Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 51_Pelayan


__ADS_3

Maaf untuk semuanya karena aku jarang update banyak bab karena memang masih banyak kerjaan, tapi aku usahain buat upload 2000 kata lebih kok setiap bab jadi sebenarnya hampir sama saja kayak dua bab tapi aku gabung aja kok jadi jangan kecewa atau kesel ya🙏


Maaf juga kalau masih ada banyak typo bertebaran karena memang keyboard nya kadang eror padahal udah aku koreksi sebelum up tapi kadang kelewatan jadi mohon dimengerti kalau ada typo saat kalian membaca, boleh banget komen di paragraf dimana ada typo nya ya😊


Author sangat menghargai kalian semuanya yang sudah mendukung cerita aku kali ini jadi jangan lupa tombol love nya, vote, like, komentar dan hadiahnya, di tunggu juga tips nya ya biar aku tambah semangat lagi buat update bab barunya 🙏😊


Happy Reading!!


🥕🥕🥕


Malam harinya Melvin sudah pulang, dia melihat sang istri yang sedang sibuk di ruang tamu membuat Melvin menghampiri mika setelah dia bersih-bersih diri dan lebih santai dengan pakaian rumahan.


"Kamu lagi ngapain sayang?" tanya melvin duduk di samping sang istri.


"Ini loh aku lagi bungkus kado buat besok," sahut mika.


Dia memang belum memberitahu kan tentang Amel yang akan menikah namun mika juga belum tahu kalau sebenarnya Melvin juga sudah tahu tentang pernikahan itu.


"Besok, ada acara apa besok?" tanya Melvin berpura-pura.


"Oh iya aku lupa belum ngasih tahu kamu ya, jadi besok itu nikahan kakak tiri aku kak Amel. Aku di undang ke sana, kamu mau ikut?" sahut mika.


"Emang boleh?" tanya melvin balik.


Dia tahu kalau sang istri pasti bimbing untuk mengajaknya atau tidak, Melvin hanya mengetes saja namun mika malah diam saja dan melvin sudah tahu apa jawaban sang istri.


"Iya, aku gak bakalan ikut kamu kok. jawab melvin.


Mika merasa tidak enak hati karena pasti sang suami sakit hati karena dia tidak mengajaknya namun dia juga tidak ingin keluarganya malah memanfaatkan nya karena tahu siapa suaminya itu.


"Maaf ya," tutur mika.


"Iya, sayang. Gak papa kok," balas melvin memeluk pinggang sang istri.


"Udah yuk bungkus bareng kadonya," ucap Melvin.


Mereka berdua pun membungkus kado bersama-sama dan sesekali melirik juga menjahili sang istri dan begitu sebaliknya tanpa mika tahu bahwa besok melvin memutuskan akan datang ke sana karena dia tidak tahu rencana jahat apa yang akan keluarga busuk itu lakukan untuk sang istri dan dia tidak ingin sang istri dalam marah bahaya.


🥕🥕🥕


Acara di adakan malam hari jadi sore, sedangkan pernikahan nya tadi pagi dan mika tak di undang mika sudah berada di sana karena ini adalah permintaan dari ibu tirinya itu dan mengatakan pihak keluarga harus datang sore hari, mika hanya menurut saja karena mungkin memang benar apa yang di minta oleh ibu mertuanya itu.


Mika berangkat dengan ojek online, awalnya Melvin meminta agar mika di antar oleh pak ilham namun dia menolak dan meminta agar Melvin tidak mengkhawatirkan nya karena dia akan baik-baik saja di sana sedangkan untuk para penjaga mika yang dulu pernah mengawasi mika sekarang sudah di tarik oleh melvin atas kemauan sang istri.


Sampai di tempat acara yaitu di hotel terkenal, di taman hotel yang akan menjadi tempat acara di sana.


Mika datang menggunakan gaun cantik selutut yang sangat cantik, dia datang menghampiri kakak nya dan juga mama tirinya serta sang papa.


"Kak, Tante, papa." sapa mika.


Semua orang melihat ke arah mika bahkan di sana juga ada keluarga Leo yang melihat kearah mika, semua tampak takjub melihat penampilan mika yang sangat cantik.


"Wah siapa wanita cantik itu?" tanya mama Leo kepada jenny saat melihat mika dengan senyum yang tak pernah pudar dari bibirnya.


Sedangkan Amel merasa kesal karena mika telah membuat perhatian mertuanya itu teralihkan darinya menjadi melihat ke arah mika.


"Bukan jeng, itu kayaknya pelayan katering deh." sahut jenny menyangkal kebenaran siapa mika sebenarnya.


Jangan tanyakan lagi bagaimana ekspresi mika, dia sangat syok mendengar apa yang ibu tirinya itu katakan, dia mengatakan kalau mika adalah pelayan katering.


"Astaga, pelayan katering aja sok-sokan pakai gaun mahal kayak gitu." ujar salah satu keluarga dari mempelai pria.

__ADS_1


Sedangkan Alan hanya diam saja seperti tidak ingin ikut campur dalam hal ini padahal jika di dengar-dengar mika sedang di remehkan dan di ejek oleh orang orang di sana.


