
Di sisi lain Melvin berada di ruang kerjanya, dia memilih untuk melanjutkan kerjanya di mansion agar bisa sekalian mengawasi sang istri ya walaupun hanya dari cctv karena dia sibuk dengan berkasnya di bantu oleh Angga sedangkan sang istri malah pergi.
Sekarang ini mika sendang berada di pos scurity bersama asisten rumah tangga dan pegawai lainnya semua berada di sana.
Mereka semuanya bercerita banyak hal sekali membuat mika merasa nyaman dan bisa merasakan bagaimana memilih keluarga utuh dan banyak.
"Nyonya, apa kah tidak apa-apa kalau nyonya bersama kami dan juga tidak apa-apa nyonya di sini?" tanya mang pak Irwan merasa tidak enak karena istri majikannya itu mau bergaul dengan nya yang hanya seorang scurity dan duduk di gazebo taman depan.
"Pak Irwan tenang aja aku tadi udah izin kok sama Melvin, dia juga sedang sibuk dengan berkas berkas kesayangan nya jadi lupa sama istri sah nya," gurau mika berusaha untuk mencairkan suasana.
Semua orang merasa lega setelah penuturan dari mika itu karena mereka takut jika tuan nya itu akan marah karena membawa istrinya keluar.
"Bi, bibi kan udah punya anak gimana sih rasanya menjadi seorang ibu?" tanya mika sangat penasaran.
Dia dari dulu ingin sekali bertanya akan hal tersebut namun tidak ada tempat yang tepat untuknya bertanya karena dari kecil dia sudah kehilangan mama nya jadi dia hanya bisa membayangkan saja tanpa punya teman curhat.
"Rasanya sangat susah untuk di artikan nyonya, selama sembilan bulan saya mengandung menantikan kehidupannya dan saat anak saya lahir saya hanya bisa menangis tidak menyangka bahwa anak yang selama ini saya impikan terwujud, mulai dari situ saya banyak banyak bersyukur kepada tuhan karena masih mempercayai saya untuk memiliki anak," jawab bi Endah terharu mengingat perjuangan nya untuk memiliki anak dengan suaminya.
Namun setelah beberapa tahun sang suami harus menghadap ke maha pencipta sehingga sang anak di titipkan oleh sang ibu yang notabennya adalah kakek dan nenek nya di kampung dan bi Endah harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sang anak.
Bi Endah banyak sekali cerita dan semua orang menyimak dengan seksama tidak memotongnya setelah itu mika menguatkan bi Endah untuk kuat dan memberikan pelukan hangat kepada asisten rumah tangga nya itu yang sudah dia anggap sebagai seorang ibu pengganti buatnya.
Saat sedang asyik bercerita banyak hal tiba-tiba melvin datang dengan tangan di masukkan ke kantung celana nya membelakangi mika, semua orang tahu majikannya datang sehingga langsung diam dan menunduk sedangkan mika malah heran dengan para pegawainya yang malah diam padahal dari tadi mereka seru sekali.
"Kenapa pada diam sih, aku pak Irwan lanjutin ceritanya. Emang bener ya Melvin sering bawa perempuan ke manison?" tanya mika penasaran sekali tanpa tahu di belakangnya sudah ada Melvin yang terus mendengar pertanyaan pertanyaan dari mika itu dan menggelengkan kepalanya.
"Ih gak asik, bi cerita dong kepo nih aku." ucap mika penasaran.
"Aku gak pernah bawa wanita mana pun ke manison dan cuma kamu satu satunya," jawab Melvin dari belakang dan menuju ke arah mika.
Sedangkan mika yang tertangkap basah sedang bergosip tentang sang suami pun ikut diam tak berkutik karena sudah ketahuan.
__ADS_1
"Eh ada kamu," ucap mika dengan cengiran nya.
"Tuan, nyonya kami permisi." pamit pak Irwan dan yang lainnya meninggalkan muak sendirian dan hanya di temani oleh sang suami.
"Eh bi, pak, mang astaga kenapa aku di tinggalin sih, aku ikut!" seru mika yang akan berdiri namun langsung di cegat oleh Melvin dan di dudukan lagi sang istri kemudian di condong kan badan nya ke arah mika sehingga mika merasa tersudut.
