
Karena plan mereka gagal untuk nongkrong di cafe yang baru itu,Sasya dan Riri akhirnya memilih nongkrong di cafe favorit mereka saja.
Jam demi jam berlalu,Sasya merasa semakin bosan diam di cafe ini.
"Ri,lo masih mau disini?" Sasya memasang wajah malasnya.
"Iya,emangnya kenapa?" Riri bertanya balik.
"Gue bosen,gue mau pulang aja!" Tukas Sasya.
"Kok pulang? Yaudah kalau lo bosen,gimana kalau kita ke mall aja? Kita shopping!" Riri membantahnya.
"Males ah! Belanjaan yang kemaren aja belum gue pake!" Tukas Sasya,"Pokoknya gue mau pulang! Kalau lo masih tetep mau disini,ya terserah!" Lanjutnya menegaskan sembari berlalu.
"Sasya kenapa sih? Kok sikapnya aneh banget!" Gumam Riri.
*
Saat Sasya sampai di rumahnya dan turun dari mobilnya,tiba-tiba pandangannya tak sengaja melihat mobil yang sangat ia kenali terparkir di halaman rumahnya.
"Ini bukannya mobil si cowok aneh itu?" Sasya berfikir keras mengingatnya.
Kemudian ia mencoba melupakan hal tersebut dan mulai masuk ke dalam rumahnya.
"Eh non Sasya!" Sapa Esih,"Mas Bara udah nunggu dari tadi non." Lanjutnya.
"Hah? Ngapain lagi dia kesini?" Ketus Sasya.
__ADS_1
Sasya langsung menghampiri Bara yang tengah mengobrol dengan Maminya,"Lo ngapain lagi sih kesini?" Ucap Sasya terdengar tak suka.
"Sya,jaga sikap kamu! Nggak boleh gak sopan sama tamu!" Timpal Maria.
"Mami gak usah belain dia!" Tukas Sasya,"Heh lo,BARA GANESHA! Dengerin gue baik-baik!" Sasya beralih kembali pada Bara.
Lalu Bara menatapnya lekat,"Jauhin gue! Mulai hari ini lo jangan lagi temuin gue! Jangan lagi datang ke rumah gue! Jangan ngikutin gue lagi kemana pun gue pergi!" Tegasnya.
"Tapi ---."
"Lo nggak faham bahasa ya?" Ketusnya.
"Tapi kenapa? Apa aku ada salah sama kamu?" Tanya Bara.
"Lo nggak usah so baik deh sama gue! Emang lo fikir gue nggak tahu apa? Gue tahu semua tentang lo!" Sasya menyeringai.
"Lo itu playboy! Lo itu penjahat wanita! Lo itu buaya! Lo itu cowok bejad yang bisanya cuma mainin dan nyakitin perasaan wanita!" Jelasnya dengan nada membentak,"Lo fikir gue bakalan gampang luluh sama semua tingkah so care lo itu? Hahaha....Lo salah besar! Bukan Sasya Oktavia Antoni namanya kalau gue gampang kena bujuk rayuan cowok model kaya lo!" Lanjutnya tertawa sinis.
Hah? Kok dia bisa tahu sih kalau gue playboy? Fikir Bara heran.
"Kenapa? Ngerasa yaa?" Sindir Sasya,"Udah! Lo mundur aja! Sampe kapanpun lo gak akan bisa jadiin gue mangsa lo!" Lanjutnya meyakinkan.
Hati Bara rasanya tersayut-sayut mendengar semua ucapan pahit yang keluar dari mulut Sasya,"Aku permisi tante." Serunya kemudian berlalu.
"Huuuuhhh! Rasain lo! Si kancil mau lo kelabuin? Hahaaa gak mungkin bisa!" Ucap Sasya sombong.
"Kamu kok gitu sih Sya? Kalau Bara sakit hati terus sumpahin yang jelek-jelek terjadi sama kamu,gimana?" Ucap Maria panik.
__ADS_1
"Mami tenang aja! Mau nyumpahin aku pun pasti gak akan terkabul! Kehalang sama dosanya!" Tukas Sasya.
"Kamu ini ---."
"Udah pokoknya Mami tenang aja! Sasya mau istirahat dulu ya!" Sasya memotong ucapan Maminya kemudian berlalu ke kamarnya.
Semoga aja Bara gak nyumpahin Sasya! Batin Maria penuh harap.
Kini Maria melanjutkan aktivitasnya di dapur membantu Bi Esih memasak makan malam.
.
.
.
Ku menangiiss membayangkan....
Betapa kejamnya dirimu atas diriku...
-Kasian banget yaa Babang Bara😭Niat busuknya akhirnya ketahuan juga🙊Heheee😆
Nantikan terus kelanjutannya😉😉🙋👇
Jangan lupa like,komen,tip,rate 5,favorit,Vote😍Terimakasihh😊
Salam sayang ; Dedek Author Rifa (Nama panggilannya kepanjangan Bu Hajaaahhh😆Wiss ra popo😂😂)
__ADS_1