"Tante," tutur mika tidak terima dia ingin membela dirinya hingga jenny pun berdiri dan menghampiri nya dan membawanya pergi.


"Ayo ikut saya," sahut jenny menyeret lengan mika dengan kasar hingga bisa di pastikan ada bekas di lengan mulus nya itu.


"Tante, sakit." seru mika karena lengannya sangat sakit sekali.


"Diam," bentaknya dan terus membawa mika menjauh dari ruangan tersebut.


Sampai di sebuah ruangan kosong jenny pun langsung membawa mika ke sana dan melepas kan cengkraman nya dari tangan mika.


"Sakit Tante," tutur mika.


"Saya mau segera pakai ini," ucap jenny dengan nada tajamnya.


Mika malah merasa bingung kain apa yang di siapkan oleh ibu tirinya itu bahkan dia tidak tahu dari kapan jenny membawa kain di tangannya, padahal itu sudah di persiapkan di ruangan kosong tersebut.


Mika Kun membuka kain tersebut dan ternyata itu adalah pakaian pelayan seperti yang mika lihat tadi sebelum dia masuk.


"Apa ini tante?" tanya mika yang memang tidak tahu untuk apa ibu tirinya itu memberikan baju pelayan kepadanya.


"Ganti baju mu dan pakai itu." sahutnya dengan sinisnya.


"Ini kan baju pelayan tante," ucap mika.


"Iya, karena malam ini kamu bakalan jadi pelayan. Sudah saya tidak mau terlalu banyak bicara sama kamu jadi saya mau kamu segera ganti pakaian kamu yang sok mahal ini dan segera menuju ke dapur untuk menjadi pelayan. Inget kamu harus hadir di pernikahan kakak mu nanti jika tidak maka bisa jadi apa yang akan menimpa papa mu bisa lebih parah dari pada parah tulang saja," sahut jenny kemudian meninggalkan mika yang terdiam di sana.


"Jadi aku di suruh datang hanya untuk menjadi seorang pelayan." ucapnya setelah tersadar dari lamunannya.


Mendengar ancaman dari jenny tadi membuat mika bimbang, setidak senangnya dia dengan papanya namun dia juga akan sedih jika papanya terluka apa lagi hanya papanya saja yang tersisa di keluarganya.


Malam hari pun tiba, mika juga sudah mulai terbiasa dengan pekerjaan ini, dia dari tadi terus bolak balik menuju ke dapur dan tempat acara karena untuk menyiapkan berbagai camilan, makanan hingga minuman dan mika sudah sangat merasa sakit di kakinya karena dia harus menggunakan sepatu berhak ya walau pun tidak tinggi namun tetap saja akan sangat sakit jika terus di pakai bukan.


"Mika, kamu antar kue ini ya di meja tamu sana karena sebentar lagi para tamu akan datang." ucap salah satu pelayan.


"Iya, mbk." balas mika kemudian membawa makanan tersebut menuju ke tempat nya.


Tak lama sudah berdatangan orang yang datang, semua orang menggunakan pakaian terbaiknya karena selain untuk menghadiri undangan pernikahan tetapi acara seperti ini juga sebagai ajang untuk pamer kekayaan dan juga mencari kolega bisnis apa pagi jika para tamu undangan para pengusaha.


Mika tampah sibuk saja dengan melayani beberapa tamu undangan padahal dia di sini sebagai tamu undangan juga namun dia malah datang menjadi seorang pelayan.


🥕🥕🥕


Di sisi lain Melvin berada di mansion sedang bersiap untuk datang ke acara pernikahan keluarga sang istri, setelah siap melvin pun turun dan di sambut oleh Angga yang pastinya juga akan ikut.


Angga pun melajukan mobilnya menuju ke tempat acara di mana acara akan di adakan di taman hotel tersebut bukan di ballroom.


"Tuan, kita sudah sampai." jawab Angga.


Melvin pun hanya diam namun dia langsung turun dari mobil dan menuju ke tempat acara di ikuti oleh Angga.


Di sana sudah banyak orang yang datang namun Melvin menghiraukannya karena yang sangat ingin lihat sekarang ini adalah sang istri namun melvin malah tidak melihat dimana duduk sang istri.


Sedangkan orang-orang heboh karena hadirnya melvin di sana, banyak pengusaha yang sangat tidak menyangka di acara seperti ini akan ada pengusaha terkenal yang datang.


Bahkan para keluarga mempelai juga terkejut pasalnya mereka hanya nekat mengundang Melvin dari Wijaya Grup namun tidak pernah menyangka bahwa dia akan datang di acara seperti ini, karena banyak rumor yang beredar kalau Melvin Nahlu Wijaya hanya Kana datang jika ada hal yang penting dan juga hanya di acara-acara tertentu saja.


"Tuan Melvin, saya tidak percaya bahwa tuan akan datang. Mari saya antar ke meja tuan," ucap Alan dengan rasa tanpa malunya namun melvin harus sabar karena bagaimana pun orang di depannya ini adalah mertuanya, jika saja kalau bukan karena sang istri yang sangat menyayangi papa nya ini mungkin Melvin bakalan menghancurkan orang di depannya ini sekarang juga.