"Kamu tadi cerita apa kok bawa nama nama aku segala hm?" tanya Melvin terus maju ke depan.
"Enggak, gak cerita apa apa kok." balas mika.
"Aku mau ke dalem sayang, dingin di sini." ucap mika dan Melvin baru sadar kalau sang istri hanya memakai kaus tipis tanpa jaket padahal di sini sudah hampir malam haid lebih dingin.
Melvin pun langsung membawa sang istri ke dalam dengan menggendong nya ala bridal style.
"Gak usah di gendong ih aku bisa jalan sendiri," protes mika namun tak dihiraukan oleh Melvin.
Mika pun hanya diam saja kembali dan meranhkulkan tangannya di leher sang suami dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Hm." jawab melvin singkat.
"Jadi aku yang pertama?" tanya mika lagi penasaran sekali.
"Hm."
"Astaga jawab nya ham hem ham hem aja!" kesal mika.
"Iya, kamu yang pertama dan aku pastikan kamu juga yang terakhir." jawab Melvin dengan tegas membuat rona merah di wajah mika.
š„š„š„
Dua bulan sudah berlalu dan perut mika juga sudah terlihat tonjolan di sana karena baby nya, setiap bulan mika pasti akan cek kandungan di temani oleh sang suami namun untuk bulan ini Melvin tidak bisa mengantar sang istri karena dia ada perjalanan bisnis ke negara B selama beberapa minggu.
__ADS_1
Awalnya Melvin menolak dan meminta di gantikan saja namun tidak bisa karena kali ini sangat penting.
"Sayang, maafin aku ya. Aku pingin berada di sisi kamu terus tapi aku harus segera ke negara B," pamit Melvin yang sudah berada di teras depan dan akan segera berangkat.
"Iya gak papa kok, kamu hati-hati aja di sana ya," balas mika.
Melvin pun memeluk tubuh sang istri dengan erat seperti tidak ingin berpisah dan juga mencium lembut kening sang istri.
Setelah itu dia bergantian ke perut sang istri, mengelus jagoan jagoan kecilnya yang sudah tumbuh dengan baik di kandungan sang istri karena sudah terlihat pertumbuhan di dalam sana.
"Jagoan jagoan daddy jangan bikin mommy sakit ya, jaga mommy nya nanti kalau daddy datang akan daddy bawakan hadiah." ucap Melvin berbicara sendiri dengan perut mika kemudian mengelus dan mengecupnya.
"Aku pamit sayang," pamit Melvin kemudian mencium singkat bibir sang istri.
Setelah itu baru dia pergi dari sana dan menuju ke bandara karena Melvin akan menggunakan pesawat komersial karena pesawat pribadi nya sedang dalam masa pemeliharaan perawatan karena memang Melvin mendadak sekali sehingga tidak terburu.
Satu minggu berlalu Melvin hanya meneleponnya beberapa kali saja dan mengatakan kalau dia sedang sibuk sehingga mika harap maklum, mami Siska juga sering berkunjung ke manison menghibur sang menantu yang sedang gusar memikirkan Melvin.
Mika sedang hamil namun dia harus memikirkan hal hal yang tidak tidak kepada sang suami karena jarang sekali memberi kabar kepadanya, bahkan seperti sekarang ini mika seharusnya akan segera memeriksakan kandungannya namun Melvin malah tidak mengabarinya menanyakan bagaimana dia akan berangkat atau pun dengan siapa.
Mika juga sering bertanya kepada mami Siska dan papi Jhonny apakah Melvin sering mengabari mereka namun mereka juga mengatakan jika Melvin tidak pernah mengabari mereka.
Mika coba bertanya kepada Kayla yang notabennya sudah cukup dengan Angga asisten suaminya dan Kayla mengatakan bahwa Angga cukup sering mengabarinya dan mengatakan bahwa sebenarnya mereka sudah bisa kembali namun bos nya yang menolak.
Pikiran mika sangat kacau beberapa hari ini, kalau kalian mengatakan mika lebay atau alay maklum dia sedang hamil dan sang suami tidak bisa di hubungi, dia lost contact dengan suaminya membuat pikirannya kalut tak karuan memikirkan hal hal yang tidak tidak saja.
.
.
TBC
__ADS_1