Istri Dadakan Tuan Presdir

Istri Dadakan Tuan Presdir
BAB 55_Diusir


__ADS_3

"Mau mencoba hal baru?" tawar melvin dan mika tidak paham akan hal tersebut.


"Apa?" tanya mika.


.


Melvin pun melepas baju nya dan langsung menceburkan dirinya bersama sang istri membuat mika terkejut karena dia belum siap tadi.


"Aaaaa," teriak mika saat Melvin menariknya dan memeluknya untuk mencebur bersama.


BYUR


Suara ceburan keras terdengar, Melvin langsung menarik sang istri mendekat ke arah nya pun langsung mendapatkan pukulan kecil dari sang istri.


"Ih kamu ya," ucap mika kesal dengan sang suami.


Melvin mendekatkan dirinya kepada sang istri berencana untuk mencium bibir sang istri hingga tiba-tiba ada interupsi dari luar.


"Astaga kalian berdua, kalau mau mesra-mesraan sama buat Melvin junior ya gak di luar juga kali bisa di kamar!" ucap orang tersebut siapa lagi kalau bukan mami Siska yang tadi berencana untuk memberikan lauk pauk yang beliau buat tadi untuk sang menantu tapi lihat lah apa yang beliau dapat, beliau malah melihat anak dan menantunya sedang bermesraan di dalam kolam renang.


Mika yang kepergok pun langsung malu hingga bersembunyi di dada bidang sang suami, dia sangat malu sekali karena ketahuan oleh mami Siska.


Malu nya bukan main, dia jadi kesal dengan sang suami karena ketahuan mami Siska, rasanya dia tidak bisa bertemu lagi dengan mami Siska karena malu sekali.


"Ih mami ganggu banget sih," gerutu melvin keluar dari kolam renang dan mengambil bathrobe nya dan masih bisa di dengar oleh mami Siska.


"Sayang, ih." ucap mika.


Melvin juga setelah mengenakan bathrobe tersebut dia juga memberikan nya kepada sang istri untuk menutupi tubuhnya karena gawat nanti kalau ada papi Jhonny atau yang pria yang lainnya.


"Makanya kalau mau mesra-mesraan itu di kamar Melvin," ucap mami Siska berlalu menuju ke dapur untuk menaruh lauk yang beliau bikin.


"Dasar anak muda, gak tau tempat." gumam mami Siska sambil tersenyum senyum.


Mika dan Melvin pun pergi ke kamar nya untuk bersih-bersih diri tak melanjutkan aktivitas nya tadi karena sudah tidak mood, kalau saja mami Siska tidak datang maka bisa di pastikan mungkin mika sudah terkapar lemas di kolam renang karena perbuatan sang suami.


Mika dan Melvin turun ke bawah di mana di sana sudah ada papi Jhonny dan kak Clara bersama Celine pastinya dong.


Mika seperti melupakan akan malu nya kepada mami Siska, dia berlari menuju ke Celine.


"Celine," panggil mika merentangkan tangannya kepada Celine dan bayi kecil itu pun ikut senang saat melihat tante nya itu berlari ke arahnya, seperti tahu bahwa mika akan menggendong nya Celine sampai nendang-nendang di gendongan sang mama nya.


"Astaga sayang, jangan nakal kayak gini dong." ucap kak Clara melihat tingkah sang anak.


Mika sampai di depan Celine dan langsung merentangkan tangannya dan di sambut gembira oleh Celine yang langsung mau digendong oleh mika.


"Lihat tuh istri kamu, Celine aja seneng banget sama mika apa lagi nanti anak kamu Vin." ucap kak Clara berbisik kepada melvin yang duduk di sampingnya.


"Siapa dulu istri aku gitu loh," balas melvin membanggakan sang istri membuat kak Clara muak.


"Mika membawa Celine ke taman untuk melihat bunga yang baru saja tumbuh sedangkan yang lainnya berada di ruang keluarga.


"Katanya kamu tadi ketahuan mami ya sedang ciuman sama mika?" tanya kak Clara pelan.


"Hm." jawab melvin singkat.

__ADS_1


"Wah, kamu kalau mau mesra-mesraan itu ya lihat kondisi dong Melvin astaga." tutur kak Clara merasa adiknya ini bo*doh walau pun tampan namun tak guna.


