Istri Jutekku

Istri Jutekku
Rencana Kedua


__ADS_3

Keesokan harinya,Sasya beserta kedua orang tuanya sedang berkutat membereskan barang-barang milik mereka dibantu oleh Bi Esih.


"Lebih cepat kita keluar dari rumah ini itu akan jauh lebih baik." Tutur Anton.


"Tapikan kita masih ada waktu 3 hari lagi untuk tinggal di rumah ini Pi." Bantah Sasya.


"Memang,tapi Papi nggak mau mereka terus mengejar kita layaknya kita ini pencuri." Tukas Anton,"Setiap hari mereka pasti akan terus memantau kita,Papi nggak mau kalian kenapa-kenapa." Lanjutnya memasang wajah cemas.


"Kita ikutin aja apa kata Papi Sya!" Bela Maria.


"Yaudahlah...." Ucap Sasya pasrah.


"Besok kita akan berangkat ke Bandung." Tutur Anton.


"Ke Bandung? Emangnya kita punya saudara di Bandung ya Pi?" Tanya Sasya.


"Nggak,tapi cuma dia yang mau tolong Papi sekarang." Jawabnya.


"Dia? Dia siapa yang Papi maksud?" Sasya semakin penasaran.


"Sahabat masa kecil Papi dulu di kampung." Anton menjawabnya dengan santai.


"Hah kampung?" Sasya sontak kaget dibuatnya.


"Hmmm...." Jawabnya,"Sebentar ada telpon!" Anton beranjak dari posisi duduknya lalu mengangkat telpon tersebut lebih jauh dari posisi Sasya.


Anton : Iya halo?


H : Semuanya sudah aman Pak!


Anton : Bagus! Lanjutkan! Bayaran kamu akan saya transfer nanti.


H : Siap bos.


Setelah mematikan telpon,Anton kembali bergabung dengan anak dan istrinya.


"Siapa yang nelpon Pi? Kok Papi ngangkatnya jauh banget?" Tukas Sasya merasa heran.


"Ehm...Itu tadi temen Papi,nanyain kapan kita mau berangkat." Jawabnya dengan hati-hati.


"Temen yang Papi ceritain tadi?" Tanya Sasya lagi.


"Iya..."


"Ohh iya deh...Sasya mau ke kamar dulu ya Mi,Pi." Ucap Sasya sembari berlalu.


"Huuffft...Hampir saja ketahuan!" Anton merasa lega karena dengan mudahnya Sasya percaya dengan apa yang dikatakannya.


"Tuan,nyonya,Bibi permisi ke dapur dulu." Esih tidak ingin menguping.


"Tunggu Bi! Nanti pokoknya Bibi akan terus disini jadi asisten rumah tangga kita.Tapi untuk besok,Bibi pura-pura saja pulang kampung padahal Bibi sembunyi dimana aja dulu,lalu nanti setelah kami pergi,Bibi kemari lagi." Suruh Anton.


"Siap tuan." Jawabnya mengerti lalu berlalu.

__ADS_1


"Sebenernya apa yang mau Papi lakuin untuk Sasya di Bandung?" Maria terlihat sangat penasaran.


"Jadi gini...."


-Flashback On


Dua hari yang lalu,Anton menghubungi sahabat masa kecilnya yang tinggal di Bandung bernama Danu.


Anton sudah pusing dengan kelakuan Sasya yang hari ke harinya masih tidak ada perubahan juga.


Akhirnya ia memutuskan untuk meminta tolong pada sahabatanya itu lewat telpon.


Anton : Assalamu'alaikum....


Danu : Wa'alaikumsalam...Saha ieu?


Anton : Aku Anton,sahabat masa kecil kamu dulu.Kamu masih inget nggak Dan?


Danu : Oh Anton! Pasti ingat atuh! Kumaha kabar kamu? Lama henteu berkomunikasi! Kamu tinggal dimana sekarang?


Anton : Hahahaaa....Syukurlah kalau begitu! Kabarku baik,kamu bagaimana? Iya,sudah hampir 2 tahun,aku sibuk.Sekarang aku masih tinggal di Jakarta


Danu : Baik juga.Hmmm aku faham maklum orang sibuk.


