Istri Jutekku

Istri Jutekku
Tisoledat


__ADS_3

Hari semakin panas,Sasya juga semakin bosan tambah lagi perutnya sudah keroncongan dari tadi.


"Masih lama nggak sih?" Gerutunya.


"Sedikit lagi Neng! Sabar atuh!" Tukas Deyan.


Setelah beberapa saat kemudian,Deyan mendekati Sasya sepertinya pekerjaannya sudah selesai.


"Udah?" Tanya Sasya memastikan.


"Hayu pulang!" Ajaknya.


"Akang bawa semuanya!" Tukas Sasya sembari jalan terlebih dahulu.


Deyan mengikuti Sasya dari belakang,"Neng jangan buru-buru kitu atuh! Tunggu Akang!" Teriak Deyan sembari mempercepat langkahnya.


"Loh Neng geulis kenapa? Kok bajunya kotor gitu?" Tanya seorang pria pada Sasya.


Pria itu hampir saja menyentuh bahu Sasya dan dengan sigap Deyan menumpasnya.


"Maaf Kang,ini istri saya!" Tegas Deyan.


"Oh istri kamu! Heh!" Lelaki ini mendengus kesal.


"Permisi!" Deyan menarik lengan Sasya.


"Kan Akang udah bilang! Tunggu Akang! Kalau Neng nurut pasti gak akan begini jadinya!" Deyan mengomeli Sasya.


"Maafin aku Kang." Ucap Sasya menyesal.


"Maaf dari Neng nggak berguna sekarang!" Tukas Deyan.


"Akang jangan marah dong!" Bujuk Sasya.


"Huuuftt.." Deyan membuang nafasnya dengan kasar,"Akang bukannya marah! Akang cuma pengen Neng aman!" Ucap Deyan lembut.


"Berarti Akang udah maafin aku?" Tanya Sasya antusias.


"Iya,sekarang Neng nggak boleh jauh lagi dari Akang! Bahaya! Meskipun ini kampung,tapi tetep aja orang jahatmah pasti ada!" Tegas Deyan.


"Oke Kang!" Sasya mengacungkan jempolnya.


Mereka melanjutkan perjalanan kembali,"Eh Deyan? Abis dari sawah ya?" Sapa seseorang.


"Iya Pak." Jawab Deyan ramah.

__ADS_1


"Ini istri kamu kenapa kok bajunya kotor-kotor begini?" Tanyanya.


"Taditeh Neng tisoledat Pak,jadina teh kecebur ke sawah." Deyan terkekeh mengingat hal tadi.


Ishhh dasar nyebelin! Batin Sasya.


"Euleuhh...Kasihan pisan." Ucapnya.


"Hehe...Kalau begitu kami duluan ya Pak,kasihan Neng badannya udah lengket karena lumpur." Pamit Deyan.


"Oh iya mangga...." Jawabnya.


Deyan dan Sasya melanjutkan perjalanannya kembali.


*


Setibanya di rumah,


"Ya Allah Neng! Neng kenapa? Neng jatuh ya?" Tanya Siti.


"Enggak Ambu,Neng Sasya tadi tisoledat jadi kecebur ke sawah." Timpal Deyan.


"Euleuh....Euleuh....Besok-besok mah nggak usah ikut ke sawah lagi ya Neng! Besok Neng ikut Ambu aja ke pasar." Ucap Siti.


"Yasudah sok atuh mandi dulu!" Suruh Siti.


"Iya Ambu."Sasya berlalu.


*


Malam harinya,selepas shalat maghrib Sasya baru saja keluar dari kamarnya.


"Akang kemana Ambu?" Tanyanya mencari sosok suaminya.


"Tadi shalat sama Abah tapi sampe sekarang belum pulang,malah Abah udah pergi lagi ke rumah Pak Kades." Jawab Siti.


"Oh...."


Selang beberapa saat,"Assalamu'alaikum..." Ucapnya.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab Siti dan Sasya bersamaan.


"Akang darimana aja?" Tanya Sasya.


"Tadi Akang mampir beli ayam geprek dulu! Ini dia!" Jawabnya sembari menunjukkan kantong kresek,"Ayo makan! Neng dari pagi belum makan." Lanjutnya mengajak.

__ADS_1


Sasya tersenyum kemudian mengikuti suaminya ke meja makan,"Apa? Serius Neng belum makan dari pagi? Perasaan Ambu udah masak tadi." Tutur Siti.


"Iya Ambu." Deyan yang menjawabnya.


"Yaudah sok atuh makan nanti kalau nggak makan Neng sakit." Suruh Siti.


Sasya segera memakan makanan yang suaminya belikan,"Akang nggak makan ayam gepreknya?" Tanya Sasya.


"Nggak,buat Neng aja! Akang cuma beli satu!" Tolak Deyan.


"Kalau Akang mau,kita berbagi aja!" Sasya menawarinya.


"Nggak usah Neng! Buat Neng aja! Neng pasti laper pisan kan dari pagi belum makan! Sok atuh diabisin biar kenyang." Deyan tetap menolaknya.


Dengan senang hati Sasya menghabiskannya.


Kasihan kamu Neng! Sudah terbiasa hidup enak sekarang malah harus susah karena nikah sama Akang! Maafin Akang ya! Batin Deyan sedih.


Seusai makan,"Kang? Mau nanya dong!" Seru Sasya tiba-tiba.


"Nanya apa Neng?" Jawab Deyan.


"Tisoledat itu apaan sih?" Tanya Sasya dengan ekspresi kebingungan.


"Oh itu! Tisoledat itu artinya kepeleset." Jawab Deyan sembari tersenyum.


"Oh kepeleset!" Sasya tersenyum lebar.


"Emangnya kenapa Neng nanya begitu?" Deyan menjadi penasaran.


"Nggak apa-apa,cuma tadi pas orang-orang nanya aku kenapa,Akang jawabnya tisoledat terus." Tutur Sasya.


"Oh gitu..." Deyan mengangguk-angguk.


Mereka melanjutkan obrolan sambil menunggu datangnya waktu shalat isya.Hingga tak terasa adzan isya pun berkumandang lalu Deyan memutuskan untuk pergi lagi ke mesjid shalat berjama'ah.


.


.


.


Telat Up😥Sorry✌


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE😊TERIMAKASIH❤

__ADS_1


__ADS_2