"Salah apa, ini kan mansion mansion aku jadi gak salah dong kalau aku berduaan sanga istri aku." ucap Melvin ketus.


"Aduh repot kalau udah berhadapan sama orang yang dingin dan gak mau di kasih tahu," seru kak Clara tidak akan habisnya jika berdebat dengan sang adik.


Dia pun memilih untuk pergi menuju ke mika yang berada di taman bersama dengan sang anak saja dan mengajak mami Siska karena bisa meledak jika terus bersama adik nya itu.


"Vin, bagaimana sama mertua kamu?" tanya papi Jhonny saat semua wanita sudah pergi dari sana.


"Beliau mungkin akan di tuntun tujuh sampai sepuluh tahun penjara pi tapi kita juga belum tahu pasti," jawab melvin.


"Terus dengan perusahaan istri kamu gimana?" tanya papi Jhonny yang juga khawatir kalau perusahaan tersebut terllau lama kosong tidak ada pemimpin.


"Aku udah ngomong sama mika dia bilang dia akan pikirkan Pi tapi aku mau supaya mika juga memulai bisnisnya sendiri karena tidak mungkin dia lepas tangan Pi," jawab Melvin dengan serius.


Begitu lah pria kalau sudah di gabung di sebuah obrolan pasti bakalan serius dan sangat mendalam itu lah yang tidak mami Siska senang dari para pria di keluarganya.


Kemudian mereka pun kembali membicarakan perusahaan mulai dari perkembangan hingga kondisi terkini, papi Jhonny sangat percaya kepada sang anak bahwa di tangan Melvin perusahaan akan semakin maju dan berkembang.


Para wanita sedang berada di taman dengan mika menggendong Celine, rasanya sangat adem melihat mika sudah tidak sedih lagi karena penangkapan papa nya.


"Mika, gimana sama kerjaan kamu?" tanya kak Clara.


"Aku masih bingung kak, sebenarnya aku ingin terus kerja tapi di sisi lain aku harus mengurus perusahaan yang di tinggalkan mama aku kak," ucap mika mengeluarkan semua kebimbangan nya kepada kak Clara sedangkan mami Siska sedang mengajak Celine bermain jauh dari mereka berdua.


"Kamu pilih yang menurut kamu baik mik jangan terpengaruh oleh siapapun tapi kamu juga harus inget kalau kamu punya tanggung jawab kepada banyak orang di perusahaan itu yang harus kamu inget," ucap kak Clara.


Mika Kun menceritakan banyak hal, rasanya lebih plong saja karena kegelisahan nya selama ini sudah dia ceritakan bahkan kak Clara juga memberikan beberapa solusi yang bisa mika gunakan dan menurutnya itu sangat bermanfaat.


"Sayang," panggil mika.


"Hm." jawab melvin singkat.


"Aku mau ngomong serius sama kamu," ucap mika membuat melvin mengalihkan pandangannya.


"Ada apa?" tanya Melvin.


"Aku mau kamu mengajari aku mengelola perusahaan," ucap mika pelan namun masih bisa Melvin dengar dengan jelas.


"Kamu mau mengambil alih perusahaan?" tanya Melvin dan di angguki oleh mika.


"Iya," jawab mika singkat.


"Bagaimana bisa?" tanya melvin karena tadi waktu dia menawarkan mika seperti enggan untuk mengambil alih perusahaan namun sekarang malah dia mau.


"Aku udah mikirin ini panjang jadi hasilnya aku bakalan terusin perusahaan tapi kamu ajari aku ya," ucap mika.


"Iya, sayang. Aku bakalan ajari kamu sampai kamu paham soal perusahaan dan bisnis," ucap Melvin merasa senang karena sang istri mengubah pikirannya.


"Oh ya, nanti malam kita ke rumah ya aku mau mama tiri aku pergi dari sana karena itu adalah rumah bersejarah aku, papa sama mama aku." ucap mika pelan lagi dan di angguki oleh Melvin.


"Iya, nanti kita ke sana ya." balas melvin mengelus rambut panjang lurus yang tergurai milik sang istri.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•

__ADS_1


Di sisi lain setelah penangkapan Alan di kantornya, rumah kediaman nya sekarang terasa tegang dan mencekam karena jenny merasa bahwa sebentar lagi harta yang sudah dia kumpulkan selama ini akan segera hilang dan dia tidak akan punya apa-apa.


