
Tak lama keluarlah seseorang yang sudah sangat lama tak mika jumpai, yaitu Bu Dinar pemilik restoran tersebut berencana untuk menulis menu pesanan pelanggannya namun siapa yang sangka ternyata itu adalah pelanggan setianya dari dulu.
"Bu Dinar," sapa mika dengan senyum manisnya.
Bu Dinar yang mendengar orang memanggilnya pun menoleh dan tenyata pelanggan setianya, dengan cepat Bu Dinar pun langsung menghampiri mika.
"Nak astaga kamu kembali, kenapa lama sekali tidak datang!" ucap Bu Dinar dengan memeluk erat tubuh wanita cantik di depannya itu menyalurkan rasa kangennya karena beliau sering sekali menunggu kabar dari anak kecil dulu yang sering datang ke sini.
Mika memang sering datang waktu sudah besar namun Bu Dinar tidak pernah datang ke restoran karena beliau sudah tua sehingga sering sakit-sakitan jadi setiap ke restoran pasti sang anak lah yang melayani namun sekarang Bu Dinar datang entah ada dorongan apa namun mika sangat senang dan membalas pelukan hangat Bu Dinar seperti pelukan hangat seorang ibu saja.
Mika menangis di sana, di dalam pelukan Bu Dinar rasanya dia seperti sedang berpelukan dengan mama nya saja jika saja mama nya masih hidup mungkin mika akan banyak bercerita dengan sang mama bercerita banyak hal tentang betapa ketirnya hidup ini.
"Ibu, gimana kabar nya?" tanya mika setelah melepas pelukannya.
"Baik nak, kamu sendiri gimana kabarnya? Ibu dengar mama kamu sudah meninggal dan papa kamu sudah menikah lagi ya?," sahut Bu Dinar.
"Iya Bu," jawab mika sedih.
Bu Dinar juga sedih mendengarnya karena dulu keluarga mika adalah keluarga idaman bagi banyak orang apa lagi para pengunjung tetap di restorannya, mereka kenal dengan keluarga harmonis tersebut dan merasa iri namun siapa sangka keluarga yang dulunya begitu harmonis malah berubah menjadi keluarga yang hancur berantakan.
Setalah melepas kangen, Bu Dinar segera menulis pesanan mika dan segera pamit untuk menyiapkannya. Mika menunggu dengan tenang pesanan yang dia pesan.
š„š„š„
Di sisi lain Melvin sedang berada di kantor tiba-tiba telepon nya berdering menandakan ada telepon masuk, Melvin melihat ternyata itu dari pak Ilham supir pribadinya yang dia suruh untuk mengantar anak istri kemana pun.
Melvin memang menyuruh kepada pak ilham agar memberitahu kan kemana saja sang istri pergi agar Melvin bisa lebih mudah untuk melacak keberadaannya.
[Halo, ada apa pak?] tanya Melvin to the point saja.
[Halo, tuan. Ini saya mau mengabarkan kalau sekarang ini nyonya berada di rumah sakit.] ucap pak ilham langsung di potong oleh Melvin karena mendengar sang istri berada di rumah sakit.
[Rumah sakit! Kenapa istri saya pak?!] seru Melvin sangat merasa khawatir bahkan dia belum tahu pak Ilham akan mengatakan apa namun sudah di potong saja.
[Bukan nyonya yang sakit tuan tapi papanya nyonya sakit, tadi si mansion nyonya dapat telepon dari sekertaris papa nya dan bilang kalau papa dari nyonya sekarang berada di rumah sakit.] sahut pak Ilham di sebrang telepon.
Melvin pun merasa lebih tenang karena setidak nya bukan sang istri lah sakit, tapi mendengar papa dari sang istri yang otomatis adalah papa mertuanya sakit melvin pun setelah menutup telepon dari pak Ilham dia pun menyuruh Angga untuk mencari tahu kebenaran tentang sakit sang papa karena setahunya papa mertuanya itu tak memiliki riwayat penyakit berbahaya kecuali penyakit faktor umur saja.
