
Mungkin ada yang kesel sama author karena update nya lama buat nunggu aja, mohon maaf banget ya karena memang kesibukan author di dunia nyata cukup menguras tenang, author harus kerja dan kesibukan yang lainnya membuat author tidak sempat membagi waktu jadi mohon di maklumi jika author kurang gercep dalam update bab nya ga readers šš
Happy Reading!!!
š„š„š„
Setelah selesai interogasi Melvin pun kembali ke rumah sakit, meski pun di sana sudah ada mami Siska yang menjaga sang istri namun Melvin masih saja khawatir dan ingin selalu berada di samping sang istri saja.
Sampai di rumah sakit Melvin melihat mika yang sedang beranjak untuk berdiri dari kasurnya di bantu mami Siska sehingga Melvin pun menghentikan.
"Mau kemana?" tanya Melvin sambil ikut membantu.
"Mau ke kamar mandi," jawab mika.
"Sini aku bantu." ucap melvin yang langsung menggendong mika ala bridal style membuat mika mengalungkan tangannya ke tangan sang suami.
Sedangkan mami Siska yang melihat merasa senang karena Melvin sangat perhatian dan cinta akan istrinya.
"Lihat deh bi, tuh anak posesifnya astaga padahal dari tadi yang bantu mika berdiri aku tapi dia malah yang mengambil alih semuanya," sindir mami Siska namun hanya bercanda sedangkan bi Endah hanya tersenyum simpu saja ikut senang melihat keluarga tuannya.
Melvin mengantarkan mika ke kamar mandi setelah itu dia membawa kembali mika ke tempat tidurnya karena memang kaki mika belum bisa untuk berjalan karena luka nya yang masih baru.
Tak lama pintu di ketuk dan memperlihatkan Kayla yang datang membawa dengan buah buahan bersama dengan angga, entah sampai mana hubungan mereka berdua ini mika juga tidak tahu apakah sudah sampai tahan saling suka sama suka atau hanya sebagai teman saja mika tidak tahu itu tapi dia berharap hal yang baik untuk teman nya itu.
"Hai," sapa Kayla menghampiri mika dengan senangnya karena sahabatnya itu kembali dengan selamat.
Kayla sangat khawatir saat Angga memberitahukannya soal penculikan mika kemarin kayla rasanya ini segera menjenguk Kayla namun dia tidak bisa karena ada acara dengan keluarganya di luar kota dan baru bisa balik hari ini sehingga Kayla langsung datang untuk menjenguk mika.
"Eh Kay, aku mau ngasih tahu sesuatu sama kamu." ucap mika antusias ingin memberitahu kan tentang kehamilan nya ini.
"Ada apaan, ada yang sakit?" tanya nya.
"Aku hamil." ucap mika singkat namun langsung membuat kayla menutup mulutnya tak percaya karena ucapan mika barusan.
"Apa, kamu hamil!" seru Kayla ikut senang mendengarkan nya.
"Iya."
__ADS_1
"Wah, selamat ya mik," ucap Kayla kemudian memeluk sang sahabat itu, dia ikut senang karena kabar tersebut.
Keesokan harinya juga mbk Ratna dan Billy datang menjenguk, semua khawatir dengan kondisi mika namun ikut senang saat mendengar bahwa mika sudah berbadan dua dan mendoakan yang terbaik untuk mika dan jabang bayi yang di kandungnya.
SATU MINGGU KEMUDIAN
Mika hari ini sudah di perbolehkan untuk pulang karena lukanya sudah mulai sembuh dan dia juga sudah mulai bisa berdiri dan berjalan walau pun harus pakai tongkat tetapi Melvin tetap lah Melvin yang tidak memperbolehkan mika untuk berjalan jauh karena masih khawatir kalau sang istri terjatuh apa lagi ada baby sekarang yang menjadi tanggung jawab nya juga.
"Udah siap semuanya?" raya melvin setelah membersihkan perlengkapan sang istri.
"Udah," jawab mika singkat.
Awalnya mika ingin membereskan sendiri baju nya namun Melvin melarangnya sehingga mika hanya bisa diam saja tak membantu.
Setelah itu Melvin mendorong kursi roda sang istri ke arah mobil di mana di sana sudah ada pak Ilham yang akan membawa mobil dan Angga duduk di samping kursi kemudi karena melvin meminta Angga untuk tinggal beberapa waktu di mansion karena dia akan sibuk dengan sang istri yang sedang hamil muda ini sedangkan Melvin akan menemani sang istri di belakang.