Untuk Amel sendiri dia sudah ikut dengan suaminya sehingga sekarang di rumah hanya ada jenny sendiri saja.


Jenny dari kemarin memang belum menjenguk Alan karena ketakutannya jika dia tertangkap juga karena perbuatan Alan ini adalah ulahnya juga yang menyuruh Alan untuk mengambil uang perusahaan karena menghasut Alan dan mengatakan itu bisa menyenangkan hati sang istri.


[Ma, mama lebih baik tinggal bareng aku aja deh dari pada mama di sana ketakutan terus.] ujar Amel saat menelepon mama nya karena dia tahu kalau mamanya itu apatis takut sendirian di sana.


[Tapi sayang, mama gak mau kehilangan semua harta mama,]


[Mama, Asal mama tahu kalau itu adalah rumah milik mika jika dia mau dia bisa saja mengusir mama dari sana, mama mau!] pekik Amel dari sebrang sana.


Jenny memikirkan ucapan sang anak yang ada benarnya juga tapi dia tidak mungkin bukan numpang sama anaknya apa lagi sekarang anaknya sudah menikah dan memiliki keluarga.


[Terus mama harus gimana Mel?]


[Mama sekarang kemasi barang mama terus dateng ke rumah aku, aku sudah izin ke leo buat bawa mama ke sini.]


[Iya, Mel. Mama segera ke sana,] ucap Jenny kemudian menutup teleponnya.


setelah itu jenny segera mengemasi bajunya dan membawa satu koper saja, saat akan keluar tiba-tiba bell pintu berbunyi membuat jenny mau tak mau membukakan pintunya.


Saat dia membukakan pintunya ternyata itu adalah mika sendirian, awalnya Melvin ingin mengantar sang istri namun mika mengatakan dia yang akan menyelesaikan semuanya karena dia lah awal segalanya, segala kebencian terhadap papa nya semua bermula dari wanita nenek lampir tersebut.


"Kenapa? Kaget ya kok aku bisa dateng ke sini," ucap mika dengan nada mengejek.


"Mau kemana kok bawa koper sih?" tanya mika terus.


"Bukan urusan kamu," ujar jenny dengan nada takut karena bagaimana pun sekarang mika punya bekingan yang kuat dan jika jenny membalas maka dia akan kalah, jenny akan mencari waktu yang tepat saja untuk membalas dendam nya.


"Kayaknya tante udah paham deh kalau aku datang ke sini memang ingin mengusir tante, bagus lah kalau begitu karena aku tidak perlu lagi untuk menghabiskan tenaga ku untuk berdebat dengan tante," ucap mika.


Mika seperti ini sama sekali tidak seperti nya namun dia harus bertahan untuk menjaga harga dirinya akan tidak terinjak injak lagi.


"Awa, saya mau pergi." ucap jenny yang akan pergi dari pintu utama namun langsung di hentikan oleh mika.


"Ada apa?" tanya jenny takut jika mika tahu apa isi dari koper ini.


"Jangan kira saya tidak tahu apa yang tante bawa," ucap mika membongkar isi koper jenny yang berisikan berlian dan juga beberapa emas batangan dan jangan lupa ada beberapa berlian milik mama nya juga yang di ambil.


Mika mengambil semua barang tersebut kemudian melempar koper tak berguna itu keluar begitu pun dengan jenny yang juga ikut di depan keluar dari rumah, dia di usir dengan tidak terhormat sekali dari rumah mika namun bagi mika itu udah baik karena mika tak memenjarakan jenny juga atas kekerasan yang selama ini dia terima.


"Awas ya kamu, aku akan balas dendam atas apa yang kamu lakukan ke aku seperti saat ini!" bentak jenny marah dan tak terima di perlakukan seperti ini oleh mika.


Dia keluar dari gerbang dengan koper di tangannya sambil menahan emosi menghentikan taksi yang kebetulan memang lewat.


Dia berjanji bakalan membalas dendam karena mika yang sudah mengusirnya dengan cara yang sangat memalukan apa lagi tadi ada beberapa tetangga yang lewat dan menyaksikan kejadian tadi membuat jenny sangat malu.


Dia yang biasanya di kenal dengan orang yang sombong angkuh dan glamor sekarang malah menjadi seorang yang di permalukan seperti ini.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2