
Kini Deyan dan Sasya tengah duduk di salah satu meja restoran,mereka juga telah memesan minuman serta makanan penutup karena untuk makanan utama Sasya membuatnya sendiri dari rumah.
"Neng,kenapa kita harus kesini? Neng kan udah bawa makan siangnya?" Tanya Deyan.
"Aku diajak makan siang sama sahabat aku disini! Biar sekalian!" Jawabnya tanpa ekspresi,"Udah deh nggak usah banyak tanya!" Lanjutnya sinis.
"Ya Allah Neng...Sama suami kok jutek gitu!" Tukas Deyan kesal sendiri.
"Abis Akang nyebelin sih!" Ketus Sasya.
"Nyebelin gimana atuh? Apa ini masih karena masalah yang tadi?" Deyan menebaknya.
"Udah tahu masih nanya!" Gerutunya.
"Akang minta maaf! Mereka tiba-tiba nyerbu Akang! Neng tahu sendiri kan Akang nggak mulai duluan! Lagian Akang juga nggak respon mereka kok!" Tegas Deyan.
"Nggak respon? Terus sunyam-senyum sama mereka itu bukan ngerespon?" Tukas Sasya tak mau kalah.
"Atuh senyum mah wajar kan simbolnya ramah! Masa setiap Akang ketemu orang Akang harus balem terus kaya robot!" Tukas Deyan namun Sasya tak mengubrisnya lagi,"Ini sahabat Neng masih lama nggak? Takutnya Akang telat masuk,nggak enak sama staf lain." Lanjutnya.
"Gak tahu!" Jawabnya datar.
"Heh!" Deyan mendengus kesal.
"Sasy......" Ucap Riri terhenti,"Hai! Kamu siapa? Boleh kenalan nggak? Kamu ganteng banget sih?" Lanjutnya beralih pada Deyan.
"Woyy! Please deh jangan bikin gue tambah kesel! Lo jangan ikut-ikutan kecentilan! INI SUAMI GUE!!!" Sasya menekankan perkataannya.
"Hah? Yang bener lo?" Riri memperlihatkan ekspresi kagetnya.
"Emangnya kenapa?" Tanya Sasya dengan sinis.
__ADS_1
"Kok ganteng banget sih? Bukannya suami lo keseharian di kampungnya cuma jadi petani ya?" Tukas Riri heran.
"Lo duduk dulu kek! Nyerocos sambil berdiri terus kaya lagi ngelabrak pelakor aja!" Tukas Sasya dan akhirnya Riri pun duduk di kursi dekat Sasya.
"Lo belum jawab pertanyaan gue!" Riri memperingatinya.
"Suami gue emang dari dasarnya udah ganteng apalagi sekarang dipermak pantes aja jadi makin ganteng!" Tegas Sasya.
"Kaya pakaian aja dipermak!" Sindir Riri sembari tertawa kecil.
"Heh! Dasar lo!" Ketus Sasya.
"Tapi waktu kita video call waktu itu kok mukanya nggak mirip sama yang sekarang ada di hadapan gue ya?" Riri berbisik.
"Ya jelas! Orang dia lagi ngebelakangin kamera! Dia waktu itu lagi nyangkul! Bodoh banget sih lo!" Tukas Sasya.
"Jhahaaa....Gue baru inget kalau waktu itu dia nggak hadap kamera!" Riri terus tertawa.
Deyan hanya fokus makan tanpa menimpali obrolan antara tikus dan kucing ini.
"Abis lo kecentilan sih! Kan gue jadi kesel lihatnya!" Ketus Sasya.
"Ya maaf kan gue nggak tahu kalau dia suami lo!" Seru Riri dengan memelas.
"Hmm..." Jawabnya singkat.
"Eh iya,namanya siapa?" Riri mencoba mengobrol dengan suami sahabatnya yang dari hanya menyimak saja.
"Ngomong dong Kang! Kaya orang gagu aja diem terus!" Tukas Sasya pada suaminya.
"Deyan Prayoga." Sahutnya.
"Oh keren juga namanya!" Seru Riri memuji.
__ADS_1
"Udah deh nggak usah berlebihan!" Tukas Sasys tak suka.
"Ehem...Akang langsung ke kantor lagi ya Neng,masih banyak kerjaan! Neng hati-hati!" Deyan beranjak dari kursi yang ia duduki.
"Iya." Sasya menyalimi tangan suaminya,"Awas jangan lupa pesen aku! Jaga jarak!" Lanjutnya memperingati.
"Iya. Assalamu'alaikum." Deyan segera berlalu dari hadapan istrinya.
"Lo kok sama suami galak bener? Kalau dia berpaling sama yang lebih kalem gimana?" Riri menasehatinya.
"Awas aja kalau sampai dia berpaling,gue gantung dia di monas!" Jawab Sasya dengan ekspresi gregetnya.
"Hahaa bisa ae lo!" Riri tertawa sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Udah buruan pesen! Nanti lo keburu masuk kantor lagi!" Sasya mengalihkan pembicaraan.
"Okelah!" Riri memanggil salah satu waiters lalu mulai memesan makanan,"Btw udah lama banget kita nggak kaya gini! Ini yang selalu gue rinduin dari lo!" Riri memeluk Sasya.
"Lebay!" Tukas Sasya.
"Besok kan hari minggu,gimana kalau kita jalan-jalan?" Riri meminta persetujuannya,"Ajak suami lo juga!" Lanjutnya.
"Heh cukup cewek-cewek di kantor Papi ya yang kegatelan! Lo sebagai sahabat gue jangan ikut kegatelan juga! Gue pusing mikirinnya!" Tegas Sasya.
"Hadeuuhh posesif banget deh jadi istri! Ngapain juga gue kegatelan sama suami sahabat gue sendiri? Kaya nggak ada cowok lain yang masih single aja!" Bantah Riri.
"Syukurlah kalau lo nyadar!" Sasya tersenyum.
Kini mereka mulai menikmati makanan yang telah dipesan sebagaimana janji Riri,dia lah yang akan membayar semuanya kali ini.
.
.
__ADS_1
.
Slow Up😥Like dan Votenya jangan pada lupa ya😂Makasihh☺