
sore harinya mika sudah kembali ke mansion, dengan badan capek dia pun memilih untuk berendam di bathtub dengan air panas untuk merilekskan tubuhnya.
"Segarnya," tutur mika saat tubuhnya mulai tenggelam di dalam bathtub tersebut.
Setelah beberapa saat merilekskan tubuhnya mika pun menyelesaikan urusan di kamar mandi dan segera mengenakan pakaian yang santai untuk dirinya dan menuju ke bawah dimana di sana ada bi Endah, mustika dan Fitri sedangkan Fita izin untuk pulang kampung karena saudaranya ada yang sedang menikah jadi dia harus pulang.
"Bi Endah mau kemana?" tanya mika saat dia abru saja turun dan melihat bi Endah akan pergi dengan membawa tas kantung belanjaan.
"Bibi mau ke supermarket sebentar nyonya karena ada beberapa bumbu yang habis dan harus segera di isi ulang kalau tidak tuan akan marah," sahut bi Endah menjawab pertanyaan mika.
Karena mika juga merasa bosan berada di mansion dia pun berinisiatif untuk ikut saja lagian mansion nya dengan supermarket tidak terlalu jauh.
"Aku ikut ya bi," ucap mika dengan senangnya.
"Tapi nyonya, bagaimana kalau tuan datang terus nyonya tidak ada di mansion?" tanya bi Endah mengkhawatirkan nyonya nya.
"Udh agak papa nanti aku izin ke Melvin aja di jalan," sahut mika kemudian naik ke atas untuk mengambil dompet dan juga telepon nya yang dia tinggalkan di kamar dan juga memakai jaket untuk menutupi tubuhnya dari hawa dingin yang menerpa karena malam hari.
Setelah siap mika turun dan langsung mengikuti bi Endah untuk naik ke mobil, mereka menggunakan mobil yang berbeda dari mika biasanya.
Jika mika menggunakan mobil harga mahal dan terbatas sedangkan untuk para asisten juga di sediakan mobil namun dengan tipe mobil seperti mobil biasanya yang sering di temui agar tidak terlalu kentara.
Mika dengan senang menaiki mobil karena dia merasakan suasana yang baru, baru akan melajukan mobilnya tiba-tiba gerbang pintu terbuka dan menampakkan mobil mahal Melvin berada di depan mobil yang akan membawa mika pergi ke supermarket.
"Nyonya, tuan sudah kembali." ucap bi Endah melihat mobil Melvin berhenti di depan mobilnya.
Sedangkan di sisi lain Melvin baru saja memasuki gerbang namun pak Irwan mengatakan bahwa nyonya ada di dalam mobil depan dan akan ke supermarket.
"Angga berhenti di depan mobil," tutur Melvin.
Angga pun mengikuti saja pemerintah dari tuannya itu dan menghentikan mobilnya di sana.
Melvin keluar dari mobil dan berjalan mendekat ke arah mobil yang di tumpangi mika.
"Nyonya, tuan berjalan ke arah sini." ucap pak Ilham memberitahu mika.
Sedangkan mika malah kesal karena membuat waktunya terpotong lama gara-gara Melvin mencegatnya.
Melvin pun membuka pintu belakang di mana sang istri duduk, dan benar saja dia langsung bisa melihat mika duduk di sana dan mereka saling berpandangan beberapa detik.
"Mau kemana?" tanya Melvin sambil berdiri di depan pintu mobil sedangkan tangannya sudah memegang dudukan kursi dan juga paha sang istri seperti mengungkung sang istri di sana.
"Aku mau ke supermarket ikut bi Endah, katanya bumbu udah mau habis jadi harus beli buat masak sarapan besok." ucap mika.
"Terus suaminya dateng di sambut siapa dong nanti kalau aku masuk?" tanya Melvin dengan wajah ngambeknya.
Dia bersikap seperti itu seperti tidak ada yang melihatnya padahal bi Endah dan pak Ilham masih di tempat mereka.
"Jangan ngomong gitu ih ada bi Endah malu tahu," ucap mika.
Melihat tingkah sang istri membuat melvin gemas dia pun mencium bibir sang aktris singkat dan tidak memperdulikan sang istri yang sudah sangat malu apa lagi Melvin menciumnya di depan orang seperti ini.