Tak lama Angga pun datang dengan membawa informasi yang sudah dia dapatkan dari anak buah nya.
"Jadi tuan Alan tidak memiliki penyakit berbahaya tetapi beliau masuk rumah sakit dari pernyataan dokter beliau mengalami patah tulang bagian kaki karena benturan keras dan juga beberapa jahitan di kepala dan tangan dan adanya luka lebam di tubuh nya, dari analisa dokter seperti nya tuan Alan mengalami jatuh di tempat yang sangat berbahaya dan mungkin sangat tinggi karena melihat luka yang beliau alami." sahut Angga menjelaskan.
"Bagaimana bisa?" tanya Melvin.
__ADS_1
"Itu yang ingin saya kasih tahu kepada anda tuan, kami mendapatkan rekaman cctv di mana jatuhnya tuan Alan memang di sengaja oleh istri dan anaknya yaitu Jenny dan juga Amel." jawab Angga memberikan iPad kepada Melvin yang menampakkan rekaman cctv di sana di mana mereka sedang berusaha mendorong papa mertuanya agar jatuh dari tangga rumah nya dari belakang sehingga papa mertuanya tidak tahu.
Kalau kalian tanya bagaimana bisa mereka memasang cctv di rumah tersebut? Jawabannya adalah Melvin memang menyuruh mereka untuk memangsa beberapa sekitar dua sampai tiga cctv untuk memantau bagaimana pergerakan keluarga tidak tahu malu itu apa lagi mereka bisa saja menyakiti sang istri sehingga lebih baik berhati-hati.
Dia sudah memasang cctv tersebut sudah cukup alam sekitar satu minggu setelah dia menikah dengan berpura-pura mengirimkan vas yang memang di beli oleh jenny, Melvin berkoordinasi dengan penjual yang ternyata adalah dari pabriknya bukankah itu suatu kebetulan.
"Dan tuan, ada lagi satu hal yang mungkin tuan akan tidak senang melihatnya." ucap Angga.
"Apa itu?" tanya Melvin.
Angga pun menggeser iPad tersebut berganti ke layar berikut nya di mana di sana ada mika dan ibu dan Kaka tirinya di depan kamar pasien.
Baru saja melihat Melvin sudah di suguhkan kejadian yang tidak biasa di mana sang aktris di tampar cukup keras hingga bibirnya berdarah membuat Melvin menggeram kesal hingga dia tanpa sadar mengepalkan tangannya.
Namun tak lama dia melihat sang istri membalas tamparan dari ibu tirinya pun membuat melvin menyungging kan senyum di bibirnya.
Segera Melvin mengambil telepon nya dan menghubungi pak Ilham untuk mencari tahu di mana sekarang keberadaan sang istri namun pak Ilham mengatakan bahkan mika sudah tidak ada di rumah sakit melainkan di sebuah restoran.
Melvin pun menyuruh pak Ilham untuk mengirimkan lokasi sang istri.
"Angga, batal kan semua kegiatan saya hari ini." ucap Melvin kemudian pergi meninggalkan kantornya.
Angga hanya bisa pasrah saja dan mengikuti tuannya membatalkan kegiatan nya hari ini adalah hari ini mereka ada rapat dengan klien namun ya sudah lah bagaimana lagi.
Melvin mengendarai kendaraan sendiri menuju ke lokasi yang di kirim oleh pak Ilham, Raka lama dia sampai di sebuah gang yang di sana banyak pertokoan hingga melvin berada di ujung gang terdapat restoran kecil di Amna ada pak Ilham di sana.
"Bapak pulang saja biar saya saja yang menemani mika," sahut Melvin.
"Baik, tuan."
Setelah itu Melvin pun masuk ke restoran tersebut dan mencari keberadaan sang istri yang ternyata berada di pojokan tempat duduk.
