Istri Jutekku

Istri Jutekku
Honeymoon Kok Ke Sawah!


__ADS_3

Keesokan harinya,Deyan terbangun terlebih dahulu setelah mendengar adzan shubuh.


Ia mendapati istrinya yang masih terlelap dalam keadaan memeluknya.


Deyan tersenyum menyaksikan hal itu,lalu perlahan ia membangunkan istrinya dengan lembut.


"Neng hayu bangun udah shubuh." Ucapnya lembut.


"Ehm...Bentar lagi!" Tukas Sasya sembari mempererat pelukannya.


"Yaudah atuh,Neng lepasin dulu pelukannya! Akang mau shalat dulu." Suruh Deyan.


Sasya langsung membulatkan matanya saat Deyan berkata seperti itu.


Ya Allah aku Tercydukkk!!! Batin Sasya.


Dengan cepat Sasya melepaskan pelukannya,"Ish! Kegeeran banget! Yaudah sana!" Sasya mengusirnya.


Deyan tersenyum tipis melihat reaksi Sasya yang sepertinya sedang grogi.Lalu berlalu ke kamar mandi dan setelah itu pergi ke mesjid.


10 menit berlalu,kini Deyan telah kembali lagi ke rumah,namun ia mendapati istrinya masih terlelap.


"Ya Allah Neng! Hayu atuh bangun! Shalat shubuh dulu!" Deyan mengomelinya.


"Bawel banget jadi cowok!" Sasya mengejeknya.


"Kebiasaan buruk Neng jangan dibawa-bawa kesini!" Deyan memperingatinya.


"Maksudnya apa?" Ketus Sasya.


"Nggak ada maksud apa-apa! Udah atuh sok shalat dulu!" Deyan mengelak.


Sasya akhirnya bangkit dari ranjangnya untuk melaksanakan shalat shubuh.


Seusainya,Sasya hampir saja melanjutkan kembali tidurnya.


"Neng mau tidur lagi?" Tukas Deyan.


"Emangnya kenapa? Masalah?" Ketus Sasya.


"Masalah pisan atuh Neng! Nggak baik tidur abis shubuh!" Deyan melarangnya.


"Yaa terus?" Sasya memalingkan wajahnya.


"Ke dapur bantuin Ambu." Jawabnya.


"Males ah!" Bantahnya.


"Perempuan itu harus rajin! Jangan males-malesan! Ayo Akang juga mau bantu Ambu!" Sindirnya.


"Heh! Yaudah iya!" Sasya terpaksa mengiyakannya.


Saat telah berada di dapur,Sasya mendekati Ambu mertuanya,"Ada yang bisa Sasya bantu?" Tanyanya.

__ADS_1


"Eh...Neng! Nggak usah Neng! Neng santai-santai aja di payun!" Siti menolaknya.


"Di payun?" Sasya kebingungan.


"Di depan." Timpal Deyan.


"Ohh...." Sasya mengangguk-angguk.


Lalu Sasya berlalu dari dapur,"Maafin Neng Sasya ya Ambu! Mungkin dia belum biasa!" Tutur Deyan.


"Nggak apa-apa Yan! Ambu ngerti kok! Kamuteh nggak usah ngerasa bersalah gitu." Jawab Siti.


"Hm....Kalau gitu Deyan susul Neng Sasya dulu ya." Setelah diangguki oleh Siti,Deyan segera berlalu.


"Neng?" Panggil Deyan.


"Apa lagi sih? Mau ngomel lagi? Tadi--." Ucap Sasya tertahan oleh jari telunjuk Deyan yang menempel di bibirnya.


"Nggak kok Neng." Bantahnya lalu menurunkan kembali jari telunjuknya.


Dasar modus! Gerutu Sasya dalam hati.


*


Tepat pada pukul 06.15 Sasya baru saja selesai mandi.Lalu menuju meja makan untuk sarapan.


"Ambu sama Abah kemana? Kok sepi banget?" Sasya mencari keberadaan mertuanya.


"Mereka udah pergi ke pasar." Jawab Deyan.


"Bukan! Mereka jualan sayur di pasar, Neng!" Bantah Deyan.


"Oh..." Jawab Sasya singkat.


"Akang mau kemana?" Tanya Sasya memperhatikan Deyan yang sepertinya sedang sibuk membuat bekal.


"Mau ke sawah,Neng mau ikut?" Tawarnya.


"Hah? Ke sawah?" Sasya melongo.


"Iya."


"Nggak mau! Males banget huh!" Tukasnya.


"Yaudah kalau nggak mau,Neng harus mau di rumah sendirian." Deyan seperti menakutinya.


"Nggak mau!" Bantahnya lagi.


"Terus Neng mau apa?" Tanyanya,"Apa mau Akang anter ke pasar ketemu Ambu?" Lanjutnya.


"Nggak mau juga!" Bantahnya.


"Yaudahlah terserah Neng aja! Intinya sekarang Akang mau ke sawah." Tegasnya.

__ADS_1


"Hm...Akang tunggu!" Sasya memanggilnya saat Deyan baru beberapa langkah berjalan.


"Apa lagi?" Deyan menyabarkan hatinya.


"Aku ikut." Ucap Sasya malas.


"Yaudah cepet!" Jawabnya.


Sasya berlari ke kamarnya lalu kembali lagi menyusul Deyan.


"Ayo berangkat!" Ajak Sasya.



"Ya Allah Neng,kitateh bukan mau ke pantai tapi ke sawah!" Omelnya.


"Iya tahu! Emangnya siapa bilang mau ke pantai?" Tukasnya.


"Terus itu ngapain pake topi begitu!" Ejeknya.


"Sawah itu panas! Nanti kalau kulit aku item gimana?" Jawab Sasya manja.


"Yaudahlah!" Deyan pasrah,"Oh ya,Neng bawa ini!" Suruhnya.


"Apaan nih?" Tukas Sasya.


"Ituteh rantang makanan." Jawabnya.


"Semua orang juga tahu kalau ini rantang makanan! Masalahnya,kenapa kamu nyuruh aku bawa? Kamu kan juga bisa bawa sendiri!" Jelas Sasya.


"Neng nggak lihat,tangan Akang udah repot gini?" Tukasnya,"Biar adil,Neng bawa rantang dan Akang bawa cangkul sama teko." Lanjutnya.


"Ishh...Aku nggak mau!" Bantah Sasya.


"Yaudah kalau gitu kita tukeran! Neng yang bawa cangkul sama tekonya dan Akang bawa rantang." Deyan memberikan pilihan.


"Apalagi itu!" Ketus Sasya,"Yaudah iya aku yang bawa rantangnya!" Lanjutnya pasti.


Deyan mengulaskan senyumnya,"Ayo berangkat! Keburu siang!" Ajak Deyan.


Mereka bersampingan menyusuri jalan kecil untuk sampai ke sawah.


Di tengah jalan,tiba-tiba Deyan membuka obrolan,"Kalau kata orang kaya,initeh yang namanya honeymoon." Tuturnya.


"Honeymoon kok ke sawah!" Sindir Sasya,"Orang lain kalau honeymoon itu ke Faris,Korea,Jepang,Swiss,London,atau minimal ke Bali! Lah ini malah ke sawah!" Lanjutnya menggerutu.


Deyan tak menjawabnya,ia hanya tersenyum tipis mendengar penuturan istrinya.


.


.


.

__ADS_1


Segini dulu yaa😁Jangan terburu-buru😉


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,VOTE😊TERIMAKASIH❤ SEE YOU NEXT.


__ADS_2