
Setelah seluruh tamu dipastikan telah membubarkan diri,kedua belah pihak keluarga pengantin kini memilih beristirahat di ruang tamu setelah melaksanakan shalat dzuhur dan berganti pakaian.
"Neng belum shalat ya?" Tanya Deyan.
"So tahu! Yaudahlah!" Jawab Sasya ketus.
"Syukurlah kalau begitu." Seru Deyan.
"Hm..." Jawab Sasya singkat,"Ngapain masih disini?" Lanjutnya terkesan mengusir.
Pasalnya mereka kini tengah berada di kamar,"Emangnya kenapa?" Tanyanya bingung.
"Buruan keluar! Kalau orang tua kita ngira yang nggak-nggak gimana?" Tutur Sasya khawatir.
"Hehe nggak apa-apa atuh Neng! Kan udah halal juga! Mana mungkin ada yang permasalahin!" Bantah Deyan.
"Terserah lo aja!" Sasya hendak berlalu.
"Nggak boleh gitu atuh Neng!" Deyan menahan lengannya.
"Apaan sih!" Sasya menepis tangan Deyan yang menahannya keluar dari kamar.
"Gak boleh gue lo,gue lo! Nggak sopan!" Deyan menasehati Sasya,"Aku kamu lebih baik." Lanjutnya.
"Iyain aja deh biar cepet!" Seru Sasya sambil berlalu.
Deyan hanya bisa menggelengkan kepalanya menghadapi sikap wanita yang kini telah sah menjadi istrinya yang lumayan menguji kesabarannya.
Kini mereka tengah berkumpul di ruang tamu.
"Semua hidangan ludes nggak nyisa ya!" Seru Maria,"Kalian ada yang laper nggak?" Lanjutnya.
"Lumayan." Jawab Anton.
"Kalau gitu,hayu atuh ke rumah Ambu aja! Disana banyak pisan makanan! Tapii bukan makanan mewah." Timpal Siti.
"Nggak apa-apa mbak." Jawab Anton,"Gimana kalau kalian duluan aja? Saya mau beresin uang sewa rumah dulu sama Pak Kades." Lanjutnya.
__ADS_1
"Emangnya Papi tahu rumahnya mas Danu dan mbak Siti dimana?" Tukas Maria.
"Tahulah! Danu kan sahabatnya Papi! Iya nggak Dan?" Anton meminta persetujuan Danu dan langsung Danu angguki.
"Hmm...Yaudahlah ayo!" Ajak Maria.
Mereka pun bergegas untuk pergi ke kediaman Danu.
*
Setelah berjalan hampir 5 menit akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.
Rumahnya lebih sempit dari rumah yang Papi sewa kemarin! Batin Sasya.
"Kamu masih mau disini atau mau ikut ke dalem?" Maria membuyarkan lamuan Sasya.
"Ehh iya Mi." Sahutnya lalu ikut masuk.
Kini mereka telah berkumpul di ruang makan yang alas kursi dan mejanya terbuat dari bahan kayu yang sangat sederhana.
*
Waktu telah menunjukkan pukul 16.00,sudah saatnya keberangkatan mereka Maria dan Anton ke Singapur.
"Mi,Pi,baru aja Sasya nikah,masa kalian langsung pergi ninggalin Sasya sih?" Rengek Sasya.
"Nggak boleh gitu Sya! Sekarangkan kamu udah ada keluarga baru! Dan Papi juga udah terlanjur beli tiket pesawat untuk penerbangan sore ini." Tegas Maria.
"Sasya! Anak kesayangan Papi,kamu baik-baik ya disini! Jangan pernah membantah suami dan mertua kamu! Jadilah istri sekaligus menantu yang baik untuk keluarga ini." Tegas Anton.
Tak terasa Sasya meneteskan air matanya,"Hormati mereka bagaimana pun kondisi dan keadaan mereka! Sekarang kamu harus anggap Ambu ini adalah Mami dan Abah itu Papi! Sayangi mereka sebagaimana kamu menyayangi kami." Lanjut Maria.
"Iya Mi..." Sasya memeluk kedua orang tuanya.
"Ingat! Jaga tingkah laku kamu! Jaga sikap kamu! Jangan bikin keluarga mertua kamu malu! Dan jangan mencemarkan nama baik Papi! Kamu fahamkan sayang maksud Papi?" Tegas Anton menasehati.
__ADS_1
"Iya Pi,Sasya janji!" Jawab Sasya,"Kalau kondisi perusahaan udah kembali pulih,Papi dan Mami harus segera jemput Sasya kesini!" Lanjutnya memperingati.
"Oke..." Jawab Anton setuju.
"Maafin Sasya karena nggak bisa anter ke Bandara." Lirih Sasya.
"Nggak apa-apa sayang! Pokoknya kamu jaga diri baik-baik ya! Inget juga selalu pesan Mami dan Papi." Tutur Maria mengingatkan.
"Iya Mi...."
Setelah lama berpelukan,kini mereka harus benar-benar pergi karena taksi online yang dipesan untuk mengantarkan ke Bandara telah datang.
Dan kini kedua orang tua Sasya telah berlalu pergi,"Kamu jangan sedih lagi atuh Neng! Kan ada Ambu disini! Anggap Ambu sebagai Ibu kamu sendiri!" Seru Siti dengan memeluk Sasya.
"Makasih Ambu." Ucap Sasya membalas pelukan Ambu mertuanya.
Deyan hanya bisa menarik kedua sudut bibirnya untuk tersenyum karena menyaksikan kedekatan Ambu dan juga istrinya sudah mulai terjalin.
.
.
.
Readers : Kemana aja thor? Lelah hatiku menunggu dirimu Up😤Biasanyakan perhari Up 3/4 episod! Lah ini kok gak nongol-nongol😡Sekalinya nongol cuma Up 1 episod aja😕
Author : Jangankan Up banyak😟1 episod aja Author paksakan😣Maafkan Author🙏Hari ini Author sibuk bikin KTP😒Ngantrinya Subhanallah sampe 6 jam Author diem di Kecamatan😧Berangkat pagi pulang sore😳Tugas sekolah aja kelewat😔Aduduuuhhh syediihnya hatiku sampai kelewat gak ngerjain tugas😭
Readers : Turut syedih juga buat Author😯Tetep semangat ya thor☺Aku mendukungmu untuk selalu berkarya tapi tetap mengutamakan sekolah😉Mudah"an selalu sehat dan suatu saat bisa berhasil😍
Author : Terimakasih banyak readers setiakuu😙Readers penyemangatku😍Aamiin ya Allah...
.
.
.
__ADS_1
LIKE,KOMEN,TIP,RATE 5 DAN VOTENYA JANGAN SAMPAI TERLEWAT😉TERIMAKASIH💕