
Sasya dan Deyan memang sudah memiliki rumah sendiri jadi ia tidak tinggal di rumah orang tua Sasya.Ya meskipun rumah yang kini mereka tinggali adalah pemberian dari Anton katanya sebagai hadiah pernikahan.
Sore ini tepat pada pukul 16.00 Deyan baru saja pulang bekerja.
"Assalamu'alaikum Neng..." Ucap Deyan saat memasuki rumah.
"Wa'alaikumsalam..." Sasya segera menghampiri suaminya lalu menyalimi tangannya.
"Ini dari Papi!" Deyan menyodorkan sebuah paper bag pada Sasya.
Sasya segera menerimanya kemudian langsung membuka isi paper bag tersebut,"Waaah...Pizza!" Seru Sasya antusias.
"Akang mandi dulu ya!" Seru Deyan sembari berlalu.
"Buruan ya mandinya! Aku udah nggak sabar pengen makan pizzanya!" Teriak Sasya.
Sambil menunggu Deyan selesai mandi,Sasya memutuskan menelpon Papinya untuk menyampaikan ucapan terimakasih atas pizza yang ia berikan.
20 menit kemudian,Deyan telah selesai mandi.Setelah berganti pakaian dengan baju kaos dan celana pendek,ia jadi terlihat seperti biasanya.
Deyan mendekati istrinya yang kini tengah fokus memperhatikan pizza yang ada di hadapannya.
"Udah selesai mandinya?" Tanya Sasya dan dijawab anggukan oleh Deyan,"Yaudah ayo kita makan pizzanya!" Lanjutnya mengajak.
Sasya makan dengan terburu-buru,"Neng baru pertama kali makan pizza ya?" Tanya Deyan heran.
"Emhhh iya pertama kali setelah tinggal sebulan di Bandung!" Jawabnya dalam keadaan mulut penuh,"Pizza ini salah satu makanan favorit aku!" Lanjutnya.
"Oh...Kalau menurut Akang mah enakan bala-bala ketibang pizza!" Tukas Deyan.
__ADS_1
"Bala-bala itu bakwan goreng ya Kang?" Tanya Sasya memastikan.
"Iya." Jawabnya.
"Hmm...Mungkin karena Akang baru pertama kali nyobain pizza jadi Akang bilang nggak enak! Kalau udah sering kaya aku nanti pasti jadi makanan favorit deh!" Tukas Sasya.
"Siapa bilang Akang baru pertama kali nyobain pizza?" Bantah Deyan,"Waktu Akang tinggal di Jerman hampir setiap hari makanan Akang ini pizza!" Lanjutnya menjelaskan.
"Uhukkk...Uhukk..." Sasya langsung tersedak.
"Eh Neng! Makannya pelan-pelan atuh!" Deyan menyodorkan air putih pada istrinya.
"Yang bener Kang?" Sasya masih tak mempercayainya.
"Iya. Malahan Akang udah bosen sama yang namanya pizza!" Tegas Deyan.
"Hmm yaudahlah kalau nggak mau biar aku yang abisin semuanya!" Seru Sasya penuh keyakinan
Ternyata setelah habis dua potong pizza ia merasa sudah kekenyangan,"Sok atuh abisin! Tadi katanya mau abisin semuanya!" Deyan mengejeknya.
"Nggak muat Kang,udah kenyang!" Jawabnya,"Lanjut nanti malem ajalah!" Lanjutnya sembari menaruh sisa pizza itu ke kulkas.
*
Malam harinya,
"Kang jalan-jalan yuk! Inikan malam minggu masa kita cuma diem di rumah aja!" Sasya merengek.
"Jalan-jalan kemana atuh Neng?" Tanyanya.
__ADS_1
"Kemana aja! Biar kaya pasangan lain! Malam minggu romantis-romantisan gitu!" Jelas Sasya.
"Yaudah atuh hayu! Tapi kita makan angin aja ya!" Gurau Deyan.
"Ya jangan dong! Kita ke bioskop aja yuk nonton film!" Bantah Sasya.
"Kalau mau nonton tinggal di rumah aja!" Tukas Deyan.
"Beda atuh! Disini mah nonton tv bukan layar lebar!" Bantah Sasya.
"Oh jadi Neng mau nonton layar lebar? Okelah Akang usahain dulu ya barangkali ini layar tv nya bisa dilebarin!" Seru Deyan dengan percaya diri.
"Ih apaan sih garing banget!" Tukas Sasya.
"Hahaa..." Deyan tertawa,"Neng mah apa-apa diseriusin! Nggak bisa diajak bercanda pisan! Lama-lama mirip dinding! Datar terus!" Lanjutnya mengejek.
"Biar mirip dinding,Akang tetep sayang kan?" Sasya menggodanya.
"Ya jelas atuh itumah!" Jawab Deyan cepat,"Yaudah hayu atuh came on jalan-jalan!" Ajaknya.
"Go!!!" Sahut Sasya dengan antusias.
Mereka pun pergi berjalan-jalan menaiki mobil milik Sasya tetapi tetap Deyan yang menyetirnya.
.
.
.
__ADS_1
Bingung akutuh😅Karya sebelah minta Up😂Karya ini juga pada minta rajin Up😂Aduuhh resiko bikin 2 karya dalam waktu bersamaan tuh gini nihh😆Nikmatin ajalah😞Harap sabar buat kalian karena aku harus bisa Up 2 karya sekakigus😀Mohon pengertiannya ya readers😂