Istri Jutekku

Istri Jutekku
Dunia terbalik


__ADS_3

Deyan dengan mendadak memberhentikan mobil yang ia setiri.


"Kenapa berhenti?" Tukas Sasya.


"Ini sebenernya mau kemana Neng? Masa kita muter-muter terus? Lieur Akang jadinya!" Gerutu Deyan.


"Okelah kita nyari makan aja!" Sasya akhirnya memberi keputusan.


"Makan dimana? Makan mie ayam aja atuh nya?" Deyan menyarankannya.


"Ih nggak deh males banget! Ke restoran depan aja,kita makan steak atau spagheti." Sasya menolaknya.


"Iya atuh." Deyan terpaksa mengiyakannya.


Kini mereka telah sampai di restoran itu bahkan mereka tengah menunggu pesanan mereka datang.


"Selamat menikmati." Ucap seorang waiters dengan menata makanan yang ia bawa ke meja yang Sasya dan Deyan tempati.


"Terimakasih Mbak." Ucap Deyan dan dibalas anggukan oleh waiters itu.


Saat mereka hendak menikmati makanan itu,tiba-tiba datanglah 2 orang yang tak asing di mata mereka.


"Hei! Berduaan aja!" Tegurnya,"Ikut gabung ya!" Lanjutnya sembari keduanya duduk di meja yang sama dengan meja Deyan dan Sasya.


Kenapa Sasya selalu kelihatan cantik sih? Batin Bara menggerutu.


"Riri! Ngapain lo disini?" Tukas Sasya.



"Mau makanlah masa mau nonton orang makan!" Tukas Riri.


"Terus ngapain lo bawa-bawa dia?" Sasya menatap tajam ke arah Bara.

__ADS_1


"Ya jelas gue bawa,ini kan malam minggu masa iya cuma kalian doang yang boleh berduaan! Gue juga bisa kali!" Tukas Riri.


"Ini maksudnya apa ya? Serius gue nggak ngerti!" Sasya bingung sendiri.


"Oke gue kenalin ya,jadi Bara ini cowok gue!" Tegas Riri.


"Cowok,maksudnya pacar?" Sasya memastikannya.


"Iya." Jawabnya.


"Lo yang bener aja Ri! Lo tahu kan Bara itu gimana?" Sasya memperingatinya.


"Kalau aku nggak bisa dapetin kamu,biarin aku dapetin sahabat kamu Sya! Dan tolong jangan nilai aku sebelah mata!" Timpal Bara menekankan.


Kok perasaan gue nggak enak ya? Kenapa gue bisa yakin kalau Bara cuma manfaatin Riri aja? Kelihatan kalau dia cuma jadiin Riri pelampiasan! Batin Sasya bertanya-tanya.


"Neng? Kok malah bengong! Sok atuh dimakan makanannya!" Deyan menyadarkan lamunan Sasya.


Deyan memakan spagheti menggunakan sumpit dengan lihai seperti sudah biasa.


"Waah...Ternyata Kang Deyan pinter ya gunain sumpitnya!" Puji Riri.


"Hmm...Inimah gampang atuh!" Sahutnya dengan santai.


Sedangkan Sasya seperti kesulitan memotong steak yang ada di hadapannya.


"Itu steak dari tadi masih utuh aja!" Riri mengejeknya,"Eh iya lupa! Dari dulu kan Sasya paling nggak bisa motong steak! Katanya susah!" Lanjutnya sembari terkekeh.


"Sahabat macam apa sih lo? Aib sahabat sendiri kok diumbar!" Sasya mengomelinya.


"Lihat tuh Kang Deyan! Santai banget makannya! Kaya bukan dari kampung!" Riri membisiki Sasya.


"Heh!" Sasya mendengus kesal.

__ADS_1


"Kok kesannya jadi kaya dunia terbalik gini ya? Kang Deyan jadi kaya orang Australia kalau Sasya jadi kaya orang rawa bebek." Riri tertawa.


"Dasar orang gila!" Umpat Sasya.


"Jangan pada berisik atuh! Malu sama yang lain! Sini biar Akang yang suapin!" Seru Deyan.


"Wiiih keren banget Kang Deyan! Bisa menyesuaikan keadaan! Di kampung harus gimana terus di kota harus gimana!" Puji Riri,"Contoh tuh suami lo Sya!" Lanjutnya.


Deyan secara bergantian menyuapi dirinya serta menyuapi istrinya.


"Bener-bener dunia terbalik! Seorang Sasya Oktavia Antoni anak milyader nggak bisa motong steak,sedangkan Kang Deyan asal kampung tapi bisa segalanya!" Riri terus mengejeknya.


"Bisa diem nggak sih lo?!" Ketus Sasya.


"Hahaa putri keong marah..." Ucap Riri sejeplaknya


Dalam raga lain,


Panaaassss!!! Hati gue panas lihat mereka bermesraan gitu! Batin Bara bergejolak.


"Kang kayanya kita harus pulang! Ini orang udah nggak beres!" Sasya menunjuk Riri.


"Yaudah sono!" Riri mengusirnya.


Sasya menggandeng tangan Deyan lalu segera berlalu setelah membayar makanan mereka pada seorang waiters.


.


.


.


Slow Up ya✌Repot😧Author masih sekolah🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2