Melvin menghampiri mika yang melamun sendirian di sana sambil membayangkan betapa menyenangkannya masa lalunya yang sangat ingin ia ulangi lagi bersama mama dan papa nya.
Melvin tiba-tiba duduk di sana di depan sang istri membuat mika menoleh ke arah gerakan tersebut ternyata itu adalah sang suami yang sudah berada di depannya, dari tadi dia memang membutuhkan orang yang bisa menghiburnya dan ternyata Melvin malah sudah datang membuat mika tidak bisa menghilangkan senyum bahagianya dan ada genangan air mata di pelupuk matanya saat Melvin tiba-tiba saja menggenggam tangannya erat.
Karena melihat sang istri akan menangis Melvin pun langsung pindah posisi berada di samping sang istri memeluk erat tubuh ringkih itu yang sudah membawa beban yang sangat berat, di tinggalkan oleh orang tua yang sangat dia cintai hingga keluarganya terpecah belah dan dia harus membiayai hidupnya sendiri.
Membayangkannya saja membuat melvin tidak habis pikir bagaimana bisa mika bertahan selama itu sendirian tanpa ada teman curhat bahkan teman yang menghiburnya karena dia lebih suka memendamnya sendiri tanpa bercerita kepada semua orang.
Mendapat pelukan hangat dari sang suami aku tak mau air mata itu pun lolos keluar dari mata mika, semua beban rasanya langsung luruh dengan semakin derasnya air mata yang keluar.
"Tumpahkan semuanya sayang," ucap Melvin.
__ADS_1
Tak lama mika sudah mulai tenang dan melepas pelukannya dari Melvin, dia merasa bersalah karena air matanya nya kemeja Melvin harus basah karena air matanya itu.
"Udah lega?" tanya Melvin mengelus surai sang istri dengan lembut.
"Maaf," lirih mika takut.
"Maaf kenapa?" tanya Melvin yang tidak mengerti.
"Gara-gara aku baju kamu jadi basah," gumamnya namun masih bisa Melvin denger dengan jelas.
"Ini gak papa kok sayang yang penting kamu udah gak sedih lagi kan?" ucap Melvin dan di angguki oleh sang istri.
"Iya, makasih ya udah mau datang dan menghibur aku." ucap mika dengan tulus berterima kasih.
"Iya, sayang." balas Melvin kemudian mencium kening sang istri merasa senang karena mika sudah mulai ceria lagi.
Melvin merasa senang karena dia berhasil menghibur sang istri dan membuat sang istri kembali ceria lagi.
Tak lama makanan pun datang, Bu Dinar yang melihat di depan mika sudah ada pria tampan pun saling berpandangan dengan mika seperti meminta penjelasan dan mika pun mulai paham.
"Siapa nak?" tanya Bu Dinar kepada mika.
"Oh ini Melvin Bu suami saya," ucap mika dengan senang nya memperkenalkan kepada ibu pemilik restoran tersebut.
"Melvin," ucap Melvin mengulurkan tangannya.
"Bu Dinar nak," jawab Bu Dinar dengan tak mengedipkan matanya sama sekali karen ketampanan pria di depannya.
"Wah suami kamu tampan banget nak," ucap Bu Dinar terpesona.
"Terima kasih Bu," jawab melvin merasa malu karena di lihat terus dari tadi.
"Ibu jangan di kasih tahu dulu ya Bu apa lagi sama orang-orang soalnya saya masih belum kasih tahu yang lainnya,"ucap mika dan di angguki oleh Bu Dinar yang paham pasti ada alasannya kenapa mika merahasiakan pernikahannya.
"Iya nak, kamu tenang saja ibu gak comber kok." jawab Bu Dinar.
"Terima kasih Bu,"
"Ya udah buruan di makan, ibu mau ke dapur lagi. Semoga kalian suka ya," pamit Bu Dinar.
"Iya, Bu."
.
__ADS_1
.
TBC