
Kehamilan mika sudah memasuki tujuh bulan dan tinggal beberapa bulan lagi dia akan melahirkan baby twins, Melvin semakin protektif bahkan dia melarang mika untuk bekerja yang berat-berat karena bisa membahayakan ibu dan baby nya.
Seperti saat ini, mika yang sudah berada di ruang tamu sedang menunggu sang suami pulang dia ditemani oleh bi Endah yang di suruh untuk menjaga mika.
"Bi, aku bosen banget di rumah." ucap mika sambil mengelus perutnya yang sudah seperti sembilan bulan saja, maklum dia kan hamil twins jadi lebih besar dari pada bisanya.
"Sabar nyonya, sebentar lagi tuan pulang nanti kalau tuan sudah pulang nyonya bisa minta jalan-jalan." ucap bi Endah dan mika hanya bisa pasrah saja.
"Iya kalau Melvin segera datang kalau lembur gimana coba," jawabnya dengan cemberut.
Namun siapa sangka tak lama suara deru mobil yang mika yakini milik suaminya pun terdengar membuat mika semangat dan langsung keluar mansion dan menunggu sang suami datang, melvin memang memilih untuk membawa mobil sendiri karena sekarang ini Angga di sibukkan oleh kencan nya dengan kayla sahabat mika.
Awalnya mika syok mendengar bahwa kayla dan Angga berpacaran namun setelah Kayla menceritakan semuanya dari yang mereka satu apartemen akhirnya mika pun percaya dan mendoakan semoga hubungan sahabatnya itu langgeng dan segera menyusulnya untuk menikah kan enak kalau baby bisa ada temen main.
Melvin keluar dari garasinya dan langsung melihat sang istri yang dengan senangnya menyambutnya.
"Sayang!" teriak mika saking senangnya.
"Ada apa hm? Kenapa keluar?" tanya Melvin menghampiri mika kemudian meletakkan kedua tangannya di pinggang sang istri sesekali juga mengelus jagoan-jagoan kecilnya.
"Enggak, aku kangen aja sama kamu." ucapnya dengan cengiran.
"Ya udah basuk yuk," ajak Melvin.
Mereka pun masuk ke dalam, Melvin bersih-bersih diri karena dia sudah seharian di luar rumah.
"Sayang, kita jalan-jalan yuk kemana kek gitu." sahut mika saat melvin baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di tubuhnya.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Melvin.
"Terserah kemana kek, aku bosen banget di rumah terus tau pingin jalan-jalan berdua sama kamu," sahut mika dengan wajah memelas nya membuat Melvin yang ingin menolak pun tidak tega dan langsung menuruti keinginan sang istri.
__ADS_1
"Ya udah kita ke mall mau sambil cari-cari beberapa perlengkapan baby twins?" tawar melvin dan langsung di angguki oleh mika karena dia juga baru inget kalau mereka belum membeli perlengkapan apapun itu karena ada yang bilang kalau sedang hamil muda jangan dulu ribet dengan perlengkapan bayi, baru bisa beli setelah usia kandungan mulai matang yaitu di trisemester ketiga.
"Ya udah aku siap-siap dulu habis itu kita ke mall," ucap Melvin di angguki oleh mika.
"Kita ajak beberapa asisten rumah tangga juga ya sayang," ucap mika.
"Ya udah terserah kamu sayang," balas Melvin sambil mengacak rambut mika membuat si empunya kesal saja.
"Ih jangan di acak dong, udah sana buruan siap-siap aku mau turun," ucapnya kemudian meninggalkan Melvin sendirian di kamar sambil menggelengkan kepalanya gemas.
Mika turun ke bawah dan langsung melihat Fitri dan mustika di sana kebetulan Fita sedang izin untuk balas sama pacarnya, Melvin tidak membatasi pergerakan para pegawainya yang terpenting mereka harus jujur, pertanggung jawab dan tidak lalai itu saja.
Setelah sudah siap melvin pun menjalankan mobilnya menuju ke mall miliknya namun sekali lagi mika tidak tahu akan hal itu dan Melvin juga memang meminta semua karyawan nya agar tidak mengatakan apapun dan bersikap layaknya seorang pembeli dan pegawai saja agar tidak banyak yang merasa aneh dan terganggu.
Untuk mobil sendiri Melvin dan mika mengendarai mobil sendiri sedangkan Fitri dan mustika di antar oleh pak Ilham, awalnya mika juga ingin mengajak bi Endah namun bi Endah tadi di panggil oleh mami Siska untuk ke mansion sehingga tidak bisa ikut.
