
Keesokan harinya mika dan Melvin sudah berada di meja makan menyantap sarapannya, Melvin sendiri sudah mengatakan yang sebenarnya kepada sang istri bahwa Alan sudah di penjara karena dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, sedih jelas mika pasti sedih karena beliau adalah papa nya tapi tindakan papanya memang sangat keterlaluan dan harus di hukum karena sudah merugikan perusahaan dan banyak karyawan juga.
"Sayang, apakah kamu gak mau mengambil alih perusahaan? Sekarang ini perusahaan tidak memiliki pemimpin, apakah kamu mau semua karyawan merasa takut akan pekerjaan nya yang akan hilang?" ucap melvin memberikan bumbu sedikit di ucapannya karena agar sang istri mau meneruskan perusahaan mama nya karena jika di biarkan perusahaan tanpa pemimpin maka bisa dipastikan perusahaan tersebut akan segera bangkrut.
Mika sebenarnya sejak kemarin sudah memikirkan hal tersebut karena tidak mungkin perusahaan akan terus kosong tanpa pemimpin namun dia sendiri juga tidak terllau paham dengan urusan perusahaan.
"Akan aku pikirkan," sahut mika.
Setelah mengatakan itu Melvin sudah tidak berbicara lagi, biarkan sang istri yang memutuskan sendiri bagaimana kedepannya biarkan Melvin mendukung saja.
Setelah sarapan Melvin harus berangkat kerja, sedangkan mika yang memang awalnya memutuskan bekerja namun dia memilih untuk mengambil cuti lagi sambil memikirkan ucapan sang suami tadi kalau memang dia harus ke perusahaan maka dia akan resign dari bank dia bekerja.
Setelah sang suami pergi mika pun bersiap rencana hari ini dia ingin mengunjungi papa nya yang berada di penjara.
Mika berangkat di temani oleh hi Endah karena melvin tadi memperbolehkan sang istri berkunjung tetapi tetap di temani oleh salah satu pegawainya.
Sampai di depan lapas mika memberanikan diri dan menguatkan diri untuk tidak menangis di depan sang papa.
Mika masuk ke dalam setelah mendaftar kunjungan, dia masuk sendirian dan meminta bi Endah untuk menunggunya di ruang tunggu.
"Bi, bibi sama pak Ilham di sini aja dulu ya aku mau berduaan dulu sama papa," ucap mika lirih menahan agar tidak sedih.
"Baik, nyonya." jawab mereka berdua bersamaan.
Mika masuk ke dalam setelah di persilahkan oleh petugas, dia menunggu papanya datang dengan duduk di tempat kunjungan yang berhadapan langsung dengan tahanan namun tetap di kasih pembatas kaca tebal.
Tak lama Alan datang dengan baju tahanan yang sangat kentara itu membuat mika berusaha menahan sedihnya.
Sebagai anak baik buruknya perlakuan orang tuanya tetap lah tidak tega jika melihat orang tuanya harus mendekam di penjara seperti ini.
"Papa," panggil mika lirih.
š„š„š„
Sedangkan Alan tadi sedang berada di sel tahanan nya tiba-tiba saja ada petugas yang menjemput nya dan mengatakan ada kunjungan padahal dari kemarin saat dia di tahan tidak ada kunjungan sama sekali bahkan dari jenny dan Amel membuatnya sangat sedih sekali, mengharapkan mika untuk datang Alan sudah kepalang malu akan hal tersebut sehingga dia tidak berharap banyak agar mika datang.
__ADS_1
Dia pun mengikuti pengawas menuju ke ruang kunjungan, saat masuk siapa sangka ternyata itu adalah mika anak yang sudah dia sia-sia kan, anak yang sudah dia perlakukan buruk selama beberapa tahun ini.
Melihat mika membuat Alan langsung menangis terduduk di hadapan mika, dia berharap agar anak nya mau memaafkannya.
"Sayang, maafin papa ya papa tau papa salah." ucapnya dengan air mata yang deras.
Namun serasa hati mika hati hingga dia tidak bisa menemukan kesedihan dari wajah sang papa, awalnya dia sedih sebelum masuk namun setelah melihat papa nya semua sedihnya hilang di gantikan oleh trauma masa kecil yang pernah dia alami.
"Pa, maaf baru berkunjung. Aku cuma mau tanya kabar papa aja, gimana kabar papa," tanya mika.
"Kabar papa baik sayang, kamu gimana baik baik aja kan?" tanya Alan balik namun tak di gubris oleh mika.
"Sayang, maafin papa ya. Andai dulu papa gak gegabah semua keadaan pasti tidak seperti ini," ucap Alan merasa bersalah.
