
Dua jam kemudian mika pun sadar dari pingsan nya, di sana sudah apa mami Siska dan kak Clara dan Celine yang menemani nya sedangkan para lelaki di luar tepatnya berada di depan kamar Melvin.
Mika dengan perlahan membuka matanya dan langsung melihat mami Siska dan yang lainnya.
"Sayang, kamu udah bangun." ucap mami Siska menghampiri sang menantu.
"Mami, Melvin bagaimana mi?" tanya mika saat dia baru saja bangun tetapi langsung ingat akan hal yang terjadi sebelum dia pingsan.
"Melvin tidak apa-apa dia hanya menunjukkan respon saja mungkin karena dia tahu kamu ada di sampingnya sayang," jawab mami Siska.
"Berarti Melvin udah bangun ya mi?" tanya mika penuh harap namun langsung sirna saat mami Siska menggelengkan kepalanya menepis ucapan mika.
Seketika rasa sedih pun hadir namun dia harus kuat untuk bisa menguatkan sang suami karena kalau bukan dia siapa lagi bukan.
"Mi, aku mau lihat Melvin boleh." pinta mika dan di angguki oleh mami Siska.
Mika pun turun dan naik ke kursi roda yang sudah di siap kan karena tubuh mika masih lemas.
Saat dia keluar papi Jhonny dan yang lainnya berdiri dan menanyakan kondisi sang menantu.
"Sayang bagiamana kondisi kamu?" tanya papi Jhonny.
"Mika udah gak papa kok Pi, mika ke kamar Melvin dulu ya." ucap mika dan di angguki oleh papi Jhonny.
Papi Jhonny pun menggantikan mami Siska mendorong kursi roda tersebut ke kamar sang anak.
Setelah mengantar kan mika papi Jhonny pun keluar dari kamar tersebut sehingga hanya ada mika dan Melvin saja di sana.
"Sayang, kamu beneran gak mau bangun hm? Baby twins nya udah rindu banget loh sama daddy nya," tutur mika.
Kemudian dia pun berdiri dan membawa tangan Melvin ke perutnya mengelus perut yang sudah menonjol itu, dia berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata dia harus merawat sang suami sampai sembuh.
"Baby kita rawat daddy ya sampai sembuh." ucap mika mengelus perutnya juga.
Setelah itu mika pun menceritakan kondisi sang baby waktu pemeriksaan tadi, walaupun Melvin belum bangun tetapi mika berusaha bercerita karena setahu mika walaupun orang koma tetapi dia masih bisa mendengar suara-suara di sekitarnya tapi mika juga tidak tahu karena dia bukan ahli di bidang kedokteran tetapi dia tetap bercerita banyak hal bahkan dari beberapa hari lalu pun dia ceritakan.
π₯π₯π₯
Satu Minggu sudah mika menemani sang suami dan belum ada juga kemajuan yang signifikan dari sang suami hanya kemarin lusa melvin sempat menggerakkan jarinya tetapi itu hanya singkat dan tidak pernah terjadi lagi.
Sekarang ini mika dengan sabar mengusap tubuh sang suami dengan air hangat untuk membersihkannya, dia dengan telaten merawat Melvin menumpahkan semua perhatian kepada sang suami.
__ADS_1
Tak lama pintu terbuka dan mami siska dan papi Jhonny datang sedangkan kak Dimas, kak Clara dan Celine sudah kembali ke negara A karena ada kepentingan di sana.
"Sayang," panggil mami Siska saat mika baru saja menyelesaikan pekerjaan nya.
"Mami," jawab mika menoleh ke arah kedua mertuanya.
"Kamu udah makan?" tanya mami Siska dan langsung mendapatkan gelengan kepala dari mika karena sibuk mengurus sang suami dia sampai lupa untuk mengurus dirinya sendiri.
"Kamu itu ya, bagaimana pun kamu harus makan kalau enggak kamu mau nanti waktu Melvin bangun malah kamu yang jatuh sakit hm," seru mami Siska membawa sang menantu ke sofa dan membukakan bekal yang sengaja beliau bikin untuk sang menantu.
"Enggak mi, mika mau temani Melvin sampai bangun." tutur mika.
"Makanya kamu makan ya," sahut mami Siska dan mika pun menganggukkan kepalanya.
Mika pun makan sarapan yang di bawakan oleh mami Siska, berada di negara yang bukan asalnya membuat makanan negara sana tidak cocok dengan mika apa lagi dia sedang hamil sehingga sering mual dan muntah, tidak nafsu makan sehingga mami Siska mendatangkan bi Endah untuk memasak untuk menantunya.
Selesai sarapan mika kembali ke kursinya dan memijat tangan dan kaki sang suami yang pasti capek karena tidak bergerak sama sekali dari dua minggu lalu.
