
Pagi harinya mika sudah bangun dan sudah membuat sarapan untuk sang suami, sedangkan Melvin malah sedang tidur pulas.
Mika pun segera membangunkan sang suami karena sebentar lagi melvin harus segera kembali ke kota.
Sayang, bangun!" ucap mika dengan menggoyang-goyangkan tubuh sang suami yang bagian atas tak tertutup sempurna oleh selimut.
Meskipun mika sudah melihat meja bagian tubuh sang suami begitu pun sebaliknya namun dengan melihat sang suami telan*Jang dada saja sudah membuat mika berseri malu.
"Enggeh," erang nya berusaha untuk mengeluarkan tubuhnya menyesuaikan sinar matahari yang masuk.
"Pagi, sayang." sapa Melvin saat dia baru saja membuka matanya dan langsung melihat wajah cantik sang istri.
"Pagi, ayo bangun. Kamu siap-siap sana dulu habis itu sarapan, aku tadi udah masakin kamu sarapan." ucap mika kemudian bangkit dari tempat duduknya namun dengan cepat Melvin menarik kembali sang istri untuk duduk, dia dengan cepat mencium sekilas bibir sang istri.
"Buat isi energi," ucap Melvin kemudian berlari ke arah kamar mandi.
Sedangkan mika sudah berseri saja pipinya karena tindakan sang suami yang sering sekali mencium bibirnya tanpa permisi namun entah mengapa mika suka akan hal tersebut.
Setelah itu tak lama Melvin pun selesai bersih-bersih, mereka segera sarapan karena takut jika Melvin terlambat.
Melvin mengantar mika terlebih dahulu ke kantornya setelah itu baru lah Melvin ke bandara untuk mengejar pesawat yang sudah sangat mepet sekali namun untung masih sempat.
Dia pun segera kembali ke kota dan harus LDR an lagi dengan sang istri.
š„š„š„
Dua minggu sudah mika berada di kota D setelah Melvin menyusulnya kemarin dan hari ini mika dan mbk Ratna berencana untuk kembali ke ibu kota.
Mika sangat senang sekali karena akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan sang suami karena setelah kunjungan terakhir Melvin kemarin dia tak bisa ke sana lagi karena ada pekerjaan yang harus dia urus bahkan Melvin juga harus ke kota-kota lain untuk memeriksa perusahaan nya sehingga dia sangat sibuk namun dia akan menyempatkan waktu untuk menelepon mika.
Sekarang ini mika dan mbk Ratna sudah mendarat di ibu kota dengan selamat, awalnya Melvin ingin menjemput sang istri namun mika menolak sehingga pak Ilham lah yang bertugas menjemput mika sekalian juga mengantarkan mbk Ratna ke rumah nya setelah itu baru lah mika kembali ke mansion.
__ADS_1
Mbk Ratna juga tadi sempat bertanya apa kah supir ini juga adalah fasilitas yang diberikan oleh sang suami rekan kerjanya ini dan akhirnya mau tak mau mika pun menganggukkan kepalanya.
Tanggapan mika tersebut pun membuat mbk Ratna semakin penasaran saja siapa suami dari mika ini karena di lihat dari kendaraan bahkan pakaian yang di pakai mika selama ini bukanlah barang-barang kaleng semuanya adalah produk limited dan mahal.
Sampai di mansion mika segera masuk dan mencari keberadaan sang suami yang telah menunggunya di sana.
"Aku pulang!" ucap mika saat baru saja masuk.
Dia langsung melihat sang suami yang sudah berdiri tegap di dekat pintu menunggu kedatangan sang istri, saat mika baru masuk Melvin langsung memeluk erat sang istri untuk melepaskan rasa rindunya yang coba ia tahan beberapa minggu ini.
Di akhir aksinya Melvin pun mencium bibir mika sekilas yang sudah sangat siap rindukan tersebut membuat mika terkejut karena Melvin tidak tahu tempat.
"Ih jangan di sini, nanti kalau bi Endah tahu gimana? Asisten yang lainnya tahu giman?!" cecar mika membuat Melvin gemas, dia sudah sangat merindukan sang istri sehingga tidak tahu sikon situasi dan kondisi.