"Aku malah bersyukur pa, karena keadaan ku sekarang ini aku bisa mendapatkan seseorang yang aku cintai dengan apa adanya tanpa memandang harta." tekan mika.
"Sayang," ucap Alan dengan sedih.
"Pa, aku di sini cuma mau ngasih tahu papa aja bahwa akan akan perjuangin semua usaha mama yang selama ini tidak akan ambil jadi siap-siap saja untuk istri dan anak mu keluar dari rumah ku karena akan akan mengambil hak ku," seru mika yakin dengan keputusannya.
"Seperti nya rasa benci kamu sangat mendalam sekali sama papa ya nak," ucap alan sambil meneteskan air mata.
Air mata yang sudah sangat terlambat jika dia menyesalinya karena bagi mika yang sangat dia inginkan adalah mengambil kembali hak nya dan menghilangkan dua nenek lampir pergi dari kehidupannya.
Mika pergi dari sana dan meminta pak ilham untuk melajukan mobilnya menuju ke mansion.
š„š„š„
Di sisi lain Melvin baru saja mengadakan rapat dan dia kembali ke ruangannya, dia melihat cctv yang terpasang di mansion nya mengecek keberadaan sang istri namun tidak ada di sana membuat melvin kelimpungan dia melihat cctv beberapa saat lalu dan melihat mika keluar bersama dengan pak Ilham dan bi Endah.
Melvin menelepon bi Endah saat mika sedang kunjungan tadi dan mendapati sang istri ternyata sedang mengunjungi penjara tempat Alan di tahan.
"Angga," panggil Melvin melalui teleponnya ke ruang asisten nya itu setelah dia menutup teleponnya ke BI Endah.
"Iya, tuan." ucap Angga masuk ke dalam ruangan Melvin.
__ADS_1
"Kamu bawa berkas ini ke ruang Bu Ika kemudian kosongkan semua jadwal saya setelah makan siang ini," ucap Melvin.
"Baik, tuan."
Angga pun pergi dari sana dengan membawa berkas yang sudah di periksa oleh Melvin tadi dan sudah di tanda tangani oleh nya.
Jam makan siang melvin pergi dari kantornya sendirian menuju ke mansion di mana di sana ada sang istri yang sedang berenang di kolam renang hanya dengan menggunakan pakaian renang.
Dia pun memilih untuk berganti pakaian terlebih dahulu menjadi pakaian santai ala rumahan setelah itu baru lah dia menuju ke kolam renang.
Melvin mendekatkan dirinya ke arah kolam renang di mana sang istri sedang santai di sana, mika sama sekali tidak tahu kalau Melvin sudah pulang karena sekarang masih siang dan bukan waktunya Melvin datang.
Dia memang tadi telah dari penjara langsung kembali ke mansion, sampai di mansion dia tak sengaja melihat kolam renang yang menurutnya sangat segar sekali ya akhirnya mika pun berenang di sana.
Jangan khawatir dengan para pekerja, mereka pasti akan segera pergi dari sana dan akan kembali ke mansion utama setelah di suruh karena mereka tidak ingin mengganggu privasi dari majikan mereka sehingga mika pun ikut lega setidaknya kalau dia menggunakan pakaian renang yang sangat mini itu tidak perlu malu lagi.
"Apakah kamu ingin menggodaku," ucap melvin sudah berada di tepi kolam renang dengan pakaian casualnya membuat mika terlonjak kaget apa lagi dia baru saja keluar dari kolam renang.
Dia segera membalikkan tubuhnya dan langsung bisa melihat sang suami yang sangat dekat sekali dengannya bahkan tatapan melvin sangat liar sekali, entah dengan reflek mika segera menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya membuat melvin ingin tertawa sekali.
"Kenapa di tutupi? Aku sudah melihat semua nya," bisik Melvin menggoda.
Dia menarik pinggang sang istri agar mendekat ke arahnya kemudian mencium kening, mata, hidung dan yang terakhir bibir sang istri.
Mika hanya dia saja menurut, baru di cium saja dia sudah dimabuk kepayang bahkan dia yang awalnya ingin bertanya kapan Melvin datang Kun dia urungkan karena permainan bibir Melvin yang sangat membuat mika menginginkan lebih.
Setelah di rasa sang istri kehabisan nafas Melvin pun melepaskan ciumannya, deru nafas mereka saling bertautan menandakan bahwa mereka sudah dibakar api gairah.
"Mau mencoba hal baru?" tawar melvin dan mika tidak paham akan hal tersebut.
"Apa?" tanya mika.
.
.
__ADS_1
TBC