
Di sisi lain jenny dan Imelda sudah berada di rumah besar bos geng preman yang mereka sewa untuk membalaskan dendam nya kepada mika.
.
"Ada apa kalian ke sini?" tanya bos tersebut yang bernama bos marko.
"Begini tuan, kamu datang ke sini karena kami perlu bantuan tuan untuk membalaskan dendam kepada salah satu orang yang sedang kami benci," ucap Imelda.
"Apa imbalan yang aku terima jika membantu kalian?" tanya Marko karena dalam bisnisnya tidak akan pernah bisa membantu jika tidak ada hal yang di untungkan.
"Apapun yang tuan inginkan akan kami berikan." ucap imelda tanpa rasa takut sama sekali karena yang dia ingin kan sekarang hanya lah membalaskan dendam kepada mika.
"Apapun?" tanya Marko dan di angguki oleh Imelda dengan percaya diri.
Sedangkan jenny malah diam saja karena jujur dia baru pertama kali datang ke tempat-tempat yang seperti ini.
Setelah menimbang cukup lama Marko pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Imelda dan jenny, dia menuju ke arah belakang Imelda dan jenny sedangkan kepalanya dia taruh di tengah tengah sejajar antar kepala Imelda dan jenny, tangannya dia letakkan di dua wanita itu.
"Apapun itu," baiknya kemudian tanpa ampun Marko langsung meremas dada kedua wanita tersebut hingga terdengar jeritan atau lebih tepatnya desa*han dari keduanya.
Sungguh wanita murahan yang hanya demi sebuah balas dendam rela memberikan kehormatan nya yang seharusnya mereka berikan hanya kepada suami mereka namun ternyata demi balas dendam semuanya tidak di perdulikan oleh mereka.
Setelah puas dengan nafsunya Marko segera menyetujui permintaan dari dua wanita ayang baru saja dia tiduri bersama itu, sungguh baginya bermain dengan banyak wanita adalah keahliannya.
"Aku akan bantu kalian, dan tenang saja anak buah ku sangat menuruti ucapan ku." ucap Marko kemudian meninggalkan dua wanita gila itu yang hanya berdiam terlentang di kasur king size tersebut tanpa sehelai benang pun.
Saat Marko sudah pergi jenny berusaha untuk bangkit dan memunguti pakaian nya sedangkan Imelda masih santai dengan tubuhnya tanpa penghalang apapun.
"Aku melakukan ini hanya demi untuk membalaskan dendam ku, jika hal ini tidak berhasil maka akan aku salahkan dirimu karena sudah membuat ku seperti Pela*cur saja." tutur jenny sudah lengkap dengan pakaiannya.
"Hey wanita tua, asal kau tahu saja anak mu itu juga hasil dari pekerjaan mu sebagai Pela*cur jadi jangan sok suci kau di depan ku." ucap Imelda yang memang tahu seluk beluk jenny sehingga dia mau bekerja sama.
Sedangkan Jenny yang mendengar hal tersebut pun dibuat terkejut pasalnya tidak ada siapapun yang tahu tentang asal usul sang anak.
"Tidak usah menatapku seperti itu, tenang saja aku tak akan membocorkan rahasia mu itu tapi yang terpenting kita selesaikan terlebih dahulu misi balas dendam ini," tekannya yang sudah memakai semua pakaiannya.
Setelah itu Imelda pergi dulu di ikuti oleh jenny, entah bagaimana misi balas dendam ini akan berjalan tapi semoga saja mika dalam perlindungan Tuhan dan tidak ada yang bisa menyakitinya.
š„š„š„
__ADS_1
Pagi harinya Marko dan anak buahnya sudah melakukan rencana untuk menculik mika karena begitulah ingin klien nya itu, Imelda dan jenny meminta untuk mereka menculik mika biar nantinya sisanya akan mereka tangani sendiri.
Hal seperti itu sangat mudah bagi Marko dan geng nya karena itu sudah menjadi makanan mereka sehari-hari menculik, menembak hingga membunuh jadi jangan di ragukan lagi kelicikannya namun ada yang membuat dia sedikit harus waspada karena orang yang mereka lawan adalah salah satu lawan hang berat di mana bakingan nya adalah salah satu orang yang sangat berpengaruh dan bisa saja bisnisnya di bangkrutkan sehingga Marko melakukannya dengan hati-hati dan penuh penyamaran.
Mereka sudah menunggu kedatangan mobil mika di perempatan jalan dekat kantor di mana cctv di sana sudah mereka lumpuhkan sehingga kemungkinan besar tidak akan bisa terlihat wajah mereka.
Hingga mobil tersebut terlihat dan juga iring-iringan mobil bodyguard juga terlihat mereka membagi beberapa kelompok ada yang menghalangi jalan hingga yang mengurus bodyguard nya.
Dari arah belakang mobil Jeep besar menabrakkan mobilnya dengan mobil yang di tumpangi mika hingga suara tabrakan keras tak terelakkan.