Sampai di mall banyak pengunjung dan juga pegawai melihat ke arah Melvin dan mika karena siapa sih yang gak tahu pasangan fenomenal itu apa lagi dengan status Melvin sebagai pebisnis sukses membuat siapa pun pasti kenal siapa dia.
"Kita mau kemana dulu hm?" tanya Melvin sambil terus menggandeng tangan mika.
"Iya boleh yuk kita ke bioskop," balas Melvin.
Mereka segera menuju ke bioskop di mana di sana ramai oleh pengunjung, melvin menawarkan film apa yang sedang ingin di lihat oleh sang istri hingga akhirnya mika memilih sebuah film kartu yang entah mengapa dari tadi mencuri perhatiannya padahal dia sebenarnya tidak terlalu minat dengan film film animasi dan juga kartun kecuali beberapa kartun saja ya.
Melvin dengan senang hati pun langsung mengiyakan dan memesan tiket, biasanya mereka harus menunggu dulu namun ini malah langsung masuk membuat mika mengerenyitkan dahinya karena di jadwal tadi tidak ada.
"Kok kita langsung masuk sih sayang, terus Fitri sama mustika kok gak ikut masuk?" tanya mika bingung dan Melvin malah tersenyum membuat mika kesal.
"Ih kok malah senyum-senyum sih aku kan lagi tanya ke kamu," protes mika kesal dengan sang suami.
"Udah gak usah dipikirin sekarang kita masuk aja." balas Melvin menarik pelan tangan istrinya hingga masuk ke dalam bioskop.
__ADS_1
Awalnya mika tidak ada yang aneh namun saat film baru mulai dia menyadari bahwa tidak ada penonton sama sekali dan hanya ada dia dan sang suami di sana membuat mika mengerenyitkan dahinya lalu bertanya kepada Melvin.
"Sayang, kok gak ada orang ya? Padahal tadi yang mau nonton ini film banyak banget loh," ujar mika penasaran.
"Mungkin mereka gak jadi nonton." balas Melvin singkat.
"hah!" ucap mika sambil memasang wajah cengo dengan jawaban sang suami.
Namun seketika dia ingat bahwa tadi suaminya berbicara dengan seseorang yang bisa mika tebal adalah manajer bioskop yang tadi samar-samar menyambut mereka.
Mika pun mengerenyitkan dahinya dan melihat sang suami seperti ada yang tidak beres dengan suaminya ini tidak mungkin bukan tidak ada orang sama sekali kalau tidak emang sang suami yang mengaturnya.
"Ini kamu sewa satu bioskop ya?" tanya mika asal namun ternyata jawaban Melvin malah membuat mika terkejut padahal itu bisa saja terjadi.
"Iya." jawab Melvin singkat dengan santainya.
"Udah sayang lebih baik kita lanjut aja nontonnya," sahut Melvin.
Sedangkan wajah mika sudah sangat kesal saja untuk apa coba sang suami menyewa satu bioskop untuk mereka buang-buang uang saja tapi mika juga Thai kalau sang suami pasti bilang menyewa bioskop itu gak malah kok bahkan uangku bisa membiayai keluarga kita tujuh turunan, mika sudah hafal sekali itu.
Akhirnya mika pun tidak membalas lagi dan ikut menonton bioskop tersebut, sesekali dia juga ikut tertawa saat adegan lucu di tampilkan. Sedangkan Melvin melihat istrinya banyak tertawa pun ikut senang dan berharap istrinya akan terus tertawa seperti itu karena terlihat lebih cantik lagi.
"Kamu kenapa sih lihatin aku terus ih!" protes mika saat dia merasa sang suami terus melihatnya membuat mika tak nyaman atau lebih tepatnya membuat dia grogi dan salah tingkah.
"Cantik." ujar Melvin sambil tersenyum setelah itu mencium puncak kepala sang istri kemudian membawa tubuh sang istri ke depan dada bidangnya dan kembali menonton film yang masih di putar itu.
Sedangkan mika jangan tanyakan lagi bagaimana hatinya berbunga-bunga karena kelakuan sang suami yang menurutnya sangat romantis sekali.
Dengan nyaman mika menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami kemudian menonton kembali film tersebut berharap waktu ini tidak cepat berlalu.
.
__ADS_1
.
TBC