"Hati-hati, pakai ini." ucap Melvin mengeluarkan black card nya untuk di bawa oleh mika.
"Buat apa?" tanya mika.
"Ya buat beli apa gitu, bi Endah sama pak Ilham kalau mau beli juga pakai kartu ini aja." sahut Melvin.
"Gak usah, aku pakai kartu ku aja. Aku kan juga punya arti kayak gitu yang kamu kasih itu jadi kamu bawa aja," tutur mika.
"Udah pegang aja," jawab Melvin menerbitkan kartu tersebut.
Setelah itu dia pun menutup mobil tersebut dan membuatkan mobil tersebut melaju meninggalkan mansion sedangkan setelah itu Melvin pun masuk ke dalam, Angga juga masuk karena dia akan menginap di paviliun untuk saat ini.
Sampai di supermarket mika dan bi Endah pun langsung berjalan mencari semua keperluan yang di butuhkan mulai dari bumbu kering hingga beberapa bahan yang hanya bisa di temukan di supermarket.
Berkeliling di sana membuat mika ingin sekali membeli beberapa cemilan karena jujur dia sangat jarang sekali makan cemilan lagi karena di mansion dia sudah di suguhi oleh banyak makanan sehat dan selalu makanan buatan rumah.
"Bi, kita beli cemilan dulu ya." ajak mika saat mereka sudah selesai memilih kebutuhan pokoknya.
"Tapi nyonya," ucap bi Endah merasa tidak enak.
__ADS_1
"Udah gak papa," balas mika.
Mereka pun segera mencari beberapa cemilan yang sangat menggoda selera, mika juga membelikan beberapa cemilan untuk pekerja di mansionnya.
Setelah selesai dengan urusannya mereka pun segera menuju ke mansion kembali, sampai di sana mika tak lupa membagikan belanjaannya yang dia beli tadi.
Setelah itu dia ke kamar namun tak melihat sang suami, mencari ke berbagai sudut namun tak melihatnya dan hanya satu tempat yang belum dia lihat yaitu ruang kerja sang suami.
Mika pun langsung masuk ke dalam dan benar saja sang suami sedang fokus dengan berkas di tangannya dan jangan lupa aura dingin dan cuek dan juga kaca mata yang terpasang di sela mata dan hidungnya menambah ketampanan sang suami.
Karena terlalu fokus dengan berkas di tangan nya Melvin sampai tidak tahu mika sudah berada di ruang kerja nya dan berjalan mendekatinya.
Mika terus mendekati nya kemudian memeluk leher sang suami dari belakang membuat Melvin terkesima dan langsung melihat ke belakang ternyata sang istri, dia tersenyum dan menaruh berkasnya kemudian membawa mika ke pangkuannya.
"Udah pulang?" tanya Melvin dengan melilitkan tangannya di pinggang ramping sang istri.
"Heem, oh ya aku aku beliin kamu cemilan. Mau coba?" tawar Mika.
"Boleh," balas Melvin membuat mika senang dia pun akan beranjak untuk bangun namun pinggangnya langsung di tahan oleh melvin tidak membuatkan sang istri pergi.
"Ada apa?" tanya mika polos sekali.
"Sebelum makan cemilan itu kayaknya harus ada makanan pembuka deh," sahut Melvin yang langsung menyambar bibir tipis sang istri, bibir tipis yang masih memakai lipsglose rasa stroberi itu memberikan rasa manis saat Melvin mencium nya.
Awalnya mika terkejut namun dia langsung bisa menyesuaikan gerakan sang suami sehingga dia langsung melingkar kan tangan nya di leher sang suami dengan mesra.
"Tuan," belum selesai Angga mengatakan sesuatu namun dia langsung di hadapkan dengan adegan yang sangat terlarang untuk kaum jomblo sehingga Angga segera keluar dari sana.
Mika yang ketahuan oleh Angga pun merasa malu dan melepaskan ciuman mesra mereka berdua karena terlalu malu.
"Manis," ucap melvin kemudian membersihkan bibir sang istri yang belepotan karena ulah nya.
