Istri Jutekku

Istri Jutekku
Pengakuan Papi


__ADS_3

Keesokan harinya,Danu sudah berulang kali menghubungi Anton namun Anton tak juga menjawabnya.


Hingga di pagi ini barulah Anton menyadari bahwa banyak sekali panggilan masuk yang tak terjawab berasal dari besannya.


Kini ia memutuskan untuk menelpon balik.Ternyata Danu menelpon untuk menanyakan Sasya dan dengan segera Anton menceritakan pokok permasalahannya dari awal hingga bisa menjadi serumit ini.


Tak lupa Anton meminta maaf karena ini semua terjadi akibat kesalahannya.Ia juga berjanji akan segera menyelesaikannya.


Anton mengakhiri panggilannya dengan menyuruh Deyan untuk segera datang ke Jakarta menyusul putrinya agar ia bisa ikut andil dalam penyelesaian masalah ini.


Dari semalam Sasya tak juga keluar dari kamar membuat Maria menjadi khawatir.Ditakutkannya Sasya berbuat nekat di dalam kamar.


"Sya? Sayang? Buka pintunya! Ayo kita selesaikan masalah ini baik-baik!" Bujuk Maria namun Sasya tak menyahut juga.


"Sasya? Ayo buka pintunya! Papi berjanji akan memberi penjelasan dengan sedetailnya." Anton juga ikut membujuknya.


Akhirnya Sasya membuka pintu kamarnya,"Apa lagi sih? Nggak perlu ada yang dijelasin lagi! Semuanya udah jelas!" Seru Sasya masih kesal.

__ADS_1


"Papi mengaku telah membohongi kamu sayang tapi ini semua Papi lakukan tak lain untuk kebaikan kamu!" Tegas Anton.


"Sejak kapan bohong itu merupakan sebuah kebaikan?" Tukas Sasya sembari menyeringai.


"Papi hanya ingin kamu berubah! Makanya Papa melakukan hal ini!" Bantah Anton.


"Apakah jalan satu-satunya untuk merubahku adalah dengan menikahkanku dengan lelaki kampungan itu?" Tukas Sasya.


"Papi tidak bisa berfikir panjang waktu itu! Ditambah lagi memang Papi harus pergi ke Singapur untuk menyelesaikan masalah perusahaan cabang sana." Jelas Anton,"Papi khawatir jika Papi meninggalkan kamu disini sendirian,akan ada bahaya yang menimpamu karena kamu tidak ada yang menjaga dan mengawasimu!" Lanjutnya menegaskan.


"Papi bisa minta bantuan Riri untuk menemaniku disini!" Bantah Sasya tak mau kalah.


"Tapi kenapa harus pake cara bohong segala sih? Kenapa nggak langsung jujur aja?" Tukas Sasya.


"Emang kalau Papi jujur,kamu mau nikah sama Deyan?" Sindir Anton.


"Terserahlah! Pokoknya di mata aku kalian jahat! Pembohong tetaplah pembohong!" Tegas Sasya.

__ADS_1


"Papi mengaku membohongi kamu! Tapi ingat satu hal Sya! Keluarga Deyan tidak terlibat dalam masalah ini!" Anton menegaskannya.


Sasya tertegun,"Haha...Semuanya sama aja! Pembohong!" Gertak Sasya sembari membanting pintu kamarnya.


"Astagfirullah..." Ucap Maria.


"Sya! Ingat perkataan Papi tadi,Deyan dan orang tuanya tidak terlibat dalam kebohongan ini! Mereka sama seperti kamu! Mereka hanyalah korban dari kebohongan Papi!" Teriak Anton di balik pintu luar kamar namum Sasya tak mengubrisnya.


"Sekarang bagaimana Pi?" Tanya Maria khawatir.


"Kita berikan dia waktu untuk menyesuaikan dirinya dengan keadaan ini." Tutur Anton.


Anton pun berlalu dari depan kamar Sasya serta diikuti oleh Maria.Di dalam kamar,Sasya terus mencerna baik-baik ucapan Papinya mengenai Deyan yang tidak terlibat dalam masalah ini.


.


.

__ADS_1


.


Terimakasih banyak votenya ya kak@Unknown😍Baik banget udah berkenan Vote❤Semoga sehat selalu dan dimurahkan rezekinya oleh Allah😊Aamiin😊


__ADS_2