Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 52_Mengungkapkan Hubungan


__ADS_3

...DISCLAIMER...


INI HANYA CERITA HALU DAN TIDAK REAL DI DUNIA NYATA JADI JANGAN SAMPAI BAWA PERASAAN DAN JIKA ALUR DAN CERITA NYA TIDAK SESUAI DENGAN HARAPAN KALIAN TOLONG JANGAN DIHUJAT YA KARENA INI REAL HALUAN AUTHOR SAJA, KALAU MEMANG LEBAY HARAP DIMAKLUMI NAMANYA JUGA CUMA CERITA HALU šŸ™


HAPPY READING!!


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Mika pun kembali ke pekerjaan nya sedangkan melvin kembali ke mejanya di mana di sana sudah ada Angga.


Tapi tanpa mereka berdua tahu bahwa saat melvin mencium mika tadi ternyata tak sengaja juga di lihat oleh Amel di sana, dia tadi mencari jalan pintas untuk ke ruangannya dari pada harus memutar lebih jauh namun siapa sangka saat dia sedang menyusuri lorong dia melihat di salah satu lorong di sebelahnya malah memperlihatkan adegan di mana mika sedang menggoda tamu undangan VIP nya.


Amel pergi dengan marah dan juga pasti akan membalas mika, bagaimana bisa dia menggoda tamu nya di saat acara pernikahan.


"Dasar wanita tidak tahu di untung," gerutunya sambil berjalan ke ruangannya.


"Ada apa sih sayang?" tanya jenny saat melihat putrinya masuk dengan raut wajah kesal.


"Gimana gak kesel coba masa aku Raid gak sengaja ketemu sama mika terus mama tahu apa yang dia katakan," jeda Amel dan jenny hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Dia menggoda tamu VIP kita ma," serunya.


"VIP? Maksud kamu?" tanya jenny tidak paham.


"Tuan Melvin ma, dia menggoda taku VIP kita tuan Melvin Nahlu Wijaya." serunya membuat jenny terkejut.


"Apa! Gila memang anak itu, lihat saja nanti kita kasih pelajaran karena sudah membuat kamu emosi dan menggoda tamu terhormat kita." tuturnya dan di angguki oleh Amel.


Tak lama acara pun mulai, semua keluarga mempelai pun sudah hadir di depan setelah itu baru lah kedua mempelai masuk dengan sangat megah, Amel berjalan dengan sang suami di sampingnya dia memakai gaun rancangan desainer terkenal dan sangat megah namun tidak bisa di pungkiri kehamilan Amel yang ternyata sudah memasuki usia empat bulan mulai kentara dengan gaun minim seperti itu.


Mika hanya melihat dari balik pintu dapur yang memang sedikit transparan karena bagaimana pun dia adalah bagian keluarga dan seharusnya berdiri di barisan depan namun siapa sangka dia malah harus berdiri di tempat berbeda di barisan para pelayan.


Mika mengusap air matanya yang jatuh bukan karena terharu karena pernikahan Amel namun sedih karena seberapa pun dia menjadi kuat tapi kalau menyangkut mama dan papa nya dia akan tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik agar tidak ada yang tersakiti dan dia yang akan selalu menjadi kalah.


"Maaf, ma. Aku masih belum bisa menjadi anak yang berbakti kepada papa seperti ucapan mama dulu," lirihnya segera menghapus air matanya.


Setelah acara potong kue, kedua mempelai pun mulai berdansa di temani oleh beberapa tamu undangan yang juga berdansa di sana.


Banyak kamu hawa yang ingin sekali berdansa dengan Melvin namun Melvin tak juga berdiri dari duduknya dan malah sibuk memperlihatkan sekeliling seperti mencari seseorang dan hal itu di tangkap oleh jenny dan juga Amel.


Mika yang sedang membawa gelas minuman ke depan pun hanya berusaha untuk menetralkan rasa malu, Yap jelas lah dia malu karena harus menjadi seorang pelayan di nikahan sang kakak sedangkan di sana juga banyak alumni sekolahnya dulu.


"Eh ini bukannya mika, kok jadi pelayan sih." ucap salah satu alumni yang juga teman Amel di sana.


Mika tak menanggapi nya namun dia memilih untuk pergi sana dari sana karena tidak akan berguna juga dia terllau lama di sana.


Saat sedang mengisi banyak gelas di sana matanya tak sengaja melihat ke arah Melvin yang juga melihatnya secara tajam, Melvin pun akan bangkit namun langsung mendapatkan gelengan kepala dari mika hingga Melvin pun mengurungkan niatnya.


Mika kembali sibuk dengan pekerjaan nya, hingga dia lupa bahwa malam hari ini dia belum makan sama sekali.


Mika terus saja bekerja keras dan Amel yang melihat itu terlihat sangat luas hingga senang namun masih ada yang membuat hati nya tidak senang jika memikirkan tentang ciuman mika dan juga Melvin tadi.