"Biarin, rumah-rumah aku sendiri dan aku juga mencium istriku sendiri. Apakah salah?" tutur Melvin yang tidak salah sama sekali.
"Yah bukan gitu sih tapi kan aku malu sayang," ucap mika menelusup kan wajahnya di dada bidang sang suami karena malu bisa saja sekarang bi Endah dan yang lainnya melihat gerak-gerik mereka berdua.
Jangan tanyakan lagi apa yang terjadi karena pasti adegan yang sama seperti tempo hari di mana Melvin melepas rindu nya dengan saling bermesraan dan agar segera ada Melvin junior di sana.
š„š„š„
Malam harinya mika terbangun, gila memang melihat mungkin sudah cukup lama tak merasakan kenikmatan bersama sang istri hingga terus saja menggempur sang istri membuat mika kesusahan dalam berjalan saat ini.
Meskipun ini bukanlah kali pertama mereka bercinta namun tetap saja itu adalah hal yang aneh buat mika dan masih terasa sakit meksipun tak sesakit pertama saat Melvin mengambil keperawanan nya.
Setelah bersih-bersih segera mika membuatkan makan malam di bantu oleh bi Endah yang yang lainnya, karena mereka berdua tadi meninggalkan makan siang sehingga mika merasa sangat lapar sekali kali ini.
"Bi nanti makanan nya taruh di meja, biar saya bangunin Melvin dulu." ucap mika beranjak dari dapur menuju ke lantai dua.
"Baik, nyonya."
__ADS_1
Sampai di kamarnya mika sudah melihat sang suami yang sudah rapi saja dengan baju santainya, sudah bersih-bersih bahkan sudah tidak ada tempat berantakan di sana karena sebelum itu tadi Melvin sudah membersihkannya terlebih dahulu agar sang istri tidak capek.
"Wahh bersih banget," seru mika saat dia membuka pintu membuat Melvin menoleh ke arahnya.
"Iya dong, biar kamu gak capek bersihinnya." ucap Melvin memeluk pinggang sang istri dengan posesif.
"Ya udah yuk kita makan malem, aku udah laper banget nih!" tutur mika.
Mereka pun segera menuju ke meja makan di mana makan malam sudah siap di sana.
Mereka makan dengan lahap begitu pun dengan Melvin padahal dia dulunya sebelum menikah dengan mika jarang sekali makan malam tetapi sekarang dia seperti sebuah kewajiban yang harus di patuhi karena mika akan selalu membuatkan makan malam untuknya.
"Sayang, kamu gak akan pergi dinas dinas lagi kan?" tanya Melvin saat mereka baru saja makan malam.
"Enggak tahu juga sayang, karena semua itu kebijakan dari atasan kalau harus di nas ya di jalani," tutur mika.
"Kalau kamu dinas aku kesepian tahu," gerutu Melvin.
"Terus kalau kamu yang pergi bisnis aku gak kesepian gitu!" ucap mika sedikit mengeraskan suaranya karena sang suami sangat tidak adil sekali dia yang sering pergi dinas tetapi mika baru satu kali saja sudah di omeli.
"Ehh, bukan gitu sayang. Aku kan ada urusan bisnis buat cari uang juga buat kamu, kamu gak kerja pun aku masih bisa membiayai hidup kamu sayang," alasan Melvin padahal uangnya sudah menumpuk gitu.
"Aku tuh mau mandiri sayang, bagaimana nantinya jika kita....pisah," jeda mika sambil mengerakkan jari kanan dan kiri menandakan pisah membuat Melvin langsung mengerenyitkan dahinya dan terkejut.
"Enggak! Sampai kapanpun kita enggak akan pisah sayang. Kamu cuma milik aku dan tidak ada yang bisa merebutnya!" tita Melvin sudah pasti.
Dia pun langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya memberikan sentuhan hangat agar sang istri tidak berfikir pendek seperti itu, istrinya baru saja pulang dinas tapi hampir saja perang terjadi oh melvin tidak bisa melakukan itu.
.
.
__ADS_1
TBC