Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 78_Perlengkapan Bayi


__ADS_3

Setelah hampir dua setengah jam mereka menonton film, mika dan Melvin pun keluar dari dalam bioskop.


Dia keluar dengan wajah ceria nya karena seru sekali film yang baru saja dia lihat tadi membuat mika tidak menyesal menontonnya dan bisa saja dia nanti datang lagi untuk menonton.


"Suka sama filmnya?" tanya Melvin saat mereka keluar dari bioskop dengan Melvin terus menggenggam tangan sang istri dengan erat bahkan beberapa pengunjung di buat iri dengan keromantisan mereka berdua.


"Iya suka banget aku, bagus banget!" ucap mika antusias dan Melvin senang mendengar hal tersebut.


"Ya udah sekarang mau apa?" tanya Melvin.


"Mau makan, aku laper." sahut mika dan di angguki oleh Melvin.


Mereka menyantap makanan dengan lahap sesekali Melvin menyeka makanan yang belepotan di mulut sang istri.


Mika dengan senangnya dan tanpa pedulikan bagaimana belepotan nya mulutnya itu.


Setelah selesai makan Melvin dan mika juga di temani para asistennya menuju ke tempat perlengkapan bayi, di sana mereka mencari beberapa perlengkapan yang sudah harus mereka beli karena kehamilan mika yang juga semakin besar nantinya jika sudah memasuki bulan ke sembilan akan susah untuk mencari-cari perlengkapan karena perut yang semakin besar, maklum lah namanya baby twins ya kan.


"Sayang, kita beli stroller gak?" tanya mika kepada sang suami dan langsung di angguki oleh melvin.


Mika mencari-cari stroller yang dia cari, beberapa hari lalu dia sudah mencari beberapa merek yang bagus untuk anak agar nantinya sang anak tidak sakit saat tidur di stroller tersebut.


Saat melihat stroller yang di idamkan mika pun mencoba melihat harga yang tertera di mana stroller gandeng dua itu berada betapa terkejutnya dia saat melihat harga stroller yang sudah hampir sama harganya dengan harga mobil saja membuat mika langsung pergi meninggalkan stroller tersebut dan berhasil membuat Melvin bingung.


Pasalnya dia tahun sang istri sangat menginginkan stroller tersebut, dia pun mencoba bertanya siapa tahu sang istri mami memberitahukannya alasan tidak mengambil stroller tersebut.


"Kenapa gak stroller yang tadi aja?" tanya Melvin membuat mika langsung melihat kearah sang suami.


"Enggak ah, aku mau yang lain aja." balas mika dengan nada sedih.


Bohong dia kalau sebenarnya mika sangat ingin stroller tersebut tapi dengan harga se fantastis itu membuat mika tidak tega untuk membelinya ya meskipun dia tahu suaminya itu kayak.

__ADS_1


"Kenapa hm?" tanya Melvin sambil memegang bahu sang istri karena dari tadi hanya diam saja.


"Mahal." jawab mika lirih namun masih bisa di dengar oleh melvin dan membuat Melvin langsung mengerenyitkan dahinya.


Seketika Melvin langsung memejamkan matanya menahan rasa sedikit kesalnya dan juga ada rasa gemas nya melihat sang istri yang sangat polos dan tidak ingin menghabiskan uang nya padahal seberapapun harga stroller itu tidak akan membuat Melvin bangkrut.


Apa lagi ini untuk kenyamanan calon buah hati buah hati nya maka Melvin harus memberikan semua barang yang berkualitas.


"Kita ambil yang tadi, mas segera bungkus stroller tadi." ucap Melvin dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.


"Sayang, itu mahal banget loh." ujar mika memperingati sang suami.


"Untuk kenyamanan anak ku maka mahal atau tidak nya tidak akan membuat masalah," balas Melvin kemudian menoel hidung sang istri.


Setelah itu mereka memilih beberapa perlengkapan lagi, mulai dari pakaian, sepatu, box bayi, stroller dan masih banyak lagi, sesekali mereka juga beristirahat karena jujur mika tidak bisa jika harus berdiri lama lama karena dia akan mudah capek dan ngos-ngosan.