Dia pun membuat rencana dengan sang mama agar mika tahu diri dan tahu posisinya yang hanya seorang pelayan tidak lebih.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Sekarang ini mika berjalan dengan membawa nampan menyusuri pinggiran kolam renang karena memang acara di adakan di taman dan juga ada kolam renang di sana.

__ADS_1


Mika berjalan ke arah jenny karena tadi ada yang memanggilnya di sana, jenny berdiri tepat di samping mika dan langsung menyambar minuman mika yang ada isinya.


Saat mika akan pergi dari sana jenny dengan sengaja mendorong tubuh mika hingga dia kehilangan keseimbangan di sana dan langsung tercebur ke kolam renang.


BYURRRR


Suara percikan keras terdengar, mika yang memang kurang siap pun langsung terjatuh apa lagi dengan kakinya yang sudah lumayan sakit sehingga dia sangat tidak bisa menopang tubuhnya dengan baik.


Dia juga tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya di salam air sehingga dia serasa tenggelam karena kakinya tiba-tiba kram di sana padahal mika sebenarnya bisa berenang.


Melvin yang mendengar suara dari kolam renang pun entah mengapa memiliki firasat buruk, dia dengan segera menghampiri kolam renang dimana sudah banyak orang yang datang dan hanya melihat mika yang tercebur tanpa berniat untuk menolong padahal di sana mika sudah akan tenggelam dengan tangan yang meminta pertolongan.


"S*it...." ucap melvin dengan nada marah dan banyak orang yang mendengar hal tersebut.


Melvin segera membuka jas nya dan di kasihkan nya ke Angga kemudian dia segera menceburkan dirinya di kolam renang.


BYURRRR


Banyak orang yang melihat ke arah Melvin tidak percaya bahwa akan melihat pemandangan indah di sana.


Melvin berenang dan menghampiri sang istri yang sudah mulai kehabisan nafas itu, dia segera membawa sang istri kedalam pelukannya dan menenangkan sang istri.


"Hey hey aku di sini sayang, jangan takut lagi ya." bisik melvin dengan lembut di telinga mika dan mika mulai merasakan rileks lagi di tubuhnya dia pun langsung memeluk erat tubuh sang suami karena jujur mika sangat ketakutan sekali sekarang ini.


Hal itu mengingatkannya dengan kejadian yang sama persis dia tenggelam karena ulah ibu tirinya itu.


"Kita pulang ya," ajak Melvin dan di angguki oleh Mika.


Melvin segera menggendong sang istri ala bridal style dan mika langsung saja mengalungkan tangannya di leher sang suami dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang melvin.


Melvin membawa mika naik ke atas permukaan dan dengan tatapan tajam melihat ke arah ibu dan anak itu yang menurutnya sangat kejam bagaimana bisa mereka melakukan hal jahat seperti ini.


Melvin juga melihat orang-orang sekitar yang hanya diam saja dan hampir saja membuat nyawa sang istri tak tertolong karena tenggelam, mereka lebih mementingkan agar bajunya tidak basah dari pada harus menolong orang tenggelam, gila memang dunia sekarang ini rasa empati dan iba mulai hilang karena glamornya dunia fana ini.


Melvin membawa sang istri pergi dari sana, mika terus menangis di pelukannya membuat Melvin tidak tega dibuatnya dia bersumpah akan membuat siapa pun orang yang berada di sana menerima akibatnya karena sudah mempermalukan sang istri apa lagi keluarga sang istri dan juga orang-orang yang sudah menertawakan nya tadi.


Angga mengikuti melvin dan mika dari belakang sambil membawa jas yang tadi di berikan oleh tuannya itu, Angga yakin bahwa tuannya ini akan membalas kan dendam dengan orang-orang di sini semuanya.


Sedangkan semua orang menahan nafas saat Melvin menceburkan dirinya dan menyelamatkan pelayan yang tercebur tadi membuat semua orang bingung dan takut setengah mati karena mereka sudah menertawakan pelayan wanita tersebut, namun banyak juga yang penasaran dengan hubungan mereka berdua mengapa seorang Melvin Nahlu Wijaya sampai rela menceburkan dirinya untuk dia.


Jangan tanyakan lagi bagaimana ekspresi jenny dan Amel yang sudah seperti terbakar api karena kejadian yang mereka lihat, padahal awalnya dia ingin mempermalukan mika namun siapa sangka malah ada adegan seperti itu membuat mereka juga sedikit ketar ketir karena tatapan Melvin tadi.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Di sisi lain Melvin membawa sang istri ke mobil dan menyelimuti mika dengan jas tebalnya tadi karena mika sudah kedinginan karena cuaca di luar memang cukup dingin di tambah lagi mika yang habis masuk ke dalam kolam renang membuat mika merasa menggigil.


"Angga siapkan konferensi pers besok pagi." perintah Melvin dan di angguki oleh Angga.


"Baik, tuan."


