
Deyan mempercepat langkahnya supaya bisa menyusul Sasya.
"Neng? Neng nggak apa-apa kan? Perlu diperiksa ke dokter nggak?" Tanya Deyan khawatir.
"Udah deh Kang,nggak usah lebay!" Tukas Sasya.
"Akang minta maaf nya! Akang janji hal ini nggak akan terjadi lagi!" Seru Deyan.
"Hm..." Jawab Sasya sembari memegangi kepalanya.
Deyan menyentuh kepala Sasya untuk memastikannya baik-baik saja.
"Sakit ya Neng?" Deyan mengelus lembut kepala Sasya.
Sasya menatap lekat wajah suaminya yang kini tengah sibuk mengkhawatirkannya.
"Udah mendingan belum?" Tanyanya.
"Udah." Jawab Sasya.
"Sekarang kita makan dulu yuk!" Ajaknya.
Kebetulan Sasya juga sudah merasa lapar jadi ia mengiyakan ajakan suaminya.
"Neng mau lauk yang mana? Ada oseng kangkung,ikan asin,sambel,oseng daun singkong,tahu goreng sama lalap.Neng mau yang mana?" Jelasnya diiringi pertanyaan.
"Nggak deh,aku nggak jadi makan!" Tukas Sasya tiba-tiba.
"Kunaon nggak jadi Neng?" Deyan mengernyit heran.
"Nggak apa-apa!" Sasya beranjak dari kursi meja makan lalu berlalu ke kamarnya.
Deyan pun tidak jadi makan karena Sasya tiba-tiba tidak jadi makan.
__ADS_1
"Emang gue kambing? Tiap hari dikasih makan dedaunan terus!" Gerutu Sasya.
Tak sengaja Deyan mendengarnya,"Maafin Akang Neng! Akang belum bisa kasih kamu makan makanan yang enak-enak!" Sahut Deyan tiba-tiba muncul di kamar.
Aduh! Kok dia malah kesini sih! Batin Sasya.
"Akang minta maaf!" Deyan memeluk Sasya dari belakang.
Sasya mematung mendapat perlakuan seperti ini dari Deyan.
"Nanti sore Akang janji bakal beliin Neng makanan yang enak! Tapi sekarang Neng makan dulu aja ya yang ada!" Deyan membujuknya.
Deyan melepaskan pelukannya,"Neng?" Panggilnya.
"Aku nggak mau makan,aku nggak laper kok! Kalau Akang mau makan,makan aja!" Sasya menolak ajakannya.
"Please! Makan nya! Akang suapin mau?" Deyan memaksanya.
Mereka kembali ke meja makan dan benar saja Deyan menyuapi Sasya hanya dengan 3 kali suapan saja.
"Aku udah kenyang!" Ucap Sasya menolak suapan berikutnya.
"Yaudah atuh." Deyan tersenyum.
Beberapa saat kemudian,Siti dan Danu pulang dari pasar.
"Assalamu'alaikum....Neng geulis udah makan belum?" Ucap Siti.
"Udah Ambu,baru aja!" Jawab Sasya.
"Syukur atuh kalau gitumah! Tadi di pasar Ambu lihat ayam masih seger-seger! Makanya Ambu beli buat Neng! Neng mau Ambu masak ayamnya digimanain?" Jelas Siti meminta pendapat.
"Terserah Ambu aja deh." Jawab Sasya.
__ADS_1
"Eummm.....Gimana kalau Ambu buat ayam crispy aja?" Tanya Siti.
"Boleh." Jawab Sasya singkat.
*
Malam harinya,seperti biasa setiap makan malam pasti banyak lauknya namun lauk yang sangat sederhana.
Bedanya malam ini ada ayam goreng crispy khusus untuk Sasya.
Sasya makan dengan lahapnya sampai nambah lagi membuat Danu,Siti juga Deyan terbengong karena baru kali ini ia makan nambah lagi.Biasanya sesendok nasipun tak habis beda halnya dengan hari ini.
Setengah jam setelah makan,Sasya merasa sangat mengantuk lalu ia memutuskan untuk tidur ke kamarnya.
Tak lama kemudian Deyan menyusulnya ke kamar.Deyan menemukan sosok istrinya yang sudah mulai terlelap lalu ia mendekatinya.
"Maafin Akang ya Neng! Akang belum bisa jadi suami yang terbaik buat Neng! Akang belum bisa bikin Neng bahagia! Akang sadar,seharusnya yang jadi suami Neng itu bukan Akang! Tapi orang yang sepadan sama Neng!" Lirih Deyan,"Kalau Akang boleh egois,jujur Akang udah sayang sama kamu! Akang nggak mau kehilangan kamu! Tapi Akang tahu cintateh nggak bisa dipaksa! Apapun yang terjadi suatu saat nanti,Akang akan tetep sayang sama kamu!" Lanjutnya sembari mencium kening Sasya lama hingga tak terasa air matanya keluar dan menetes di kening Sasya.
"Selamat malam...." Deyan ikut terlelap setelah itu.
Sebenarnya tadi Sasya masih belum tidur nyenyak hingga masih bisa mendengar setiap kata yang diutarakan Deyan.
Kenapa kamu malah sayang sama aku Kang? Aku bukan istri yang terbaik buat kamu! Tukas Sasya dalam hati.
Kini Sasya menatap lekat wajah suaminya yang sudah terlelap dengan nyenyak lalu ia memutuskan untuk kembali tidur sambil memeluk suaminya.
.
.
.
JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN VOTE KALIAN😊TERIMAKASIH❤❤
__ADS_1