Istri Jutekku

Istri Jutekku
Kompak


__ADS_3

Keesokan harinya,


Pagi sekali tepatnya setelah mertuanya pergi,Sasya langsung berlalu ke kamar mandi.


Selama ini Ambu terus yang nyuci baju-baju gue! Gue jadi malu! Fikir Sasya.


Mana nggak ada mesin cuci lagi! Gue pake mesin cuci aja nggak bisa apalagi manual pake tangan! Batinnya bingung.


Sasya terus merenungkan kebingungannya.


"Neng! Neng ngapain bengong disini?" Tanya Deyan.


Namun Sasya tak menjawabnya seolah tak mendengar pertanyaan Deyan,"Neng!" Deyan menepuk bahu Sasya.


"Eh!" Sasya berekspresi kaget.


"Neng ngapain ngelamun di kamar mandi?" Deyan mengulangi pertanyaannya.


"Hmm...Nggak apa-apa!" Jawabnya.


"Serius?" Deyan memastikannya.


"Iya,aku mau nyuci baju tapi aku nggak bisa soalnya aku nggak pernah nyuci baju!" Tuturnya berkata jujur.


"Neng serius mau nyuci?" Deyan tersenyum menyindir.


"Emangnya kenapa?" Tanya Sasya.


"Aneh aja! Tumben gitu." Jawab Deyan.


"Aku nggak enak sama Ambu,selama ini baju-baju aku Ambu terus yang cuci." Jelas Sasya.


Alhamdulillah...Akhirnya Neng Sasya mau berubah! Batin Deyan gembira.


"Kok sekarang jadi Akang yang bengong?" Tukas Sasya.


"Hehe...Yaudah kalau gitu biar Akang bantu!" Seru Deyan.

__ADS_1


"Akang mau bantuin aku?" Tanya Sasya antusias.


"Iya! Ayo kita mulai!" Jawabnya.


Deyan mulai mengambil baju-baju yang kotor dan memasukkannya ke dalam air rendaman yang sebelumnya sudah dicampur detergen.


"Terus selanjutnya gimana?" Tanya Sasya.


"Ambil satu pakaian! Lalu kita gosok pake sikat cuci!" Deyan menyontohkannya.


"Oh gitu..." Sasya mengangguk-angguk.


"Sok atuh Neng coba!" Titahnya.


"Oke." Sasya mulai beraksi.


"Bukan gitu! Nah begini nih!" Alhasil mereka mencuci sambil berpegangan tangan.


Bukannya melihat cucian,Sasya malah fokus melihat suaminya,kemudian menggelengkan kepalanya saat tersadar dari lamunannya.


Hingga akhirnya mereka mencuci berdua dan terkadang diiringi candaan dengan bermain air dan busa detergen.


"Oke." Mereka pergi ke ke belakang rumah untuk menjemur cucian tadi.


"Ini gimana sih?" Sasya tampak bingung.


"Gampang! Tinggal arahin bajunya kaya gini!" Jelasnya sembari mencontohkan.


"Oh gitu..." Sasya mulai mencobanya dan berhasil.


Kini mereka telah selesai menjemur cucian dan kembali masuk ke dalam rumah.


"Akang hari ini nggak kemana-mana?" Tanya Sasya.


"Nggak,emangnya kenapa?" Deyan bertanya balik.


"Nggak apa-apa cuma nanya aja!" Jawab Sasya.

__ADS_1


"Sekarang Akang msu beresin rumah! Kalau Neng mau bantu syukur kalau nggak mau Neng diem kamar dulu aja!" Seru Deyan.


"Oke aku bantu." Jawab Sasya.


"Serius?" Deyan nampak tak percaya.


"Buruan! Keburu nggak mau!" Tukas Sasya.


Akhirnya mereka kompak melakukan pekerjaan rumah.


30 menit kemudian...


"Alhamdulillah akhirnya beres juga." Ucap Deyan,"Makasih ya Neng udah bantuin Ambu menyelesaikan kerjaan rumah!" Lanjutnya.


"Iya sama-sama,lagian kan yang ngerjain paling banyak Akang bukan aku!" Tukasnya.


"Iya nggak apa-apa atuh! Segala sesuatu jika dilakukan bersama pasti akan lebih ringan dan penyelesaiannya pun akan lebih cepat." Jelas Deyan.


"Iya itu betul." Sasya membenarkannya.


"Mulai sekarang kita harus kompak ya Neng!" Seru Deyan.


"Ehmm....Aku usahain!" Jawabnya seperti tak yakin.


"Akang seneng banget kalau setiap hari kita bisa kompak kaya gini!" Tuturnya dengan raut wajah sumringah.


Perasaan apa ini? Apa hati gue udah mulai tertarik ya sama dia? Batin Sasya.


"Kok Neng malah bengong!" Deyan membuyarkan lamunannya.


"Eh nggak kok! Aku kayanya harus ke toilet dulu!" Sasya berlalu dari hadapan Deyan.


Sebenernya itu hanya alasannya saja supaya ia bisa menghindar dari Deyan karena ia tidak ingin Deyan menjadi salah mengartikan sikapnya tadi.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like dan Vote😊Terimakasih❤


__ADS_2