"Capek?" tanya Melvin saat melihat sang istri duduk di kursi pengunjung dekat kasir.


Melvin pun menyelesaikan pembayarannya dulu, untuk barang-barang berat seperti box bayi dan stroller akan di antar oleh pihak toko ke mansion karena pasti berat sekali nanti.


"Kita pulang," ujar Melvin di angguki oleh mika.


Mereka pun keluar dari mall dengan perasaan senangnya apa lagi mika yang sudah Riska sabar ingin segera baby twins nya lahir dan melihat dunia pasti dia akan sangat bahagia.


Setelah sampai di mansion mika dan Melvin segera masuk ke dalam untuk bersih bersih, setelah sudah lebih segar mm ika menuju ke kamar baby twins yang sudah di siapkan oleh sang suami di samping kamar mereka berdua agar nantinya tidak repot harus bolak balik terlalu jauh, bahkan ada pintu rahasia yang menghubungkan kamar utama dengan kamar baby twins.


Mika duduk di ranjang baby twins yang memang si siapkan jika mika atau Melvin ingin tidur dengan baby nya.


Mika membawa perlengkapan bayi yang sudah di belinya tadi, begitu banyak baju yang mereka abeli mulai dari baju model cewek dan juga baju model cowok karena untuk jenis kelamin dari baby twins ini dokter sudah mengatakan bahwa mereka adalah laki-laki dan perempuan.


Saat mengetahui jenis kelamin anak anaknya baik mika dan Melvin senang sekali karena bisa langsung mendapatkan dua sekaligus dan beda jenis dan model juga.

__ADS_1


Melihat baju baju kecil ini membuat mika langsung meneteskan air mata karena tidak menyangka kalau dia akan segera bisa merasakan bagaimana menjadi seorang ibu.


Di sisi lain Melvin yang habis dari ruang kerjanya kembali ke kamar namun tak melihat adanya sang istri di sana, bahkan di kamar mandi pun Melvin tak melihatnya.


Melivn kelimpungan mencari sang istri namun sayup sayup dia mendengar suara orang berbicara dari kamar baby nya, segera Melvin masuk dan melihat mika yang sedang asyik berbicara sendiri dengan terus memilih-milih baju karena harus segera di cuci sebelum nanti di simpan dan di gunakan anak anaknya.


"Lagi ngapain?" tanya Melvin mendekat ke arah sang istri dan memeluknya dari belakang.


"Ini loh lagi pilihin baju-baju buat di cuci," sahut mika.


Melvin pun membantu sang istri agar sang istri tidak kecapeaan karena hari sudah mulai sore dan makam malam sebentar lagi akan datang.


Tiba-tiba saat sedang berbenah ada suara teriakan dari luar, seperti nya dari luar gerbang membuat Melvin dan mika langsung melihat ke arah jendela kamar bayinya yang memang langsung menghadap ke arah gerbang.


"Melvin keluar lo!" teriak Lucas.


Di sana sudah berdiri Lucas dengan marahnya dan bisa di pastikan pasti dia sedang marah karena hukuman yang di terima sang istri dan juga ibu mertuanya di mana putusan sudah di putuskan di mana masing masing pelaku akan di hukum 20 tahun penjara dengan denda 500 juta, kalau kalian menganggap bagaimana bisa hukuman seberat itu, padahal bagi Melvin itu belum seberapa karena dia bisa saja untuk menghukum seumur hidup atau bahkan mati namun lagi lagi sang istri yang mengatakan tidak tega jika harus hukuman berat.


Bagi Melvin itu sudah hukuman yang setimpal dengan kelakuan mereka bukan, mika sebenarnya masih tidak tega namun menentang sang suami akan sia-sia kalau suaminya sudah sudah memutuskan.


"Sayang," sahut lirih mika merasa takut jika Lucas juga akan menyakiti dirinya dan juga keluarganya.


"Udah kamu tenang aja biar aku yang keluar, kamu tetap di sini." tutur Melvin dan mika pun menganggukinya.


Melvin turun dengan sorot mata yang tajam bahkan siap menguliti orang yang sudah mengganggu waktu nya dengan sang istri.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2