BRAK BRAK
Para bodyguard yang melihat nyonya nya itu terancam pun berusaha untuk menyerang lawan namun banyaknya anggota yang di bawa tim Marko tidak sebanding dengan bodyguard yang di siapkan sehingga bodyguard sudah berhasil di lumpuhkan.
Raya juga sudah berhasil di lumpuhkan dan pak Ilham juga, sehingga mereka segera membawa mika yang terluka keningnya karena benturan tersebut pun ke mobil Jeep tersebut dengan kasar.
"Jalan." perintah Marko saat mika sudah berada di sampingnya.
"Wah ternyata istri Melvin cantik juga dari pada dua wanita yang aku tiduri kemarin," ucap nya melihat kecantikan mika.
Namun mika berusaha untuk melawan meski pun tangannya sudah di ikat, dia tidak rela jika harus menyerah begitu saja.
Di sisi lain bodyguard yang masih bertahan dengan banyaknya luka berusaha untuk saling menolong di bantu oleh beberapa warga yang melintas dan menyaksikan kekejaman orang tadi.
Angga yang berada tempat pertemuan pun terkejut karena ada panggilan dari bodyguard nyonya nya, pasti ada yang tidak beres.
Dia sedang menunggu tuannya di kursi belakang melvin karena Melvin sedang berdiskusi banyak hal tentang pekerjaan dengan klien.
[Halo, ada apa?] bisik Angga karena tidak ingin mengganggu dia juga menjauh sedikit dari tempat rapat.
[Pak, nyonya baru saja di culik.] ucap raya dengan suara yang sudah bergetar hebat bahkan dia tidak merasakan sakit di tangan nya yang terkena tembakan peluru karena dia terlalu mengkhawatirkan nyonya nya itu.
[APA!] pekik Angga di sebrang sana.
[Terus sekarang kalian semuanya ada di mana?]
[Aku sedang menuju ke rumah sakit pak karena ada beberapa bodyguard yang terkena tembakan peluru hingga mungkin harus segera di operasi.]
[Okeh, kamu tetap tenangkan para bodyguard kami akan segera ke sana.] ucap Angga kemudian menutup teleponnya.
__ADS_1
Dia masuk lagi kedalam ruangan dan segera menghampiri Melvin yang sedang asyik berbincang bincang.
Angga langsung membisikkan sesuatu yang langsung membuat mimik muka Melvin menegang, dia bahkan berdiri dan pergi dari sana.
"Tuan, nyonya mika sekarang sedang di culik." bisik Angga, Melvin bukan orang yang tuli hingga tidak mendengar bisikan dari asistennya itu.
"Maaf tuan tuan seperti nya saya ada urusan yang sangat mendadak, tolong kirimkan saja proposal yang ingin kalian inginkan akan segera saya cek, saya permisi." tegas melvin dengan raut wajah marah nya.
Dia pergi dari sana dengan langkah kaki lebar menuju ke mobil, Angga mengendarakan mobilnya ke rumah sakit yang sudah di share oleh raya dengan kecepatan tinggi.
Bahkan jarak yang seharusnya di tempuh dengan waktu setengah jam malah menjadi lima belas menit karena kencangnya dalam mengendarai mobil.
Mereka segera menuju ke tempat para bodyguard dan juga pak Ilham yang di rawat di rumah sakit tersebut.
"Bagaimana bisa?" tanya Melvin saat sudah di depan raya untuk mendapatkan penjelasan.
Raya pun segera menjelaskan semuanya kepada tuannya itu, ada rasa khawatir yang terlihat di wajah Melvin.
Dia langsung melihat rekaman kamera di mobilnya yang memang dia pasang sembunyi-sembunyi itu, nampak lah jelas wajah para penculik di sana.
Ada wajah yang sangat Melvin kenali dan juga salah satu orang yang sangat dia percaya dan sudah Melvin anggap teman yaitu Marko, melvin sudah menjadi pelanggan di bar nya dulu sebagai pelanggan VVIP.
Dia juga yang banyak membantu bisnis Marko untuk lebih baik lagi dan banyak pelanggan namun dia malah melihat hal yang sangat menjijikkan ini.
Dengan marga Melvin pun menggengam erat jari tangannya hingga membiru menandakan kemarahan yang membuncah.
"Awas kau Marko," gumamnya tegas dan marah.
"Akan ku pastikan kau akan bersujud meminta ampunan kepadaku," ucap Melvin.
"Dan kalian berdua siapa-siapa menjemput ajal kalian!" tegas Melvin dengan marahnya.
Dia tahu siapa yang sudah melakukan ini kepada sang istri sehingga dia akan mengincar dua wanita Bajin*gan itu.
Melvin pun segera menuju ke bar untuk mencari Marko, dalam keadaan marah entah apa yang melvin lakukan tapi percayalah Melvin tidak akan mengampuni semua orang yang sudah mencelakai sang istri.
Dia sudah mencari alasan yang salah, dengan menculik sang istri maka orang tersebutlah yang akan mendapatkan siksaan dan penderitaan karena memilih lawan yang tidak sebanding.
.
__ADS_1
.
TBC