Anton : Bisa aja kamu!


Danu : Oh ya,hal penting apa yang membuatmu menelponku?


Anton : Kamu tahu aja kalau ada hal penting yang mau aku bicarakan.


Anton : Sebenarnya aku mau minta tolong sama kamu.Kiranya kamu mau bantu aku nggak?


Danu : Gimana mau bantu,kamukan belum bilang mau minta tolong dalam hal apa?!


Anton : Jadi gini,aku mau minta tolong kamu untuk titip putriku.


Danu : Titip? Memangnya kamu mau kemana?


Anton : Aku akan ke Singapur selama 3 bulan.Aku khawatir jika dia kutinggal sendirian.


Danu : Oh begitu.Aku tidak keberatan,tapi jika putrimu tinggal disini warga pasti akan mempermasalahkannya.


Anton : Kalau begitu,nikahkan saja mereka.


Danu : Maksudnya?


Anton : Jodohkan anak kita.


Danu : Aku masih belum mengerti,mengapa tiba-tiba kamu ingin menjodohkan anak kita?


Anton : Karena aku merasa gagal mendidik anakku,ku mohon didiklah anakku! Anakmu laki-laki kan?


Danu : Kamu jangan bicara seperti itu! Setiap orang tua pasti mendidik anaknya dengan baik.Iya,anakku laki-laki,dia anakku satu-satunya.

__ADS_1


Anton : Aku bingung harus bagaimana lagi.Jadi tolonglah aku sebagai sahabatmu! Oh ya,anakmu belum menikahkan?


Danu : Baiklah aku akan membantumu.Jangankan menikah,berpacaran saja dia belum pernah!


Anton : Ternyata anak kita memiliki kesamaan,sama-sama belum pernah berpacaran.


Danu : Aku juga heran mengapa putraku bisa begitu.


Anton : Itu jauh lebih baik,lalu sekarang bagaimana? Apa kamu setuju untuk menolongku?


Danu : Akan ku bicarakan dulu dengan putraku.Lalu dengan putrimu bagaimana? Apakah dia akan mau menikah dengan pria seperti anakku? Dia itu pasti jauh di bawah standar kriteria putrimu! Putrimu itukan gadis kota.


Anton : Terimakasih...Masalah putriku,akan kubereskan!


Danu : Baiklah,akan ku coba bujuk juga putraku untuk menyetujuinya.


Anton : Jika dia mau segera kabari aku!


Danu : Baiklah...


Anton : Sekali lagi terimakasih ya...Kamu sahabat terbaikku Danu!


Danu : Iya sama-sama.Aku tutup dulu ya telponnya! Assalamu'alaikum....


Anton : Wa'alaikumsalam...


Setelah berbincang panjang lebar di telpon,Anton menutup panggilannya dengan rasa gembira.


-Flashback Off


"Jadi begitulah rencana Papi." Tutur Anton setelah menjelaskan hal tersebut.


"Jadi Papi mau nikahin Sasya sama anak sahabat Papi?" Maria memberikan kesimpulan.


"Yaa begitulah." Jawabnya.


"Tapi,emangnya Papi yakin Sasya bakalan mau?" Maria mulai cemas.


"Papi akan berusaha supaya dia mau!" Tutur Anton,"Mami harus bantu Papi untuk bujuk dia!" Lanjutnya.


"Jika ini yang terbaik untuk Sasya,Mami akan mendukung Papi." Balas Maria yakin.


Mereka pun saling berpelukan untuk meluahkan rasa kasih sayang mereka yang teramat dalam sebagai orang tua yang selalu ingin yang terbaik untuk anaknya.


.


.


.


Mau tahu kelanjutannya? PANTENGIN TERUS AJA😆


JANGAN LUPA LIKE,COMENT,TIP,VOTE😍TERIMAKASIH😉

__ADS_1


SEE YOU NEXT 👇👇 BYEEE😙


__ADS_2