
Sebulan sudah usia pernikahan Sasya dengan Deyan.Kini Sasya sudah mulai terbiasa akan adanya Deyan di sampingnya.Mungkin bisa dibilang Sasya telah membuka hatinya untuk Deyan.
"Neng? Hari ini Akang harus pergi ke pasar bantuin Ambu soalnya yang pesen sayuran banyak!" Seru Deyan.
"Oke Kang! Tapi aku di rumah aja ya?" Jawab Sasya.
"Iya,Neng hati-hati ya!" Deyan berlalu menyusul Ambunya yang kini telah menunggunya di mobil box sayur.
"Sekarang gue mesti ngapain ya?" Gumam Sasya berfikir keras.
Drrtt....Drtt....
Tiba-tiba ponselnya berdering karena adanya satu panggilan suara dan ia pun segera mengangkatnya.
Riri? Batin Sasya yang berbicara.
Sasya : Halo Ri? Ada apa?
Riri : Sya,gimana kabar lo? Gue kangen banget deh sama lo!
Sasya : Gue baik,lo sendiri gimana? Kemana aja sekian lama nggak ngontek gue?
Riri : Syukurlah,gue juga baik.Gue sibuk kerja!
Sasya : Hah? Kerja? Sejak kapan lo jadi pekerja?
Riri : Lo nggak usah ngeledek gue! Pokoknya sekarang gue udah tobat! Gue nggak mau nyusahin orang tua gue lagi dengan jadi anak yang boros dan suka berfoya-foya.
__ADS_1
Sasya : Gue seneng dengernya!
Riri : Oh ya Sya,kemarin gue nggak sengaja lewat rumah lo terus gue lihat nyokap sama bokap lo ada di rumah! Bukannya mereka di Singapur ya?
Sasya : Lo salah lihat kali!
Riri : Gue serius Sya! Mana mungkin gue salah lihat! Mereka beneran ada di rumah! ART lo aja ada kok disana! Dia lagi bersih-bersih!
Sasya : Kalau pun iya Mami sama Papi gue ada di Indonesia,tempat tinggal mereka bukan lagi di rumah gue yang lama! Lo tahu sendiri kan kalau rumah itu udah disita!
Riri : Entahlah,yang jelas kemarin gue beneran lihat mereka di rumah lo yang lama! Eh Sya,gue tutup dulu ya telponnya! Takut bos gue marah.
Sasya : Oke...Bye.
Panggilan suara berakhir.
"Haduuh! Kacau nih otak! Lebih baik gue ke kebun ajalah nyiram sayuran! Daripada gue mikir yang nggak-nggak!" Tukasnya kemudian berlalu ke halaman belakang.
30 menit kemudian,Sasya telah menyirami sayur-sayuran sembari mengecek kondisi setiap sayuran tersebut.
Jika ada yang busuk segera ia petik lalu ia buang agar tidak menular pada yang lainnya.
Sasya memang banyak belajar dari sosok suaminya hingga akhirnya ia menjadi mulai mengerti sedikit-sedikit mengenai tanaman sayuran.
Ia kembali masuk ke rumah karena bingung harus melakukan apa lagi.
Akhirnya ia memutuskan untuk memasak.Semenjak ia belajar memasak waktu itu kini ia jadi sudah mulai bisa memasak meskipun hanya sekedar menu yang terhitung gampang untuk dimasak seperti tempe orek,oseng kangkung dan lain-lain.
__ADS_1
Setelah selesai memasak,ia memutuskan untuk mandi lalu menunggu suaminya pulang.
Beberapa saat kemudian,Deyan akhirnya kembali.
"Assalamu'alaikum Neng geulis..." Ucapnya.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab Sasya sembari tersenyum,"Ambu mana Kang?" Lanjutnya.
"Ambu masih di pasar Neng! Akang disuruh pulang duluan soalnya Ambu kefikiran terus sama Neng! Jadinya Akang disuruh pulang!" Jelas Deyan.
"Oh gitu..." Sasya mengangguk mengerti.
"Iya."
"Akang mandi dulu sana! Abis itu kita makan! Aku udah masak khusus buat Akang!" Seru Sasya.
"Waahh bener-bener istri yang pengertian!" Puji Deyan.
"Udah sana mandi!" Sasya kembali pada sifat juteknya.
Deyan pun berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu barulah mereka makan bersama.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa Like,Komen,dan Vote😆Terimakasih😍