"Sayang, mami sama bi Endah balik dulu ke mansion, nanti siang kami kembali lagi ya sayang." pamit mami Siska.
"Iya, mi. Hati-hati ya," balas mika.
Setelah itu mami Siska pun pergi dari rumah sakit meninggalkan mika sendirian menjaga Melvin.
"Sayang," ucap melvin pelan sambil melihat sang istri di depannya yang sudah sangat dia rindukan wajah cantiknya.
"Sayang, kamu udah sadar?!" tanya mika senang.
Tidak ada kata yang terucap kan selain tangisan haru dan tangisan senang karena sang suami masih di berikan nafas lagi.
Tak lama dokter masuk dan memeriksa Melvin dan dokter sudah mengatakan kalau kondisi Melvin sudah baik dan sudah bangun lagi dari komanya itu semua karena dukungan dari keluarga dan orang-orang tercinta.
Setelah itu dokter pun pergi dan tak lupa juga mika mengabari semua orang kalau Melvin sudah sadarkan diri dan bangun dari komanya.
Melvin berusaha untuk duduk di bantu dengan mika yang menaikkan sandaran tidur, kemudian dia merentangkan tangan nya kepada sang istri.
"Sini," ucap Melvin sambil merentangkan tangannya.
Mika yang mengerti pun langsung masuk ke dalam pelukan sang suami yang sudah sangat dia rindukan, tangisan terus saja mengalir dari mata indah mika.
"Kamu jahat kenapa enggak kasih kabar ke aku soal kecelakaan ini hm?" kesal mika sambil tetesan air mata yang terus mengalir, dia juga memukul pelan dada bidang sang suami menumpahkan kekesalan namun melvin malah batuk membuat mika merasa bersama.
__ADS_1
"Awww sakit!" ucap Melvin sambil memegang dadanya yang tadi di pukul mika membuat mika panik.
"Astaga sayang, maaf." ucap mika merasa bersalah sambil mengelus dada melvin yang padahal tidak sakit, dia hanya menggoda sang istri.
Melvin pun langsung kembali memeluk erat sang istri dan meminta maaf karena mengambil keputusan sendiri untuk tidak memberitahu kan tentang kecelakaan ini.
"Maaf ya sayang karena aku tidak memberitahu kan ini agar kamu tidak khawatir dan juga baby twins tidak khawatir juga sayang," ucap Melvin sambil mengelus perut sang istri.
"Tapi dengan kamu gak bilang malah buat aku khawatir apa lagi baby twins suka rewel kamu gak ada kamu tahu," protes mika memeluk sang suami.
"Ya udah maafin aku ya, aku janji gak bakalan kayak gini lagi." ucap melvin kemudian mencium kening sang istri lama menyalurkan rasa rindunya setalah dia terbangun dari koma nya.
π₯π₯π₯
Di sisi lain mami Siska yang baru sampai mansion dan mandi berganti baju pun langsung kembali ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar bahwa Melvin sudah bangun pun ikut senang dan bahagia karena melvin masih bisa bertahan.
Papi Jhonny dan Angga yang sedang berada di kantor cabang di negara B juga langsung datang ke rumah sakit saat mendengar kabar tentang sang anak yang baru saja bangun dari koma nya.
Semua orang senang mendengar nya, tentang kecelakaan melvin memang tidak ada yang tahu bahkan media pun tidak ada yang tahu, yang tahu hanya orang-orang terdekat dan para pekerja saja.
"Sayang," ucap mami Siska yang langsung masuk tanpa permisi terlebih dahulu padahal di selama masih ada mika dan Melvin yang sedang berpelukan melepaskan rindu nya.
"Ehh, maaf." ucap mami Siska dengan cengiran nya itu.
"Mami," sahut mika melepaskan pelukannya dari sang suami.
Mami Siska langsung menuju ke melvin dan memeluk erat sang anak hingga Melvin susah untuk bernafas.
"Mama, jangan kenceng kenceng peluknya." protes Melvin hingga mami Siska melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.
Tak lama papi Jhonny dan Angga juga datang ikut berbahagia melihat Melvin yang sudah siuman bahwa sudah bisa makan banyak.
"Son, selamat ya." ucap papi Jhonny menghampiri melvin dan memeluknya singkat, meskipun singkat tetapi papi Jhonny sangat bahagia begitu pun dengan melvin.
.
.
TBC
π₯π₯π₯
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke Instagram aku ya di @lala_syalala13 karena di sana ada beberapa cerita aku juga yang di jamin tak kalah seru dari cerita ini loh.
Di sana juga sudah aku apik buat visual nya ya buat yang tanya-tanya dari dulu jadi cus kepo inππ