar di ketuk membuat Melvin melepaskan ciumannya kepada anak istri, mami Siska masuk bersama dengan bi Endah dengan membawa beberapa makanan dan juga cemilan karena dokter menganjurkan agar mika beristirahat selama satu minggu di rumah sakit baru bisa pulang.


"Pagi sayang," sapa mami Siska menghampiri mika.


"Pagi, mi." balas mika.


"Ini mami bawain sarapan buat kamu, mami tahu kalau kamu pasti gak mau makan makanan rumah sakit yang hambar itu kan." sahut mami Siska karena dari kemarin mika tidak mau makan karena makanan rumah sakit yang sangat hambar membuatnya tidak berselera sehingga Melvin pun kemarin menyuruh bi Endah untuk membuatkan makan untuk sang istri.


Mika sarapan dengan mami Siska yang menyuapi sedangkan Melvin izin untuk pergi sebentar karena ada urusan yang harus dia kerjakan.


"Sayang, aku keluar sebentar ya. Nanti aku bakalan balik kok," ucap Melvin.


Mika pun mengiyakan karena dia merasa kasihan kalau sang suami hanya menjaganya terus.


Melvin pun keluar dari kamar mika dan langsung di sambut oleh Angga yang sudah berdiri tegap di sana menunggu tuannya keluar.


"Bagaimana di penjara?" tanya Melvin berjalan menjauh dari ruang mika dan menuju ke mobilnya untuk ke penjara.


Melvin akan pergi ke penjara untuk melihat orang orang tidak tahu di untung itu mendekam dan menderita di sana.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•

__ADS_1


Di sisi lain Amel yang sedang berada di rumahnya bersama sang suami mendapatkan kabar kalau mama nya baru saja masuk penjara karena sudah melakukan tindakan kejahatan yaitu penculikan.


Mendengar hal itu Amel pun tidak tenang dan langsung mengajak sang suami menuju ke penjara tempat jenny di tahan.


"Mama," panggil Amel saat jenny baru saja masuk ke dalam ruang besuk di mana mereka di batasi oleh kaca tebal dan hanya beberapa lubang di sana.


"Mama, mama kenapa bisa ada di sini?!" tanya Amel khawatir karena bagaimana pun sang mama tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.


"Amel, tolong mama tolong keluarin mama dari sini," ucap jenny dengan menggebu-gebu karena dia sudah tidak betah di dalam penjara.


"Ma, Amel bisa aja keluarin mama tapi mama juga harus inget kalau orang yang mama cari gara-gara itu Melvin ma," ucap amel tak habis fikir dengan sang mama.


Tak lama polisi datang dan membawa jenny kembali ke sel nya karena waktu jenguk sudah habis.


Setelah itu Amel pun kembali ke rumahnya dan memikirkan bagaimana supaya sang mama bisa keluar dari penjara, nun Amel mengalami pemikiran buntu karena memikirkan masalah sang mama, dia sedang hamil sehingga sangat menguras pikiran saja.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Di sisi lain Lucas yang sedang berada di kantor mendapatkan kabar kalau sang istri Imelda berada di penjara karena menculik mika.


Lucas segera menuju ke penjara dan menemui Imelda, dia melihat imelda yang sangat mengenaskan sekali dengan luka yang ada di tubuhnya dan beberapa memar di wajah nya.


"Sayang, tolong lepasin aku ya." ucap Imelda memohon karena dia juga sudah tidak kuat berada lama lama di penjara.


"Apa yang sudah kamu lakukan Imelda hingga harus di penjara seperti ini?!" tanya Lucas memancing Imelda.


"A... aku," jeda nya bingung harus menjawab apa.


"Aku apa, mau jawab kalau kamu baru aja menculik mika bukan," sahut Lucas membuat Imelda terkejut karena Lucas sudah tahu hal tersebut.


"Sayang bukan gitu, aku cuma mau ngasih pelajaran aja buat mika karena dia berusaha buat goda kamu," jawab Imelda.


"Kamu gila emang ya Imelda, asal kamu tahu aja mika sama sekali tidak pernah menggoda aku, itu semua karena aku sendiri yang ingin mendapatkan mika lagi dan mika terus menolak ku!" bentak Lucas kesal dengan pemikiran sempit sang istri.


Tidak mau terus terusan berada di sana Lucas pun pergi dari sana dan kebetulan berpapasan dengan Melvin yang juga baru saja tiba.

__ADS_1


"Tuan, bagaimana kabar dari mika,?" tanya Lucas penasaran.


"Apa hak kamu buat tanya tentang kabar dari istri saya?" tanya melvin membuat Lucas kelabakan.


"Tidak tuan, kalau begitu saya permisi." pamit Lucas.


Melvin dan Angga pun langsung menuju ke ruang interogasi di mana dua wanita gila dan satu pria gila itu pun sudah hadir di sana.


Melvin melihat di ruangan kedap suara di sebelah karena dia ingin tahu bagaimana mereka menculik sang istri.


Karena berada di bawah tekanan akhirnya jenny pun menceritakan semuanya begitu pun dengan Marko.


"Ini semua karena jenny yang mengajak saya buat mencelakai mika," ucap Imelda membela diri.


"Yaaaa! Aku mengajak mu tapi kamu juga setuju bukan, kenapa malah menyalahkan ku," ucap jenny tidak terima jika dia menjadi tumbal di sini.


"Lalu bagiamana dengan tersangka pria?" tanya petugas yang menjalankan interogasi nya.


"Saya hanya menerima tawaran mereka saja pak, mereka menyogok ku dengan tubuh mereka bagaimana coba saya tida tergoda." ucap Marko blak-blakan.


"Hey, jaga ucapan mu!" bentak Imelda ingin Marko tutup mulut.


"Kenapa takut, gak usah tahu aku udah lihat semuanya kok." jawab Marko.


Acara interogasi oun berakhir setelah hampir satu jam an mereka di interogasi, Melvin yang terus memantau dengan diam pun mulai menerawang bagaimana awal mula sang istri di culik.


"Kapan tanggal persidangan nya?" tanya Melvin kepada Angga.


"Dua Minggu lain tuan," ucap Angga.


"Suruh mereka mendapatkan jatuhan hukuman yang berat namun jangan sampai hukuman mati karena aku tidak mau mereka mati dengan cara mudah." ucap Melvin membuat bulu kuduk Angga merinding saja.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2