Di sana juga ada keluarga dari Leo yang menyambut hangat kadang uang nya nanti ini karena melihat Melvin datang ke sini bukankah keluarga Amel sangat cukup penting bukan.

__ADS_1


Melvin masih celingak-celinguk di tempat duduknya dan juga Angga di sana yang tahu kalau tuan nya ini pasti sedang mencari nyonya.


"Angga, apakah kamu melihat mika di sini? Kenapa dari tadi saya tidak melihatnya?" tanya Melvin.


Angga sebenarnya dari tadi juga mencair keberadaan nyonya nya itu namun dia sama sekali tidak melihat adanya nyonya nya di sana.


Hingga tiba-tiba suara familiar menyapu pendengaran Melvin, suara yang sangat dia kenal.


"Silahkan tuan." ucap orang tersebut.


Melvin pun mendangakkan kepalanya dan langsung melihat sang istri sedang membawa nampan dan juga air minum di atasnya, jangan lupa juga baju pelayan yang membuat melvin mengerenyitkan dahinya karena setahunya sang istri berangkat dengan memakai baju hadiah darinya.


🥕🥕🥕


Sedangkan mika di sisi lain berada di dapur sedang istirahat karena dia sangat lelah sekali berjalan keluyuran di tempat acara melihat banyaknya orang orang berpakaian rapi membuatnya merasa sedih, bagian dari keluarga namun di tempatkan di tempat yang berbeda.


Setelah itu tak lama salah satu pelayang menyuruh mika untuk membawa minum keluar menuju ke meja tamu terhormat yang memang berada di bagian depan dan mika tahu itu.


Mika segera ke sana dengan membawa minuman ke sana, saat dia sampai segera lah mika menaruh minumnya namun siapa sangka saat selesai menaruh minum mika tak sengaja melihat wajah orang tersebut dan ternyata itu adalah sang suami.


Di sana mika rasanya kakinya mati rasa dan sangat kaku di sana karena melihat tatapan tajam dari sang suami bahkan Angga yang berada di samping Melvin saja juga melihat ke arah nya dengan tatapan aneh dan tajam sekali.


"Saya permisi tuan," pamit mika kemudian meninggalkan tempat acara, dia memilih untuk menuju ke lorong sepi di mana jarang ad seorang yang berlalu lalang di sana.


Mika menetralkan jantungnya karena bisa bisanya dia bertemu dengan sang suami di sini.


"Bagaimana ini, kenapa melvin bisa ada di sini?" lirih mika sangat takut sekali karena Melvin tahu tadi dia menjadi seorang pelayan di acara pernikahan ini.


Dari tatapan Melvin saja mika bisa pastikan kalau Melvin sedang sangat marah sekali.


Saat sedang gugup dan takut tiba-tiba ada tangan hang mencengkram nya dan membalikkan tubuhnya hingga mika menabrak dada bidang dengan aroma parfum yang sangat dia tahu siapa itu.


Mika mendongakkan kepala nya dan langsung melihat wajah Melvin yang sangat merah padam membuat mika merasa sangat takut sekali.


Melvin memang saat mika pergi tadi dia pergi mengikuti sang istri namun Melvin menyuruh agar Angga tidak ikut.


Saat dia melihat sang istri segera dia menarik lengan sang istri dan segera meminta penjelasan karena bagaimana pun Melvin sudah sangat penasaran dengan alasan sang istri kali ini.


"Jelaskan kenapa pakai baju seperti ini?" tanya Melvin.


"Ehhmm, itu.... itu karena aku mau, iya aku mau sendiri kok," sahut mika namun melvin tidak bodoh sehingga dia langsung tak mempercayainya.


Dia segera mencium bibir tipis sang istri cukup lama hingga mika memberontak karena takut jika ada yang melihat mereka seperti ini.


Setelah beberapa saat Melvin pun melepaskan ciumannya dan melihat bibir sang istri bengkak gara-gara ulah nya.


"Kamu ih, gimana kalau ada yang lihat." gerutu Mika kesal dengan sang suami.


"Itu balasan kalau kamu gak mau jujur sana aku, jadi aku mau kamu jujur sejujur jujurnya sayang." seru Melvin sambil membenarkan anak rambut sang istri yang berantakan.


Mika pun akhirnya menceritakan semua nya bahkan ancaman dari jenny mika ceritakan, Melvin yang mendengar nya pun merasa marah ingin rasanya menghancurkan wanita tersebut yang seenaknya menyuruh sang istri menjadi seorang pelayan di hari pernikahan kakak nya sendiri.


Setelah beberapa saat mereka berduaan mika Kun pergi dulu karena pasti akan banyak pekerjaan di sana, awalnya Melvin tidak memperbolehkan mika kembali ke sana namun dengan sekuat tenaga mika meyakinkan suaminya bahwa dia akan baik baik saja.


Akhirnya Melvin pun luluh dan mengiyakan saja namun dengan syarat agar mika tidak menghilang dari pandangan nya barang lima menit pun.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2