
Setelah beberapa saat di perjalanan,Deyan akhirnya memberhentikan motornya di sebuah warung makan khas sunda.
* Warung Pecel Kang Uyeee *
Sasya membaca bender yang terpasang di depan warung tersebut,"Hahaa nama warungnya keren juga!" Sasya terkekeh setelah membacanya.
"Ayo Neng kita masuk!" Ajak Deyan.
"Iya." Sasya mengikuti Deyan.
"Neng mau pesen apa?" Tanya Deyan,"Disini dijual aneka pecel Neng, ada pecel ayam,pecel lele dan pecel bebek! Neng mau apa?" Lanjutnya menjelaskan dan bertanya kembali.
"Pecel ayam aja deh,aku nggak suka lele apalagi bebek!" Sasya bergidik memperlihatkan wajah tidak sukanya.
"Yaudah sebentar nya!" Balas Deyan,"Kang Uye?" Lanjutnya memanggil pemilik warung.
"Ehh Kang Deyan! Mau pesen apa Kang?" Sahutnya diiringi sapaan.
"Pecel ayam 1,pecel lelenya1 ya Kang." Jawab Deyan.
"Siap Kang!" Ucapnya,"Oh iya,ngomong-ngomong Kang Deyan nemu bidadari nyasar darimana initeh?" Lanjutnya memperhatikan Sasya.
"Hah?" Sasya mengernyit heran.
"Initeh istri saya Kang!" Jawab Deyan.
"Yang bener?" Tanyanya tak percaya.
"Iya Kang,ngapain saya bohong!" Tukas Deyan.
__ADS_1
"Eh tapi saya percayalah! Kang Deyan teh paling ganteng di kampung ini jadi serasilah sama Neng yang cantiknya kaya bidadari begini!" Pujinya.
"Hehe...Akang bisa saja!" Tukas Deyan.
"Kalau ngobrol mulu,pesanan saya kapan jadinya?!" Sindir Sasya.
"Eh iya! Maaf ya Neng! Kalau gitu saya buatkan dulu pesanannya!" Akhirnya ia berlalu.
"Dasar lelet!" Umpat Sasya.
"Eshh nggak boleh ngomong gitu atuh Neng!" Deyan menasehatinya namun Sasya tak mengubrisnya.
Beberapa menit kemudian,"Sok mangga! Selamat menikmati...." Ucapnya.
"Iya nuhun Kang!" Sahut Deyan dan hanya dijawab sebuah anggukan.
Deyan dan Sasya mulai menikmati makanan yang mereka pesan.
"Makanan di warung ini mahal-mahal nggak Kang?" Tanya Sasya tiba-tiba.
"Perporsinya beda-beda Neng." Jawabnya.
"Terus tadi Akang bayar berapa?" Tanya Sasya lagi.
"50.000 untuk dua porsi,porsi ayam 30.000 dan porsi lele 20.000 Neng." Jelasnya.
"Oh murah juga ternyata!" Tukas Sasya.
Deyan tersenyum tipis mendengarnya sebab baginya jumlah segitu terhitung mahal.
__ADS_1
"Akang jadi guru less dibayar?" Sasya masih belum selesai bertanya.
"Iya." Jawabnya.
"Perorang ditarif berapa? Terus sistem pembayarannya gimana? Perbulan atau perminggu?" Sasya menyeloteh.
"Nggak ditarif Neng! Seikhlasnya aja! Tapi kayanya Ibu-ibu diskusi deh jadi bayarnya sok samaan." Jelas Deyan.
"Ohh..." Sasya mengangguk faham.
"Untuk sistem pembayarannya 2 minggu sekali." Jelas Deyan lagi.
"Berapa?" Tanya Sasya penasaran.
"Berubah-ubah Neng,soalnya anak didik Akang alhamdulillah nambah terus! Untuk yang tahap sekarang udah 500.000 dalam setengah bulan." Jawabnya lagi.
"Akang nggak pernah kefikiran gitu buat nyari kerjaan yang gajinya lebih gede?" Sasya semakin penasaran.
"Biarpun kecil asalkan halal Neng! Percuma banyak uang hasil dari kerja haram semisal korupsi! Ih Akang nggak sanggup nanggung dosanya!" Tegas Deyan yakin,"Syukuri aja yang ada! Besar kecil itu biasa,yang penting keberkahan dalam mengelolanya!" Lanjutnya.
"Hmm iya juga sih." Sasya ikut sejutu.
Satu sisi dia ini kampungan! Di sisi lain dia juga mengagumkan! Nggak mungkin kan gue mulai suka sama dia? Fikir Sasya.
Setelah merasa cukup lama nongkrong di warung Kang Uyee ini,akhirnya Deyan memutuskan untuk mengajak Sasya pulang dan Sasya pun menyetujuinya.
.
.
__ADS_1
.
Semoga kalian selalu suka yaa dan tidak pernah bosan dalam setiap episodnya😊Tekan like dan Vote juga😉Hatur nuhun😍