Setelah itu angga pun melajukan mobilnya menuju ke arah mansion, di sana sudah ada mami Siska dan keluarga yang lainnya karena Melvin yang menyuruh mereka datang.


Sampai di mansion Melvin segera membawa mika yang terlelap di pelukannya menuju ke kamar mereka setelah itu mengganti pakaian sang istri agar lebih hangat kemudian melvin juga mengganti pakaiannya juga yang basah.


Setelah selesai melvin turun ke bawah dan ingin berbincang dengan seluruh keluarganya masalah yang terjadi ya walau pun mereka sudah mendengarnya dari Angga tadi.


"Bagaimana keadaan mika sayang?" tanya mami Siska sangat khawatir.

__ADS_1


"Dia sudah lebih baik kok mi, sekarang biarin mika istirahat saja dulu." ucap Melvin dan di angguki oleh semua orang.


"Pi, mi, kak, kakak ipar." panggil Melvin dengan tampang serius.


"Ada apa Vin?" tanya papi Jhonny.


"Aku berencana besok untuk mengumumkan tentang pernikahan ku agar mika tidak lagi di rundung seperti ini apa lagi dengan keluarganya sendiri dan aku sebagai seorang suami hanya diam saja tidak menolongnya," jelas Melvin panjang lebar.


Semua orang setuju dengan keinginan melvin kali ini karena melihat mika yang terus di sakiti membuat mereka geram dengan orang yang sudah mencelakai mika.


"Papi setuju, lebih cepat lebih baik Vin. Besok papi bakalan suruh orang kepercayaan papi untuk menuliskan berita tersebut," dukung papi Jhonny.


"Iya, Pi." balas Melvin.


"Besok kakak juga bakalan suruh media yang kakak kelola untuk menayangkan berita ini Vin," ucap kak dimas.


"Makasih kak," balas Melvin merasa bersyukur karena banyak orang yang peduli kepadanya.


"Ya udah sana kamu ke kamar aja Vin, gimana kalau mika bangun buruan." ucap kak Clara mengkhawatirkan mika.


"Iya, kak. Kalau gitu Melvin ke kamar dulu," balas melvin kemudian pergi meninggalkan keluarganya yang memang hari ini mereka akan menginap di mansion Melvin.


Dia masuk ke dalam dan melihat sang istri yang masih terlelap dengan pulas membuat melvin menyalahkan dirinya sendiri, kalau saja Melvin bisa lebih berani dan juga bisa lebih tegas lagi dengan hubungannya dengan mika maka hal seperti ini pasti tidak akan terjadi.


Dia ikut berbaring di samping sang istri kemudian memeluk sang istri erat memberikan rasa hangat di tubuhnya agar sang istri tidak kedinginan lagi.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Pagi harinya semua media merasa heboh karena mendapatkan kabar bahwa Presdir Wijaya Grup akan melakukan konferensi pers pribadi, mereka saling bertanya apakah ada hal yang mendesak hingga harus tiba-tiba sekali bahkan media sendiri tidak tahu informasi apa yang terlewatkan hingga ada konferensi pers seperti ini.


Di sisi lain mika bangun dari tidurnya namun tak melihat adanya sang suami di sampingnya membuat mika mengerenyitkan dahinya karena biasanya dialah yang bangun terlebih dahulu dari pada suaminya namun dia malah tak melihat adanya sang suami di sampingnya.


"Udah bangun?" tanya Melvin sudah lengkap dengan kemeja kantornya yang dia tekuk hingga ke siku menambah aura ketampanan nya saja.


Mendengar ucapan dari sang suami membuat mika mengalikan pandangan nya ke arah pintu kamar dan menampakkan sang suami di sana dengan membawa nampan berisi sarapan untuk mika.


"Yuk makan dulu," ucap Melvin.


Mika pun hanya diam saja dan menurut saat sang suami menyendok kan makanan tersebut ke mulutnya, hingga beberapa saat makanan tersebut pun tandas habis di makan oleh mika dan Melvin merasa senang.


Dia pun menyingkirkan piring tersebut dan menatap sang istri dengan intens.


"Sayang, mari kita umumkan hubungan ini." ucap Melvin dengan yakin.


Sedangkan mika hanya dia memikirkan ajakan sang suami karena benar memang seperti nya ini sudah waktunya karena sudah terlalu lama dia menyembunyikan hubungannya dengan sang suami.


Dengan yakin mika pun mengangguk kan kepalanya dan menerima ajakan sang suami.


"Kamu yakin?" tanya Melvin lagi takut jika istrinya nanti akan mengubah keputusan nya karena jika sudah berada di sana nanti sudah Riska rapat di ubah.


"Iya, aku yakin. Aku rasa ini juga adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan hubungan kita karena tidak mungkin kita akan menyembunyikan hal tersebut," sahut mika dengan dewasanya.


Melvin merasa senang dengan keputusan sang istri, dia pun menyuruh mika untuk bersiap-siap karena sekarang ini di Wijaya Grup semua rekan media sudah menunggunya dan juga sang istri.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2