
Sasya masuk ke dalam rumah dengan perasaan kesal,"Sya? Kamu kenapa?" Tanya Maria,"Tadi di depan kamu ngobrol sama siapa?" Lanjutnya.
"Mi,aku harus ke Bandung sekarang!" Jawab Sasya terburu-buru.
"Ada apa?" Tanya Maria khawatir namun Sasya tak menjawabnya,ia langsung saja ke kamarnya untuk bersiap.
Selang beberapa saat,Sasya turun kembali dan ia pergi dengan terburu-buru sebab taksi online yang dipesannya telah menunggu.
Maria segera menelpon Anton karena rasa cemasnya yang berlebih.
Maria : Hallo Pi,Sasya pergi buru-buru banget! Katanya dia mau ke Bandung.
Anton : Ke Bandung? Dia pergi sama siapa?
Maria : Sendiri,dia naik taksi online! Mami tanya ada apa tapi dia nggak jawab! Mami khawatir banget.
Anton : Mami tenang dulu! Papi akan cari tahu nanti!
Anton memutuskan panggilannya terlebih dahulu.
"Ya Allah...Selamatkanlah putriku Sasya." Lirih Maria.
*
Selama 4 jam di perjalanan,akhirnya Sasya tiba di Bandung.Mereka sampai lebih lambat 1 jam dari biasanya karena jalanan macet.
Sesampainya di rumah Deyan,Sasya segera turun dari taksi online dan tak lupa ia membayarnya.
Sasya mulai mengetuk pintu,"Assalamu'alaikum...." Ucap Sasya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam...." Jawab yang di dalam sembari membuka pintu,"Ya Allah...Neng Sasya!" Siti segera memeluk menantunya dengan erat.
Siti memang telah ada di rumah sebab hari sudah sore.
"Neng baik-baik aja kan?" Siti melepaskan pelukannya kemudian memegang kedua pipi Sasya.
"Iya Ambu,aku baik! Maaf karena aku pergi nggak pamit! Aku buru-buru karena tahu Mami sama Papi ada di Jakarta." Ucap Sasya sendu.
"Tapi kenapa Neng pergi sendiri? Kan waktu itu Neng lagi pergi sama Deyan!" Seru Siti.
"Ceritanya panjang Ambu!" Lirih Sasya.
"Neng nggak usah cerita,Ambu udah tahu dari Papi Neng! Tapi Ambu berani sumpah! Keluarga Ambu nggak terlibat dalam kebohongan ini! Sebulan yang lalu Papi Neng tiba-tiba mau nitipin Neng ke Ambu dan Abah lalu kami setuju! Tapi kami bingung karena kalau Neng lama-lama disini tanpa ada ikatan yang benar pasti Neng akan diusir serta digrebeg warga! Kemudian Papi Neng meminta Abah untuk setuju menjodohkan Neng dengan Deyan dan akhirnya Abah setuju karena nggak enak sama Papi Neng yang dulu selalu bantu keluarga Ambu.Masalah pergi ke Singapur iya kami tahu tapi kami nggak tahu Papi sama Mami Neng mau tinggal disana berapa lama! Simpulnya Ambu mau minta maaf,tapi tolong Neng percaya sama Ambu kalau keluarga Ambu nggak ada sangkut pautnya dengan kebohongan yang Papi Neng buat!" Jelas Siti menegaskan secara detail.
"Maafin aku Ambu,aku waktu itu keburu emosi makanya aku pergi tanpa mendengar penjelasan dari Kang Deyan terlebih dahulu." Sasya menangis di pelukan Siti.
"Iya nggak apa-apa Neng! Ambu ngerti,Neng pasti syok mengetahui kebenaran ini." Siti mengelus lembut punggung Sasya.
"Iya Neng,udah jangan nangis atuh! Ambu,Abah,dan Deyan udah maafin kamu!" Seru Siti menenangkan.
Sasya melepaskan pelukannya kemudian Siti membantu Sasya menghapus air matanya.
"Oh ya,Akang kemana Ambu?" Tanya Sasya.
"Ambu juga nggak tahu." Jawab Siti tak pasti.
Selang beberapa saat Deyan pulang,"Akang!" Panggil Sasya dengan berkaca-kaca.
__ADS_1
"Neng Sasya! Neng ngapain disini?" Sahutnya.
"Emang aku udah nggak boleh ya datang kesini?" Sasya tersenyum sembari menangis.
"Neng nggak pantes ada disini! Tempat Neng bukan disini." Deyan menguatkan dirinya untuk tetap tidak menunjukkan kelemahannya.
"Maksud Akang?" Sasya tertegun.
"Kita beda kasta Neng! Lebih baik sekarang Neng pulang dan jangan temuin Akang lagi!" Tegas Deyan.
Sasya menangis terisak-isak,"Kang tolong jangan ngomong kaya gitu!" Lirih Sasya.
"Akang nggak pantes jadi suami Neng! Akang bukan tipe Neng! Akang sadar diri,Akang cuma cowok kampungan yang nggak punya apa-apa untuk bisa Neng banggain!" Deyan menekankan perkataannya.
"Tapi Kang....." Sasya hendak membantahnya.
"Sekarang Neng pulang! Secepatnya Akang akan urus surat perceraian kita!" Seru Deyan sembari berlalu masuk ke rumah.
Siti tak bisa berbuat apa-apa,ia hanya bisa menangis menyaksikan perdebatan anak dan menantunya.
Sasya berlari sembari terus menangis dengan tak tentu arah,hatinya benar-benar sakit mendengar Deyan akan menceraikannya.
.
.
.
Aduuhh maaf nih Dedek naruh bawang dulu disini😭😭
__ADS_1
Jangan lupa Like,Komen dan Vote😊Makaseehh😍😍