Istri Jutekku

Istri Jutekku
Tak bisa tanpamu


__ADS_3

Siti segera menyusul Deyan karena masih tidak percaya akan keputusan putranya itu.


"Yan,kamu yakin mau pisah sama Neng Sasya? Apa kamu udah nggak bisa pertahanin pernikahan kamu lagi? Apa kamu nggak cinta sama Neng Sasya?" Desak Siti.


"Sepertinya memang udah nggak bisa lagi Ambu! Cinta Deyan bertepuk sebelah tangan! Sebuah pernikahan jika di dalamnya hanya ada perjuangan satu orang maka pernikahan itu tidak akan berhasil! Seharusnya sebuah rumah tangga itu diperjuangkan bersama-sama agar tercapai visi dan misi dalam berumah tangga!" Tegas Deyan.


"Ambu tahu kamuteh udah berjuang mati-matian untuk pertahankan rumah tangga kamu ini! Tapi bukan berarti karena kamu sudah lelah kamu jadi menyerah! Ingat! Usia pernikahan kamuteh baru seumur jagung! Masih rentan dengan ujian untuk saling menyesuaikan!" Siti menasehatinya.


"Tapi Deyan yakin sampai kapanpun Neng Sasya nggak mungkin bisa nerima Deyan sebagai suaminya Ambu!" Tegas Deyan.


"Siapa bilang? Buktinya dia nekat kesini sendiri cuma buat nyari kamu! Apa itu nggak cukup ngebuktiin kalau sekarang Neng Sasya udah mulai cinta sama kamu! Harta bisa dicari! Cinta tidak akan datang dua kali! Kalau kamu cinta sama Neng Sasya,sok atuh sekarang kejar dia! Ambu yakin dia masih belum jauh dari sekitar sini!" Siti menasehati putra semata wayangnya.


"Iya Ambu! Deyan masih cinta dan akan selalu cinta sama Neng Sasya!" Deyan bertekad dan segera menyalakan motornya untuk mulai mencari istrinya.


Tidak jauh dari warung Kang Uye,Sasya sedang menangis sembari duduk di pinggir jalan.


"Neng Sasya!" Panggilnya dengan lirih.


Sasya menoleh ke sumber suara,"Akang...." Lirihnya.


Deyan segera membantu Sasya bangkit dari posisi duduknya kemudian mereka saling berpelukan,"Maafin aku Kang! Tolong jangan tinggalin aku! Aku nggak bisa tanpa Akang!" Sasya menangis di bahu suaminya.


"Akang juga minta maaf karena tadi udah ngebahas tentang perceraian! Akang nggak maksud buat ngomong kaya gitu! Akang cuma nggak mau karena Akang,kamu jadi menderita sebab Akang nggak sepadan sama kamu!" Lirih Deyan.


"Please jangan bahas tentang kasta Kang! Karena cinta nggak pernah mandang harta,tahta serta usia!" Tegas Sasya.


Deyan seketika melepaskan pelukannya,"Maksud Neng?" Tanyanya.


"Kang Deyan,I fall in love with you!" Perkataan tersebut lolos dari mulut Sasya.


"Neng teh serius?" Deyan masih tak percaya dengan perkataan yang baru saja Sasya ucapkan.

__ADS_1


"Iya." Jawabnya.


Deyan langsung mendekap Sasya lagi dalam pelukannya,"Dari dulu cuma ini ucapan yang Akang tunggu-tunggu dari mulut kamu!" Seru Deyan.


"Aku nggak tahu sejak kapan aku cinta sama Akang,yang aku tahu setelah kebersamaan yang kita lalui selama satu bulan,itu membuat aku tidak bisa berpisah dari kamu mungkin karena aku sudah terbiasa dengan kehadiran kamu di samping aku." Tutur Sasya.


"Makasih Neng! Asal Neng tahu,Akang udah cinta sama Neng sejak hari pertama Neng jadi istri Akang." Balas Deyan,"Sekarang kita pulang ya! Ini udah mau maghrib!" Ajaknya dan Sasya pun mengangguk.


Mereka segera pulang menaiki motor matic andalan Deyan.


*


Setelah shalat isya dan juga makan mereka berbincang sebentar.


"Syukur alhamdulillah kalau sekarang masalahnya udah beres." Ucap Danu,"Abah juga udah ngasih tahu orang tua Neng,kalau Neng disini baik-baik aja! Mereka bilang kalau mereka akan nyusul Neng kesini besok." Lanjutnya.


"Iya Abah,aku mau bilang makasih sama kalian semua karena kalian sudah berkenan menerima aku dengan baik di keluarga ini dengan segala kekurangan aku." Tutur Sasya.


"Aku sayang sama Ambu." Sasya memeluk Siti.


"Ambu juga sayang pisan sama Neng! Neng bukan cuma menantu tapi Neng adalah putri kandung Ambu." Tegas Siti.


"Makasih Ambu." Sasya semakin mempererat pelukannya layaknya seorang anak kepada Ibu kandungnya.


"Udah ah jangan sedih-sedihan lagi! Lebih sekarang Neng istirahat! Neng pasti kecapean karena drama yang terjadi selama beberapa hari ini." Suruh Siti.


"Ambu emang paling tahu apa yang aku rasain." Tutur Sasya.


"Yaudah sok mangga! Wilujeung istirahat nya!" Seru Siti.


Deyan dan Sasya pun segera masuk ke kamar.Entah mengapa suasana mendadak jadi canggung mungkin karena malam ini pertama kalinya mereka akan tidur dalam perasaan saling mencintai.

__ADS_1


Mereka telah membaringkan tubuh mereka dengan posisi menatap langit-langit kamar.


"Kang boleh nanya nggak?" Tanya Sasya tiba-tiba.


"Mangga,mau nanya apa Neng?" Jawabnya.


"Selama ini Akang nggak pernah ada rasa tertarik gitu buat nyentuh aku? Setiap malem kita tidur barengan loh Kang!" Sasya mengutarakan pertanyaan yang membuatnya penasaran.


"Kalau masalah itu nggak perlu ditanya lagi Neng! Setiap malam batin Akang tersiksa karena Neng selalu tidur dalam posisi meluk Akang! Akang masih normal! Tapi Akang selalu coba untuk nahan diri supaya nggak khilaf." Jelas Deyan.


Sasya terkekeh,"Kok bisa sih Kang?" Tukas Sasya.


"Akang nggak mau Neng ngelakuinnya karena terpaksa." Jawab Deyan.


"Ehemmm....Kalau sekarang aku nggak terpaksa gimana?" Sasya seolah memberi kode.


"Maksudnya Neng udah mau gitu?" Tanya Deyan antusias.


"Yaa itu memang kewajiban aku untuk layanin Akang! Kalau Akang yes aku juga yes." Sasya meyakinkannya.


Deyan segera bangit dari posisinya kemudian membaca basmallah dan membaca do'a terlebih dahulu sebelum melakukan sunnah rasul ini dengan memegang ubun-ubun istrinya.


Hingga terjadilah malam panjang untuk yang pertama kalinya bagi mereka berdua.


.


.


.


Aduhhh baper plus terharu sendiri Dedek nulisnya😅😅

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like,komen,rate 5,Vote😍Makasiihhh❤


__ADS_2