Di perjalanan Melvin terus saja menggengam tangan sang istri sedangkan mika malah melihat ke arah jendela apa lagi saat mereka melewati beberapa pedagang kaki lima yang membuat mata mika tak henti melihat dan bibir nya yang tak henti-hentinya menganga seperti ingin sesuatu di sana dan hal tersebut pun di baca oleh melvin.
"Kenapa?" tanya Melvin ikut melihat ke arah mata sang istri memandang di mana di sana ada pedagang sea food yang sedang membakar cumi cumi.
"Sayang, aku pingin cumi bakar itu deh." ucap mika sudah tidak tahan melihatnya dan ingin segera memakan cumi tersebut.
"Aku gak papa kok sayang," ucap mika merengek seperti anak bayi.
Ya begitu lah hormon ibu hamil, Melvin harus bisa sabar karena dari kemarin-kemarin dokter terus mewanti-wanti nya untuk sabar menghadapi ibu hamil yang suka berubah-ubah hormon nya sesuai hati jadi jangan sampai terpancing emosi dan marah marah karena itu membuat kondisi ibu hamil semakin stres.
"Ya udah bentar aku telepon dokter dulu boleh apa enggak," ucap Melvin menelepon dokter kandungan sang istri.
[Halo dok,]
[Halo, tuan Melvin. Ada yang bisa saya bantu?]
[Gini dok, istri saya mau makan seafood seperti cumi gitu enggak apa-apa?]
[Baik, tuan Melvin. Nyonya mika bisa makan jenis jenis seafood apa pun tapi tetap dalam kadar yang wajar ya tuan,] ucap dokter tersebut.
[Oke, makasih dok.] ucap Melvin langsung menutup teleponnya karena informasi yang dia perlukan sudah tersampaikan dengan baik.
__ADS_1
"Okey, kita beli tapi di makan di rumah aja ya," ucap Melvin dan di angguki oleh mika lagian di sana sudah penuh juga tempat duduknya.
"Tuan biar saya yang belikan," ucap Angga.
"Enggak, aku mau daddy nya yang beliin." rengek mika sambil mengelus perutnya yang bahkan belum buncit sama sekali saat Melvin akan memberikan uang kepada Angga.
"Ok, aku bakalan belikan. Sayang jangan buat mommy kamu ngidam yang aneh aneh ya," bisik Melvin mengelus perut sang istri dan mensejajarkan wajahnya dengan perut mika sambil mengelus setelah itu mencium lama perut sang istri baru lah dia keluar untuk membeli kemauan sang istri di temani Angga karena bahaya jika Melvin keluar sendiri, bagaimana jika ada yang mengenalinya coba.
"Bang, cumi bakarnya dua sama kepiting dan guritanya juga dua porsi semuanya," ucap Melvin.
"Tu... tuan Melvin bukan," ucap pedagang tersebut kaget karena warung kecilnya di sambangi oleh orang hebat.
"Iya, bang. Saya pesen ya," ucap Melvin.
"Baik, tuan. tunggu sebentar ya," ucap Abang pedangang nya karena beliau sedang melayani pembeli lainnya.
"Ingin pedas atau tidak tuan?" tanya abang nya.
"Enggak usah, karena ini untuk istri saya." jawab Melvin.
Setelah beberapa saat pesanan Melvin sudah siap, dia memberikan uang pecahan besar sebanyak sepuluh lebar padahal itu sangat sangat kebanyakan untuk abang pedagang nya.
"Tuan ini kebanyakan," ucap abang nya yang ingin mengembalikan uang tersebut.
"Buat abang saja, kalau gitu saya permisi." pamit Melvin menuju ke mobilnya.
"Makasih tuan," ucap abang dagang karena mendapatkan rejeki yang tidak terduga.
Melvin balik ke mobilnya dengan membawa dua keresek atau lebih tepatnya Angga yang membawanya.
"Wah wah makasih sayang," ucap mika saat kantong keresek tersebut sudah berada di depannya.
"Pak kita jalan, makannya di mansion aja ya." ucap melvin dan di angguki mika, rasanya dia ingin segera memakan makanan tersebut membuat air liur nya menetes.
Dasar orang ngidam memang ya sangat absurd banget permintaannya, tiba-tiba saja siang siang ingin seafood padahal mika kalau siang atau pagi jarang makan seafood.
.
__ADS_1
.
TBC