Istri Jutekku

Istri Jutekku
Mencoba Kabur


__ADS_3

Seminggu telah berlalu setelah jalan-jalan hari itu.Keduanya masih bersikap seperti orang asing.


Setiap hari Sasya terus merenungkan nasibnya.Ia bertanya-tanya mengapa nasibnya jadi begini? Mengapa ia harus menikah dengan lelaki yang tak ia cintai? Mengapa ia harus serumah dengan keluarga yang kondisinya terbilang kurang mampu.


Hampir setiap hari ia makan dengan ikan asin,lalap,sayur,tempe,tahu,sambal,itu terus membuatnya sangat bosan.


Ia sangat ingin sekali segera kembali ke Jakarta.Setiap harinya ia selalu berharap kedua orang tuanya datang untuk menjemputnya.Namun ternyata itu hanya menjadi sebuah angan semata.


Hari ini rumah sepi karena Deyan pergi ke sawah sedangkan kedua mertuanya seperti biasa berjualan sayur di pasar.


"Pokoknya gue harus bisa keluar dari rumah ini gimana pun caranya!" Sasya bertekad.


Sasya hendak memasukkan baju-bajunya ke dalam koper,namun tiba-tiba ia teringat sesuatu,"Kalau gue bawa semua baju-baju gue,para tetangga pasti curiga dan nanti mereka malah halangin gue pergi lagi! Okelah,masalah baju gampang! Yang penting gue keluar dulu dari rumah ini!" Tegasnya.


Akhirnya Sasya mengurungkan niatnya untuk membawa baju-bajunya dan memilih untuk tidak membawa apa-apa kecuali tas selempangnya.


Kini ia mulai beraksi untuk pergi dari rumah ini.Perlahan ia memastikan situasi terlebih dahulu,setelah dipastikan aman barulah ia langsung pergi dengan langkah yang sangat terburu-buru.


*


Sudah hampir 3 jam ia menyusuri kota ini namun ia tak kunjung menemukan petunjuk juga.


Perutnya juga sudah mulai keroncongan karena saat ia berangkat tadi ia lupa untuk sarapan.Sasya memilih beristirahat dulu di sebuah bangku kosong dekat taman yang tak ia ketahui sama sekali sekarang ia sedang ada dimana.


"Aduuuh....Ini dimana sih? Kok dari tadi terminal bus nggak ketemu-ketemu?" Sasya mulai frustasi,"Apa jangan-jangan gue nyasar ya?" Lanjutnya berfikir.


"Kalau iya gimana?" Sasya mulai panik sendiri.


Disisi lain,Deyan mendadak ingin cepat pulang karena terus kefikiran pada Sasya.Akhirnya ia pun pulang.


"Assalamu'alaikum Neng...." Ucapnya saat memasuki rumah namun tak ada jawaban juga.


"Neng? Neng dimana?" Deyan mencarinya ke semua sudut ruangan namun tak ketemu juga.


Ya Allah Neng Sasya kemana? Batinnya.


Akhirnya Deyan segera mandi karena ingin cepat-cepat mencari istrinya.

__ADS_1


*


Deyan menyusuri jalanan dengan menaiki motornya sembari mengingat-ingat kemana kiranya Sasya pergi.


Apa dia ke terminal ya? Fikir Deyan tiba-tiba tertuju pada terminal.


Akhirnya ia memutuskan untuk ke terminal dan ternyata sesampainya disana,Sasya tidak ada di tempat itu.


"Ya Allah Neng,kamuteh pergi kemana atuh?" Deyan frustasi memikirkannya.


Deyan mulai putus asa hingga menjalankan motor pun jadi tak fokus.


Tiiit...


Hampir saja Deyan menabrak seseorang yang sedang menyebrang.


"Astagfirullah! Maaf Kang! Saya nggak sengaja!" Ucap Deyan merasa bersalah.


"Lain kali hati-hati Kang!" Serunya.


"Huufft..." Deyan membuangnya nafasnya dengan kasar.


"Neng!" Panggilnya.



"Akang!" Sasya segera berlari ke arah Deyan dan memeluknya.


"Ya Allah Neng! Neng kemana aja? Akang khawatir sama Neng sampai Akang nyari-nyari Neng kemana-mana tapi nggak ketemu juga!" Ucapnya membalas pelukan Sasya.


"Maafin aku Kang." Ucap Sasya,"Aku takut! Tadi aku nyasar!" Lanjutnya.


"Sebenernya Neng mau kemana? Kok sampai nyasar begini?" Deyan melepaskan pelukannya.


"A-akuu---" Jawaban Sasya mendadak terbata-bata.


"Aku apa? Sok jujur sama Akang!" Desaknya.

__ADS_1


"Tadi aku mau kabur." Jawabnya gugup.


"Apa? Neng mau mencoba kabur?" Deyan kaget mendengarnya.


"Maafin aku Kang! Aku terlalu gegabah!" Lirih Sasya menyesal.


"Ya Allah...Neng teh kumaha atuh? Nanti kalau ada yang nyulik gimana?" Deyan sangat khawatir.


"Maafin aku!" Sasya tak berhenti meminta maaf.


"Lain kali kalau Neng mau pergi,bilang sama Akang! Biar Akang temenin! Jangan main kabur aja!" Deyan menasehatinya.


"Akang nggak marah?" Tanyanya memastikan.


"Akang nggak marah! Akang cuma cemas aja takut Neng kenapa-napa!" Jelasnya.


Ininih yang bikin aku suka sama kamu! Kamu nggak pernah marah walaupun aku udah bertindak melampaui batas! Paling kamu cuma nasehatin aku aja! Batin Sasya kagum.


"Neng kok malah bengong?" Deyan menyadarkannya.


Kruuuukkkk.....!!!


"Neng lapar?" Deyan mendengar bunyi cacing yang berasal dari perut Sasya.


"Hehe...." Sasya tersenyum tipis.


"Hmm....Yaudah sekarang kita ke warung Kang Uye! Kita makan pecel ayam!" Ajaknya.


"Mau!" Jawab Sasya antusias.


Mereka segera pergi dari tempat ini ke warung makan Kang Uye untuk mencari makanan.


.


.


.

__ADS_1


Kang Deyan sabarnya pake banget😍Love love deh buat Akang💕💕


Jangan lupa like dan votenya ya😊Makasih....!


__ADS_2