"Ih kamu mah bikin malu aja deh, lihat tuh ada Angga tadi." ucap mika merasa malu sedangkan Melvin malah biasa saja.
"Biarin aja salah sendiri jomblo dia," sahut Melvin santai.
Mika pun keluar dari ruang kerja dan menuju ke kamarnya, saat dia sudah berada di sana tiba-tiba telepon nya berdering menandakan ada telepon masuk yang ternyata adalah Kayla sahabat SMA nya.
[Halo Kay, ada apa?] tanya mika namun yang dia dapatkan salah suara sesenggukan dari Kayla membuat mika langsung khawatir karena tidak biasanya Kayla akan menangis seperti ini.
[Mika, Dito... dia selingkuhi aku!] ucap Kayla kemudian kembali menangis.
Mika tahu kalau Kayla dan Dito sudah sangat lama sekali berpacaran bahkan saat dia masih di bangku SMA namun melihat Kayla di khianati seperti ini membuat mika marah juga.
[Kamu sekarang di mana?] tanya mika.
[Aku di taman bisa kita ketemuan,]
[Okey, kamu tunggu di sana aku bakalan dateng.] ucap mika kemudian menutup teleponnya.
Mika segera ke ruang kerja dan pamit kepada sang suami.
"Sayang, aku harus menjemput teman aku dia habis putus cinta bolehkan?" tanya mika dengan khawatir.
Melihat sang istri khawatir Melvin pun ikut khawatir dan berdiri untuk ikut menjadi supir sang istri, sekarang sudah sangat malam jadi tidak baik kalau mika keluar sendirian.
"Ayo aku anter," tutur melvin menyambar dompet kemudian kunci mobil yang memang kebetulan berada di sana.
Mika dan Melvin pun segera menuju ke tempat tujuan yang memang mika sudah tahu tempatnya, mika juga sudah mengatakan tentang Kayla yang habis putus cinta dengan kekasihnya dan pasti sedang stres dia karena sudah menjalin hubungan lama dengan sang kekasih sama seperti nya dengan Lucas dulu.
Setelah sampai di taman tersebut mika pun segera turun di ikuti oleh melvin, untung saja taman sudah sepi karena memang sudah malam dan tidak ada orang sama sekali membuat melvin bebas berjalan keluar tanpa masker, sudah seperti artis saja ya pakai masker.
"Kayla!" pekik Mika dari jauh dan mendekat ke arah Kayla yang sedang termenung menangis di kursi sendirian.
"Mika," ucap Kayla saat melihat mika sahabat sudah sampai, dia membalas pelukan mika dengan erat karena hal yang sangat ingin dia terima adalah support dan kata semangat bukan malah cacian dan lain-lain nya yang dia terima dari orang tuanya tadi setelah tahu kalau dia putus dengan Dito.
"Yang sabar ya kay," ucap mika memberikan semangat kepada Kayla.
"Mika, mereka malah menyalahkan ku karena putus dengan Bajin*gan itu padahal di sini aku yang tersakiti!" pekik Kayla tak terima, dia meluapkan semua kekesalan nya dan juga kemarahannya kepada keluarga nya.
Mika pernah di posisi tersebut sehingga dia bisa tahu bagaimana perasaan Kayla sekarang ini, pasti rasanya sama seperti dirinya yang dulu malah di salahkan karena tidak datang ke acara pernikahan nya sendiri.
__ADS_1
"Terus kamu mau kemana? Dan kenapa bawa koper?" tanya mika karena melihat Kayla membawa koper besar.
"Aku mau pergi mika, aku gak betah berada di rumah. Semua orang selalu menuntut ku menjadi sempurna seperti yang mereka inginkan tanpa tahu bagaimana susahnya aku buat bertahan hidup," lirih kayla kembali dengan air mata yang terus berjatuhan.
Tak jauh dari sana melvin terus melihat ke arah sang istri dan juga teman istrinya itu yang menurutnya sangat kasihan, dua wanita yang memiliki cerita hidup yang hampir sama.
Kayla sama sekali belum sadar akan ada nya Melvin di sana sehingga dia terus saja menangis hingga tiba-tiba dia mendengar suara deheman dari Melvin mengalihkan pandangannya.
