
Kumandang adzan shubuh membangunkan Sasya terlebih dahulu.Saat ia membuka matanya ternyata mereka tidur berpelukan.
Dengan terburu-buru Sasya melepaskan pelukannya.
Apa tiap malem gue sama dia pelukan? Batin Sasya bertanya-tanya.
Deyan mengerjap,"Neng udah bangun? Ini udah shubuh ya?" Deyan mendapati sosok istrinya yang tengah memperhatikannya.
"Ehmm...Iya." Jawabnya singkat sembari beranjak dari tempat tidur.
*
Di pagi yang cerah Sasya memperhatikan suaminya yang hari ini berpenapilan berbeda.
"Akang mau kemana? Tumben udah rapi banget!" Tanya Sasya heran,"Jangan bilang mau ke sawah?" Lanjutnya menebak.
"Masa Akang udah ganteng begini dikira mau ke sawah!" Tukasnya,"Hari ini hari minggu!" Lanjutnya.
"Semua juga tahu kali kalau hari ini hari minggu!" Bantah Sasya.
"Iya,bentar dulu atuh! Kan Akang belum selesai ngomong!" Omel Deyan,"Jadi,setiap hari minggu Akang jadi guru less anak-anak sekitar sini!" Jelasnya.
"Guru less? Akang serius?" Sasya seolah meragukannya.
"Setinggi apa sih pendidikannya? Kok berani banget ngajar jadi guru less?" Gumam Sasya.
Deyan masih bisa mendengarnya tapi memilih tak menjawabnya dan berlalu pergi dari hadapan Sasya.
Ternyata anak didik yang ia ajari sudah berdatangan.
"Halo...Morgen?" Sapa Deyan.
"Morgen." Jawab mereka kompak.
"Wie geht es euch?" Tanyanya.
__ADS_1
"Gut,danke!" Jawab mereka.
"Oke...Kita mulai pembelajaran hari ini dengan baca basmallah bersama dulu ya adek-adek!" Tutur Deyan.
"Bismillaahirrahmaanirrahiim..." Ucap mereka bersamaan.
"Oke pembelajaran minggu ini bagian pelajaran matematika ya?" Tanyanya memastikan.
"Iya kak." Jawab mereka.
Deyan mulai mengajarkan materi lanjutan dari minggu sebelumnya.
Ternyata suami gue pinter juga ya! Batin Sasya kagum.
3 Jam berlalu,akhirnya untuk less hari ini dicukupkan sampai disini.
"Oke,untuk less pertemuan kali ini dicukupkan sampai disini dulu ya!" Ucap Deyan.
"Iya kak." Jawab mereka.
"Sekarang kita tutup pertemuan kali ini dengan do'a dalam hati masing-masing! Berdo'a mulai!" Deyan mengomandani.
"Kang? Ternyata Akang pinter juga ya!" Seru Sasya secara tak langsung memujinya.
"Biasa aja kok Neng!" Jawabnya.
"Akang lulusan apa sih sebenernya?" Tanya Sasya penasaran.
"Sarjana Ekonomi Neng." Jawabnya.
"Hah? Serius Kang?" Sasya tak mempercayainya.
"Iya."
"Oh ya,tadi Akang nyapa anak-anak itu pake bahasa apa? Kayanya bahasa itu gak asing di telinga aku!" Tanya Sasya.
"Itu bahasa Jerman Neng." Jawab Deyan.
__ADS_1
"Wah....Akang belajar dimana bahasa itu?" Tanya Sasya takjub.
"Akang dulu kuliah di Jerman Neng! Tapi ngambil jurusan ekonomi." Jelasnya.
"Uhuuyyy! Akang hebat! Eh ngomong-ngomong kenapa Akang gak menetap disana? Terus kok bisa sih Akang kuliah di Jerman?" Sasya menyerbunya dengan berbagai pertanyaan.
"Dulu Akang kuliah disana karena beasiswa Neng! Akang keinget Ambu terus! Makanya Akang mutusin buat pulang lagi kesini! Sebenernya beasiswa yang Akang dapat itu sampe S2,tapi Akang ambil S1 nya aja!" Jelas Deyan.
"Kenapa? Sayang banget nggak diambil!" Tukas Sasya.
"Akang teh anak tunggal Neng! Jadi Anaknya Ambu cuma Akang aja,Akang nggak mau sia-siain kebersamaan Akang di masa tuanya Ambu dan Abah." Tegas Deyan.
"Hmm...Padahal kalau kerja di kantoran pun Akang pasti keterima!" Sasya mengingatkannya.
"Iya Akang tahu! Tapi Akang lebih suka ngurusin kebun dan sawah." Tutur Deyan.
Aneh banget! Sayang! Padahal udah jadi sarjana! Di Jerman lagi! Tapi akhirnya malah harus berakhir di sawah dan kebun! Fikir Sasya.
"Neng nggak apa-apa? Kok ngelamun?" Deyan membuyarkan lamunannya.
"Nggak kok Kang!" Bantah Sasya.
"Eh iya,kemarin Akangkan udah janji mau beliin Neng makanan yang enak tapi karena Ambu masak ayam jadinya nggak jadi deh! Gimana kalau kita jadiin sekarang aja? Kita cari makanan yang enak!" Deyan menepati janjinya.
"Mau!" Jawab Sasya antusias.
"Yaudah,Neng tunggu disini! Akang ambil motor dulu!" Deyan bergegas mengambil motornya.
Kini mereka melancarkan rencana mereka untuk mencari makanan yang enak.
.
.
.
Maafkan Author yang telat Up😊Harap kalian memakluminya😉
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote yaa💕Makasih banyak😍