Istri Jutekku

Istri Jutekku
Jangan Panggil Neng!


__ADS_3

Setibanya di rumah,mertua Sasya menyambutnya dengan menyerbunya banyak pertanyaan.


"Kalian teh dari mana aja? Kok jam segini baru pulang? Sok atuh jawab jangan diem wae! Ambu khawatir pisan! Ini udah mau maghrib!" Tanya Siti panjang lebar.


"Kitateh abis beli sim card! Tadi sim card di ponselnya Neng Sasya teu aya sinyalan wae jadina digentos!" Jelas Deyan.


[ Kita itu abis beli sim card! Tadi sim card di ponselnya Neng Sasya nggak ada sinyalnya terus jadinya diganti! ]


"Oh kitu...Tapi ayeunamah atos saekan?" Tanya Siti lagi dan dijawab anggukan oleh Deyan,"Sae atuh upami kitumah! Sok enggal geura aribak heula sakedap deui adzan maghrib!" Titahnya.


[ Oh gitu...Tapi sekarang udah baguskan? ] [Bagus deh kalau gitu! Ayo cepetan mandi sebentar lagi adzan maghrib ]


"Hayu neng!" Deyan mengajak Sasya lalu Sasya mengikutinya dari belakang.


*


Malam harinya,tepatnya setelah shalat isya mereka melangsungkan makan malam.


"Neng mau lauk yang mana?" Tanya Siti.


"Itu apa Ambu?" Sasya menunjuk seperti olahan sayur yang warnanya hijau.


"Oh...Initeh oseng daun singkong!" Jelas Siti, "Enak loh Neng! Neng mau coba?" Lanjutnya menawarkan.


"Eh...Nggak Ambu." Dengan cepat Sasya menolaknya.


Emang gue kambing dikasih daun singkong?! Gerutu Sasya dalam hati.


"Terus Neng mau yang mana atuh?" Tanya Siti lagi.


"Itu aja deh!" Sasya menunjuknya.


"Tempe orek, sok mangga!" Siti menuangkan ke piring Sasya,"Terus mana lagi? Ikan mau?" Lanjutnya.


"Ikan apa Ambu?" Sasya memastikan terlebih dahulu.


"Ikan asin." Jawabnya santai.


Sasya menutupi mulutnya dengan tangan seolah sedang menahan muntah.


"Udah deh Ambu Sasya makannya pake lauk tempe orek aja." Seru Sasya.


"Yakin?" Tanyanya dan langsung dijawab anggukan oleh Sasya.


Sasya beranjak dari meja makan terlebih dahulu.

__ADS_1


"Aku duluan." Seru Sasya.


"Eh,nggak mau nambah lagi Neng?" Siti meyakinkannya.


"Nggak Ambu,Sasya udah kenyang! Permisi!" Sasya berlalu dari meja makan.


"Yan? Sok atuh cepet makannya susul Neng Sasya ke kamar!" Titah Danu.


"Iya Bah." Jawab Deyan mengakhiri makannya.


Deyan beranjak dari meja makan dan hendak memasuki kamar namun langkahnya terhenti saat mendengar Sasya sedang berbicara sendiri.


"Mi,Pi,belum sehari Sasya tinggal disini! Tapi Sasya ngerasa gak betah banget! Sasya pengen ikut Mami sama Papi!" Lirih Sasya sembari memandangi foto orang tuanya yang ada di ponselnya.


Astagfirullah...Batin Deyan.


Deyan segera masuk ke kamar menghampiri Sasya.


"Neng kenapa?" Tanya Deyan cemas.


"Neng-nang-neng-nong! Namaku Sasya bukan Neng!" Tukas Sasya kesal.


"Kenapa Neng marah?" Deyan setengah kecewa.


"Kamu tahu nggak arti kata Neng itu apa?" Deyan mencoba tetap santai.


Sasya diam karena sama sekali tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan Deyan.


"Nggakan?" Tanyanya dengan nada mengejek,"Neng itu kalau dalam bahasa Indonesia sama dengan Nona." Lanjutnya menjelaskan.


Jadi Neng itu Nona! Batin Sasya baru tahu.


"Jadi Neng nggak perlu marah atuh! Udah jadi tradisi orang sunda kalau sama perempuan yang masih seumuran kamu biasa di panggil Neng! Terus untuk yang umur 30 sampai 40 dipanggil Teteh dan dari 40 ke atas dipanggilnya Euceu." Deyan masih menjelaskan.


"Oh..." Sasya mengangguk faham.


"Baru tahu ya?" Ejek Deyan.


"Hm..."


"Mulai sekarang jangan marah lagi kalau dipanggil Neng!" Tegas Deyan.


Sasya tersenyum tipis lalu menjawabnya,"Okelah."


"Sekarang hayu tidur!" Ajaknya.

__ADS_1


"Jangan terlalu berharap ya!" Tegas Sasya memberanikan diri.


"Akang tahu ini malam pertama kita,tapi Neng tenang aja Akang gak akan nuntut kok! Neng persiapin diri dulu aja!" Deyan mengedipkan matanya.


Sasya langsung merinding,"Ngapain?" Sasya berubah ketakutan.


"Tidur atuh ngapain lagi?" Tukasnya.


"Jangan disini! Kasurnya sempit!" Larang Sasya



"Berbagi aja atuh Neng." Bantah Deyan.


"Ish pokoknya nggak boleh!" Tegas Sasya.


"Harus boleh!" Tegas Deyan.


Karena waktu sudah malam akhirnya Sasya memilih untuk mengalah saja.


Mereka akhirnya tidur bersampingan,"Jaga jarak! Jangan sampe kamu sentuh aku!" Tegas Sasya berhubung tak ada guling.


Deyan tak mengubrisnya dan terlelap terlebih dahulu.


*


Tengah malam tepatnya pukul 11.45 Sasya terbangun,"Ish! Panas banget sih! Kok dia bisa ya tidur senyenyak itu?" Tukas Sasya memperhatikan lekat wajah suaminya.


Weuuukkk....Weukkkk....


"Suara apaan tuh? Kok kaya suara burung hantu!" Sasya merinding lalu memilih memejamkan mata sambil memeluk Deyan.


Semoga aja dia nggak sadar! Abisnya itu burung hantu bikin takut aja! Batin Sasya.


Tak lama kemudian Sasya terlelap kembali dalam pelukan suaminya.


.


.


.


Semunguuut yaa Kang Deyan😍 Hihiii😆😆


TINGGALKAN LIKE DAN VOTE KALIAN😊TERIMAKASIH YANG BAIK😊

__ADS_1


__ADS_2