"Ehmm ehmm," deheman Melvin membuat Kayla melihatnya begitu pun dengan mika.
"Bagiamana kalau kita ke mobil dulu, di sini dingin nanti kalau masuk angin gimana." ucap melvin menutupi tubuh sang istri dengan jaket yang dia pakai.
"Oh iya bener, ayo kita ke mobil aja dulu." ucap mika tersadar bahwa mereka masih berada di taman.
Sedangkan Kayla malah terus melihat ke arah Melvin, dia seperti pernah tahu siapa itu tapi di mana dan kapan sungguh membuat Kayla sangat penasaran sekali.
"Ini siapa mik?" tanya Kayla.
"Nanti aku ceritain tapi kita ke mobil dulu ya." tutur mika.
Mereka pun segera menuju ke mobil dengan Kayla dan mika di belakang sedang kan Melvin memasukkan koper Kayla terlebih dahulu setelah itu melajukan mobilnya menuju ke mansionnya.
Di dalam perjalanan mika pun memberanikan diri untuk bercerita semuanya kepada Kayla.
"Kay aku mau memperkenalkan kamu sama seseorang yang dari tadi kamu pasti bingung bukan, kamu inget kalau aku kemarin bilang ke kamu kalau aku sudah menikah?" tanya mika memastikan apakah Kayla masih ingat.
Kayla pun mengangguk-angguk kan kepalanya ingat sekali dengan ucapan mika kemarin yang membuat dia sangat penasaran itu.
"Jangan bilang kalau dia..." jeda Kayla.
"Iya, ini Melvin suami aku." tutur mika.
"Apa! Ini suami kamu?" tenaga Kayla dan di angguki oleh mika.
"Hai Kayla," ucap melvin di balik kemudi.
"Iya," jawabnya gugup.
Kayla terus mengingat dia pernah bertemu dengan suami mika di mana hingga tiba-tiba dia teringat.
"Bentar bukannya dia Presdir Wijaya Grup?" raya kayla yang sudah ingat dengan siapa Melvin.
"Iya." jawab mika singkat namun tidak dengan ekspresi dari Kayla yang menunjukkan keterkejutan nya lagi.
"Bagiamana bisa...?" ucap Kayla tak habis pikir.
"Bisa lah, nih buktinya sekarang suami aku." sahut mika dengan bangganya.
"Wah ini mah udah kalah telak Lucas mik, aku dukung kamu sama tuan Melvin deh pokoknya." seru Kayla.
"Melvin saja," tutur Melvin.
"Oh iya, Melvin."
Setelah itu Kayla pun mulai bisa berbaur dengan Melvin hingga dia sampai di mansion utama, Kayla tak habis fikir bagaimana bisa rumah sebesar ini.
"Kamu selama ini tinggal di sini mika?" tanya Kayla penasaran.
"Iya,"
"Wah beruntung banget kamu mik," ucap Kayla jujur karena dia merasa iri namun senang setidaknya temannya ini sudah tidak sengsara lagi dan sekarang sudah bahagia.
Mereka pun masuk ke dalam, Melvin meminta bi Endah untuk mengantarkan Kayla ke kamar tamu.
Setelah itu mika menyuruh Kayla untuk istirahat saja dulu karena sudah malam dia pun juga butuh istirahat apa lagi besok dia harus kembali bekerja juga.
Setelah itu mereka pun istirahat, Melvin dan mika juga istirahat di kamar mereka berdua begitu pun dengan Kayla, bahkan dia sudah lupa kalau dia itu sedang sedih karena putus cinta dengan sang pacar itu semua karena keterkejutan nya mengetahui siapa suami dari mika.
Bahkan bisa saja suami dari mika membeli perusahaan Lucas karena siapa sih yang tidak tahu dnegan perusahaan Wijaya Grup namun mika termasuk beruntung dan tidak pernah mengungkapkan siapa dia sebenarnya padahal ga jika dia mengungkapkan nya maka dunia seperti berada di genggaman nya begitu lah isi hati Kayla sekarang bukan lagi soal Dito pria yang mengkhianati nya.
.
__ADS_1
.
TBC