Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 43_Rapat Pemegang Saham


__ADS_3

Hari ini mika sudah kembali bekerja seperti biasanya, saat sampai di kantor di sana sudah ada mbk Ratna yang menunggu mika.


Mika hari ini memang di antar oleh Melvin di dekat kantornya karena dari tadi Melvin kekeh ingin sekali mengantar sang istri bekerja akhirnya mau tak mau mika pun mengiyakan saja.


Ternyata tadi mbk Ratna melihat mika di antar oleh mobil berbeda dari yang biasanya mengantarnya membuat mbk Ratna kepo sekali.


"Cieee yang kayaknya di anter suami nih," goda mbk Ratna saat mika baru saja tiba di mejanya.


"Loh mbk Ratna lihat?" tanya mika karena dia kira tidak ada yang melihatnya.


"Lihat lah tapi gak kelihatan suami kamu soalnya jauh tadi," ucap mbk Ratna.


Mika merasa bersyukur setidaknya mbk Ratna tidak melihat melvin di sana tadi dan juga setidaknya mbk Ratna tidak melihat kiss mereka berdua di dalam mobil tadi bisa gawat kalau mbk Ratna tahu.


"Kapan-kapan dong mik ajak mbk sama Billy ketemuan sama suami kamu, aku penasaran banget loh." seru mbk Ratna ingin tahu sekali bagaimana penampakan wajah suami dari mika hingga mika mau menikah di hari pernikahan nya dan Lucas yang dia batalkan sendiri.


"Iya, aku pasti bakalan ajak kalian ketemu kok tapi yang harus kita lakukan adalah berbicara sama Billy dulu memberitahu berita tersebut mbk kan dia enggak tahu," sahut mika.


"Oh iya lupa, nanti makan siang aja gimana?" ajak mbk Ratna.


"Oke siap," balas mika.


Setelah itu mereka pun segera kembali ke meja kerjanya masing-masing karena segera bank akan di buka, banyak nasabah yang sudah mengantri di sana membuat mika yakin bahwa akan terlambat nanti dia makan siang karena terlalu membeludaknya nasabah.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Di sisi lain Melvin sekarang berada di ruangannya dia sedang berkutat dengan berkas-berkasnya atau lebih tepatnya yaitu berkas ANDALA Grup karena nanti adalah rapat pemegang saham di sana dan melvin memutuskan untuk datang melihat perkembangan perusahaan yang sedikit demi sedikit mulai naik dan stabil, memang jika semua urusan ada campur tangannya Melvin Nahlu Wijaya memang sungguh akan berhasil.


Jangan lupa dengan saham Melvin yang awalnya 25 persen sekarang malah berkembang menjadi 35 persen karena dia berhasil membeli saham tersebut dari beberapa investor kecil.


"Angga keruangan saya," panggil Melvin menggunakan telepon kantornya.


Tak lama Angga pun sudah berada di samping Melvin, dengan tenangnya Melvin segera menyuruh Angga untuk menyiapkan berkas yang di perlukan saat mereka akan ke ANDALA Grup.


"Siapkan semua berkasnya, setengah jam lagi kita akan berangkat." perintah Melvin.

__ADS_1


"Baik tuan," setelah itu Angga pun menjalankan tugasnya.


Benar saja setengah jam kemudian Melvin keluar dari ruangannya di ikuti di belakang Melvin menuju ke ANDALA Grup.


Sampai di lobi perusahaan Melvin dan Angga pun segera masuk, baru saja masuk Melvin sudah menyedot perhatian para karyawan ANDALA Grup saja dan menjadi pusat perhatian di sana apa lagi bagi kaum hawa yang seperti melihat pahatan sempurna dari Tuhan.


Mereka sering mendengar dan melihat Melvin di media sosial bahkan koran dan televisi namun mereka belum pernah bertemu langsung membuat banyak wanita histeris.


Kedatangan Melvin memang tidak di ketahui siapapun karena saat undangan di sampaikan Angga mengatakan bahwa jadwal Melvin sangat padat mungkin saja tidak bisa datang.


Mereka semuanya memaklumi hal tersebut karena status Melvin sebagai Presdir di perusahaan nomor satu di negara ini pasti menyita banyak waktu sekali.


Namun siapa sangka ternyata orang sibuk ini bisa hadir di sana, Angga pun menuju ke resepsionis untuk menanyakan dimana ruang rapat nya berada setelah itu resepsionis pun mengantarkan orang penting tersebut ke tujuan mereka.


Sampai di sana ruang rapat sudah tertutup dan rapat di dalam pun sudah di mulai, semua orang tampak serius hingga tiba-tiba sekertaris Presdir masuk ke dalam dengan terburu-buru membuat semua orang merasa pasti ada hal yang tidak beres.


