
Setelah makan mereka bersantai di ruang tv karena merasa engap sebab makan terlalu banyak.
"Neng,masakan Neng teh enak pisan! Akang sampai habis banyak!" Puji Deyan.
"Tapi aku masih harus tetep banyak belajar Kang,masih banyak menu yang belum bisa aku masak." Jawab Sasya.
"Segitu aja udah alhamdulillah Neng! Akang seneng sekarang Neng udah banyak perubahan!" Tutur Deyan gembira.
"Ini semua berkat Akang." Ucap Sasya.
"Oh ya,Neng mau ikut nggak nanti malam?" Tanya Deyan.
"Nanti malam? Kemana?" Sasya bertanya dengan antusias.
"Ke pasar malam." Jawabnya,"Katanya nanti ada layar tancep juga!" Lanjutnya.
"Layar tancep itu kaya bioskop gitu ya?" Sasya memastikannya.
"Iya." Jawabnya.
"Aku mau!" Seru Sasya antusias.
"Hehee...Syukurlah kalau Neng mau." Ucap Deyan.
Sasya dan Deyan menonton tv hingga tertidur di kursi panjang depan tv itu.
"Assalamu'alaikum..." Ucap Siti dan Danu bersamaan.
"Ya Allah! Deyan,Neng Sasya! Kalau mau tidur teh di kamar atuh jangan disini!" Seru Siti.
Deyan mengerjap karena mendengar suara keras Ambunya,"Ambu udah pulang?" Tanyanya.
"Kamuteh ngapain tidur disini?" Tukas Siti.
"Nggak sengaja ketiduran Ambu." Deyan cengengesan.
"Masih baik Ambu sareung Abah nu datang! Kalau yang datang tamu kumaha?" Siti mengomelinya.
"Ambu jangan keras-keras atuh ngomongnya! Kasihan Neng Sasya nanti kebangun!" Pinta Deyan.
Kini Deyan memindahkan Sasya ke kamar.Saat Sasya ditidurkan ke ranjang,saat itu juga ia terbangun.
"Akang ngapain?" Sasya membulatkan matanya.
"Nggak ngapa-ngapain kok Neng! Akang cuma mindahin Neng kesini!" Jawabnya.
__ADS_1
"Oh." Sasya mendadak jadi salah tingkah.
*
Malam harinya selepas shalat isya mereka telah rapi untuk pergi ke pasar malam.
Cantik pisan! Batin Deyan kagum.
"Ayo Neng berangkat!" Ajak Deyan.
"Let's go!" Sahutnya.
"Ambu,Abah,kita izin ke pasar malam nya!" Seru Deyan.
"Muhun mangga." Jawab keduanya.
Mereka pergi dengan menaiki motor matic andalan Deyan.
"Waah rame banget ya!" Seru Sasya.
"Setiap 2 bulan sekali memang begini Neng!" Jelas Deyan.
"Kang,aku mau beli jagung bakar dong!" Pinta Sasya.
"Kang pesen 2 ya!" Seru Deyan.
"Siap." Jawabnya.
Beberapa saat kemudian jagung bakar yang dipesan telah matang.Mereka berlalu setelah membayarnya.
"Hayu Neng cepetan! Itu filmnya udah mau dimulai!" Seru Deyan terburu-buru.
Mereka duduk di tanah yang hanya beralaskan terpal.Semuanya berkumpul mengampar untuk bisa menyaksikan layar tancep ini.
Sasya dan Deyan fokus menonton sembari memakan jagung bakar.
Tiba-tiba ponsel Sasya berbunyi bertanda masuknya sebuah pesan.Dan ternyata pengirimnya adalah Riri.Ia mengirimkan sebuah foto orang tua Sasya yang tengah menikmati makan malam di sebuah cafe elits.
Sasya segera bangkit dan menjauh dari tempat itu kemudian segera menelpon Riri.
Riri : Halo Sya?
Sasya : Ri lo dimana?
__ADS_1
Riri : Gue baru aja pulang meeting di cafe D.
Sasya : Lo ketemu Mami Papi gue ditempat yang sama?
Riri : Iya,gue juga sempet nanya sama salah satu waiters cafe itu! Katanya nyokap bokap lo hampir tiap malem selalu makan di cafe itu.
Sasya : Serius lo Ri?
Riri : Iya,Sya kok gue curiga ya sama orang tua lo! Katanya mereka mau menetap di Singapur selama 3 bulan,lah buktinya?
Sasya : Jadi maksud lo mereka bohongin gue gitu?
Riri : Sorry ya Sya! Kayanya sih gitu.
Sasya mendadak lemas hingga memantikan panggilannya dengan sepihak.
"Jadi.....Selama ini mereka bohongin gue?" Gumam Sasya mulai berkaca-kaca.
"Neng! Akang cari kemana-mana ternyata Neng ada disini!" Deyan mendekatinya.
"Akang tega!" Bentak Sasya.
"Neng kenapa?" Deyan mengernyit tak paham.
"Stop berpura-pura baik! Akang berkomplot kan sama Papi buat bohongin aku?!" Tegasnya.
Deyan semakin tak mengerti,"Neng ngomong apa?" Tukas Deyan.
"Kalian bersekongkol nipu aku! Kalian jahat! Kalian nggak punya hati!" Celoteh Sasya.
"Bersekongkol? Akang nggak ngerti! Terus ada hubungannya sama Papi?" Deyan masih tak mengerti,"Akang nggak pernah bohongin kamu! Akang nggak tahu apa-apa! Akang tidak terlibat dalam masalah ini!" Lanjutnya menegaskan.
"Bohong!" Bantahnya sembari berlalu pergi dengan langkah setengah berlari.
"Neng! Neng mau kemana?" Panggil Deyan namun Sasya tak mengubrisnya.
Sasya semakin menjauh dari pandangan Deyan,namun Deyan tetap berusaha untuk mengejarnya.
.
.
.
Ini jadinya bakal gimana ya?😦
__ADS_1
Nantikan kelanjutannya besok😆Jangan lupa Like,Komen dan Vote😍Terimakasih💕