
Sesampainya di sawah,Deyan langsung menggarap sawahnya tanpa duduk bersantai dulu.
Sedangkan Sasya diam di bawah pohon yang agak rindang supaya tidak terlalu kepanasan.
Ia sibuk memainkan ponselnya,tak lama Riri menghubunginya lewat video call.
Riri : Hallo pengantin baru! How are you?
Sasya : I'm not fine.
Riri : Why beib?
Sasya : Lo tahu nggak sekarang gue lagi dimana?
Riri : Nggak,dimana emangnya?
Sasya : Di sawah!
Riri : Hah? Yang bener aja! Harusnyakan kalian honeymoon! Kok malah ke sawah?
Sasya : Kesel gue! Nih liat! (Sasya mengalihkan kamera ke mode belakang)
Riri : Itu suami lo lagi nyangkul?
Sasya : Heem.
Riri : Hahaaaa.....
Sasya : Dasar lo! Temen lagi sedih malah diketawain!
Sasya mematikan sambungan video callnya.
Sudah hampir 2 jam Deyan mencangkul,kini ia memilih beristirahat karena cacing di perutnya sudah mulai berdemo.
"Neng! Ambilin Akang minum!" Titahnya.
"Ambil aja sendiri!" Bantah Sasya.
Deyan menggelengkan kepalanya,lalu mengambil air minum sendiri.
__ADS_1
"Neng laper nggak?" Tanyanya.
"Banget." Jawab Sasya menekankan.
"Yaudah hayu atuh kita makan!" Ajaknya sembari membuka rantang yang berisi bekal makanan itu.
"Bau apaan nih?" Sasya mengendus-ngendus.
"Hah? Je-jengkol?" Ucapnya kaget saat melihat isi dari rantang yang ia bawa tadi.
"Iya,semur jengkol! Enak loh Neng! Neng mau?" Ucapnya.
"Huookkk..." Sasya rasanya ingin muntah.
"Neng kenapa?" Tanyanya cemas.
"Jauhin itu dari aku!" Suruh Sasya.
"Kenapa dijauhin? Serius ini enak! Sok cobain dulu!" Deyan menyodorkan sesuap nasi yang terdapat semur jengkolnya ke mulut Sasya.
"Aaaaa...Nggak mau!" Teriak Sasya histeris sampai tak melihat jalan dan akhirnya tercebur ke sawah.
"Hehhhhhhh!" Teriak Sasya gusar,"Semua ini gara-gara jengkol itu!" Tukasnya.
"Hahahaaa.....Kok nyalahin jengkol? Salah Neng sendiri ngapain loncat-loncat? Tuhkan jadinya tisoledat!" Deyan masih belum berhenti menertawakan istrinya.
"Bukannya bantuin malah ngetawain!" Gerutu Sasya kesal.
"Yaudah sok sini Akang bantu!" Deyan mengulurkan tangannya.
Dengan menggunakan tenaga dalam,Sasya menarik tangan yang Deyan ulurkan hingga Deyan ikut tercebur.
"Rasain!" Tukas Sasya lalu berdiri sendiri.
"Heh! Neng Sasya jahil!" Ejek Deyan sembari bangkit.
Kini mereka kembali ke dekat pohon rindang tadi.
"Akang jadi gagal makan kan gara-gara Neng ceburin!" Gerutunya sembari mencuci tangan lalu lanjut makan.
__ADS_1
"Salah sendiri!" Sasya tidak mau kalah.
"Iya,salah Neng sendiri! Ngapain pake takut sama jengkol segala?! Ini jengkol Neng bukan harimau yang bakal nerkam kamu!" Sindir Deyan.
"Nggak usah banyak ngomong! Mulut Akang bau!" Sindir Sasya.
"Namanya juga jengkol ya pasti bau atuh Neng!" Tukas Deyan,"Nih Neng coba dulu sekali aja! Pasti Neng langsung suka!" Lanjutnya menawarkan.
"Nggak usah!" Tolaknya.
"Nggak usah malu-malu! Sok dicoba heula!" Titahnya menyodorkan sesuap nasi lagi langsung dengan tangannya tanpa sendok.
"Kalau mau makan,makan aja! Gak usah so nawarin! Aku nggak suka yang begituan!" Tegas Sasya..
"Tapi dari pagi Neng belum makan! Kalau Neng sakit,nanti Akang yang disalahin!" Deyan memaksanya.
"Pokoknya nggak mau! Makan aja sendiri!" Bantahnya.
"Yaudahlah terserah Neng aja!" Seru Deyan pasrah.
"Untung aja ini ponsel nggak kebawa nyebur! Kalau sampai kebawa nyebur pasti rusak!" Gerutu Sasya.
Deyan mengulaskan semyumnya sembari menggelengkan kepalanya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda lumayan lama akibat drama saling cebur menyeburkan tadi.
.
.
.
Ngakak nggak sihhh?? Author jelas ngakak banget😆Kalau kalian juga sama,Author seneng banget karena telah berhasil membuat kalian tertawa😆
Karena maksud dari pembuatan novel ini tak lain hanya untuk menghibur para Readers semua😊Sekaligus bikin kalian ketawa😆😕
Salam sayang;
Author Rifa💕
JANGAN LUPA SEMATKAN LIKE DAN VOTE😊TERIMAKASIH🌝
__ADS_1