"Ada apa?" tanya papa Lucas yang menjabat sebagai Presdir ANDALA Grup.


"Tuan, tuan Melvin datang untuk menghadiri rapat." bisik sang sekertaris membuat papa Lucas langsung terkejut belum juga hilang keterkejutannya tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan adanya Melvin yang baru saja bersama dengan Angga.


Semua mata tertuju padanya mulai dari rasa terkejut, kaget bahkan kekaguman semuanya di layangkan kepada Melvin, bahkan di sana ada Lucas yang juga menghadiri rapat, dia mengenal Melvin sebagian pebisnis sukses tapi tidak dengan siapa Melvin dan apa hubungannya dengan mika.


Melvin tak menghiraukan tatapan semua orang dia langsung duduk di tempatnya yang memang di sediakan.


"Tuan Melvin," ucap papa Lucas terkejut karena ada nya orang besar di perusahaan nya bahkan mengikuti rapat hari ini.


"Lanjutkan saja rapatnya," tutur Melvin.


Sedangkan Lucas juga respect dengan Melvin pun sebisa mungkin berpenampilan bagus dan rapi untuk menggaet orang kaya ini.


Saat rapat berjalan Melvin fokus dengan perkembangan perusahaan namun jangan salah mata elang Melvin juga dari tadi mendapati Lucas yang terus melihatnya namun karena pintarnya Melvin hingga tidak ada yang tahu kalau sebenarnya Melvin tahu kalau Lucas melihatnya.


Sepanjang jalannya rapat Melvin terus saja memberikan pertanyaan pertanyaan yang susah untuk di jawab hal ini karena Melvin ingin agar investasi nya tidak sia-sia karena dia sudah menginvestasikan uang banyak di ANDALA Grup.


"Saya harap kedepannya lagi ANDALA Grup bisa lebih memprioritaskan kualitas dan juga mutu produk, saya tidak mau di kemudian hari akan akan kecacatan produk hingga merugikan banyak pihak." tegas Melvin.

__ADS_1


Semua orang di sana diam saja, mereka sudah dengar bagaimana dingin dan kejam nya Melvin saat bekerja dan memimpin rapat hingga hari ini mereka sendiri tahu kenapa Wijaya Grup bisa sampai sesukses ini itu karena kerja keras dan kedisiplinan para pemimpinnya.


Banyak yang membandingkan dengan ANDALA Grup yang hampir saja bangkrut karena uang yang di hasilkan sering kali di hambur hamburkan untuk hal yang tidak kering bahkan beberapa waktu yang lalu korupsi terjadi di perusahaan membuat perusahaan merugi besar.


Sampai rapat selesai baru lah Melvin pamit untuk undur diri, semua orang berusaha mengantar Melvin untuk pergi dari sana karena mereka merasa segan dengan Melvin.


Bahkan saat akan masuk mobil saja para penjilat jabatan itu masuk menunggu Melvin membuat Melvin jengah dengan mereka semua berpendidikan tetapi di saat seperti ini malah terlihat seperti anjing yang patuh pada majikannya bukan kah lucu sekali.


"Kembali ke kantor," perintah Melvin.


Angga segera melajukan mobilnya ke kantor lagi karena masih jam makan siang jadi sangat lama untuk kembali pulang lagian di rumah tidak ada sang istri jadi Melvin memilih untuk kembali ke kantor saja.


"Tuan, tak pak Mario menghubungi saya mengatakan bahwa akan ada rapat juga untuk pengganti jabatan karena tuan Alan sedang sakit dan tidak bisa masuk kerja karena mungkin butuh waktu lama untuk pemulihan," jawab Angga di dalam mobil saat mereka sedang menuju ke kantor.


"Penggantian? Siapa?" tanya Melvin yang mengalihkan fokusnya setelah melihat tablet di tangannya.


"Dari yang saya dengar seperti nya sang istri yaitu jenny berkeinginan untuk menjadi direktur di inters company tuan," jawab Angga.


"Apa! Oh jadi mereka memang ingin menyingkirkan suaminya tanpa tahu kalau perusahaan itu adalah miliki mika," terka Melvin dan di angguki oleh Angga.


"Okey, kalau begitu mari kita mulai permainan ini." seru Melvin dengan seringai di wajah tampannya.


"Suruh pak Mario untuk mewakili mika untuk datang ke rapat tersebut," perintah Melvin.


"Baik, tuan."


"Kita lihat saja bagaimana sikap mereka," ucap Melvin.


Setelah itu tak lama baru lah mereka sampai di kantor kembali dengan rutinitas siang nya hingga sore pun masih sama dengan melakukan pekerjaan.


Gara-gara Melvin datang di rapat pemegang saham tadi bisa-bisa nya saham ANDALA Grup langsung naik tinggi membuktikan bagaimana berpengaruhnya Melvin di dunia bisnis bukan.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2