
Keesokan harinya,sesuai rencana yang telah disusun bahwa hari ini mereka akan pergi ke Bandung.
"Nggak ada yang ketinggalan?" Tanya Anton memastikan.
"Nggak ada." Jawab Maria.
"Mi,Pi,apa nggak ada cara lain selain pindah ke Bandung?" Tanya Sasya sendu.
"Nggak ada sayang,masalahnya sekarang yang mau nolong kita itu cuma Danu,sahabat masa kecil Papi." Jawab meyakinkan
"Hmm yaudahlah,terpaksa..." Sahut Sasya malas.
Esih juga telah bersiap untuk pura-pura pulang kampung.Ia terlihat membawa tas berukuran besar.
"Bi,ini gaji terakhir Bibi ya! Terimakasih selama ini udah setia kerja sama kami." Tutur Maria dengan menyodorkan amplop coklat.
Esih yang mengerti maksud dari majikannya segera ikut masuk peran,"Iya nyonya,saya juga berterimakasih,kalau begitu saya duluan." Lanjutnya dan dijawab anggukan oleh keluarga itu kemudian ia berlalu.
"Pi,apa semua mobil kita juga disita?" Tanya Sasya.
"Iya,maafin Papi ya!" Lirih Anton
Sasya memcoba tenang,"Terus sekarang kita naik apa ke Bandung?" Lanjut Sasya.
"Taksi online." Jawabnya.
"Itu taksinya udah dateng!" Tukas Maria.
"Ayo masukin koper kita ke bagasi!" Titah Anton dan segera memasukkan koper tersebut yang tak lain hanya berisi pakaian.
Seusainya,mereka masuk ke dalam taksi dengan posisi Sasya di kursi depan dekat supir dan kedua orang tuanya di belakang.
Supir taksi mulai melajukan mobilnya,Sasya tak henti menatap lekat rumahnya dengan tatapan sendu.
Sampe ketemu lagi istanaku...Semoga masa ini tidak berlangsung lama! Batin Sasya.
Maafin Papi Sya! Papi terpaksa lakuin ini demi kebaikan kamu! Batin Anton.
*
Selama kurang lebih 4 jam perjalanan dari Jakarta akhirnya tibalah sudah di Bandung.
Welcome Bandung,semoga tak semenyedihkan yang ku bayangkan! Batin Sasya.
15 menit sampailah di sebuah perkampungan dan mereka pun turun dari taksi.
__ADS_1
Setelah usai membayar,taksi tersebut berlalu.
"Jadi ini yang Papi maksud?" Sasya seolah tak percaya.
"Hm...Ini akan jadi tempat tinggal kamu yang baru." Jawab Anton.
"Emang gak ada tempat lain selain ini Pi? Ini daerah perkampungan banget! Sasya fikir kita akan tinggal di Bandung Kota! Bukan di tempat kumuh kaya gini!" Gerutu Sasya.
"Jaga ucapan kamu!" Anton memperingatinya.
Anton berjalan terlebih dahulu dan diikuti Maria serta Sasya di belakangnya.
"Permisi Pak Kades." Tutur Anton ramah.
"Ini pasti Pak Anton ya?" Jawabnya memastikan.
"Iya Pak." Jawab Anton.
"Ohh...Mari silahkan! Ini rumah yang bisa disewakan! Tepat di samping rumah saya!" Tuturnya.
"Terimakasih Pak." Ucap Anton.
"Sama-sama,kalau begitu saya permisi! Selamat beristirahat dan ini kunci rumahnya!" Serunya kemudian berlalu.
"Kulitasnya jauh dari rumah gue yang di Jakarta!" Tukasnya.
Kemudian ia menyusul orang tuanya masuk ke dalam rumah.
Maria langsung disibukan dengan membereskan rumah yang lumayan agak acak-acakan.
Sedangkan Anton sedari tadi sibuk dengan ponselnya.
✉ Anakku telah setuju yaa meskipun aku sedikit memaksanya ~ Danu.
✉ Terimakasih banyak Danu! Asistenku akan segera mengurus pernikahan mereka.Kita adakan pernikahan dengan sederhana di rumah samping Pak Kades,sekarang aku sedang menyewa rumah ini ~ Anton.
✉Baiklah terserah kamu aja! Lalu kapan kita akan mempertemukan mereka? ~ Danu.
✉Saat akad nanti! Tepatnya 3 hari lagi ~ Anton.
✉Apa nggak kecepetan? ~ Danu.
✉Kamu jangan khawatir! Semuanya akan berjalan dengan baik.Oh ya,ini foto putriku (Anton mengirimkan foto Sasya) ~ Anton.
__ADS_1
✉Putrimu cantik sekali,dan ini foto putraku (Danu mengirimkan foto Deyan) ~ Danu.
✉Putramu juga tampan! Mereka akan serasi bersanding di pelaminan ~ Anton.
✉Semoga saja. ~ Danu.
Anton tidak lagi membalas pesan dari Danu.Lalu memilih memanggil Sasya.
"Sya! Kesini dulu!" Panggilnya.
Sasya menghampirinya,"Ada apa Pi?" Tukas Sasya.
"Papi mau bicara penting." Tuturnya.
"Tentang apa?" Sasya mengernyit heran.
"Sebenernya,Papi bawa kamu kesini untuk menikah dengan anaknya sahabat Papi." Jelas Anton jujur.
"Hah?" Sasya sangat kaget.
"Iya,kamu harus mau ya! Papi nggak ada pilihan lain!" Tutur Anton.
"Pasti orangnya kampungan! Cih! Gak sudi aku Pi!" Bantah Sasya.
"Eitss nggak boleh gitu!" Tegas Anton,"Kamu mau lihat fotonya?" Lanjutnya menawarkan.
"Nggak usah! Udah pasti jelek,kucel,norak dan gak jauh dari kata kampungan!" Sasya terus membantahnya.
"Papi nggak mau tahu! Pokoknya kamu harus mau menikah sama dia!" Tegas Anton.
"Yaudahlah terserah Papi aja! Mau aku nolak sampai aku gak bisa bicara juga pasti Papi akan terus maksa aku!" Sasya mengoceh.
"Anak baik." Ejek Anton sembari mengelus lembut kepala putrinya.
Sasya langsung berlalu karena tak terima dengan keputusan sepihak Papinya.
.
.
.
Makin greget deh rasanya😬Iya nggak sih readers? Wkwk😆
IKUTI TERUS KELANJUTANNYA😉
__ADS_1
JANGAN LUPA SEMATKAN LIKE,KOMEN,TIP,RATE 5 DAN VOTE😍
TERIMAKASIH😊SEE YOU NEXT 👇👇🙋