Istri Jutekku

Istri Jutekku
Untuk Kebaikan Bersama


__ADS_3

Sasya menghampiri Maminya lalu memeluknya dengan erat.


"Hey! Kamu kenapa sayang?" Tanya Maria cemas.


Sasya melepaskan pelukannya,"Mi,masa Papi mau nikahin Sasya sama cowok kampungan!" Protesnya.


"Maksud kamu apa sayang?" Maria mengernyit heran.


"Pokoknya Sasya gak mau! Mami bilangin deh sama Papi! Tolong bujuk Papi untuk batalin!" Rengek Sasya.


"Ehm...Sayang,maafin Mami ya! Mami nggak bisa bantu kamu!" Tutur Maria,"Tapi saran Mami,lebih baik kamu nurut deh sama Papi.Karena semua yang Papi lakuin itu semata-mata demi kebaikan kamu." Lanjutnya menasehati.


"Tapi Mi...." Sasya memelas.


"Udah nggak apa-apa! Mami yakin kamu pasti bisa! Lagi pula sekarang kamu bukan anak kecil lagi,kamu udah dewasa! Jadi sepantasnya di usia kamu yang sekarang kamu telah menikah." Tukas Maria.


Sasya diam,"Kita nyewa rumah ini cuma beberapa hari aja! Soalnya uang Papi nggak mencukupi." Lanjut Maria lirih.


"Terus kalau Sasya nikah,Mami sama Papi ikut tinggal di rumah mertua Sasya gitu?" Tanya Sasya memastikan.


"Nggak juga! Justru itu,Papi sengaja cepet-cepet nikahin kamu supaya kamu ada yang jaga." Tuturnya.


"Mami dan Papi kan masih bisa jagain Sasya." Bantahnya.


"Nggak sayang! Selama 3 bulan nanti Mami dan Papi akan pergi ke Singapur untuk merintis ulang satu-satunya perusahaan kita yang masih tersisa." Jelasnya.

__ADS_1


"Kalau gitu Sasya ikut aja ke Singapur!" Ucapnya antusias.


"Uang kita nggak mencukupi untuk keberangkatan kita bertiga! Belum lagi biaya untuk menampung hidup,disana serba mahal sayang." Bantah Maria.


"Terus Sasya mau kalian tinggal disini sendirian gitu?" Desis Sasya.


"Kamu nggak sendiri! Nanti kan kamu ada suami dan juga mertua yang sayang sama kamu! Mami bisa jamin itu!" Maria meyakinkannya.


"Sasya nggak mungkin betah tinggal sama orang yang gak Sasya kenal!" Tukasnya.


"Kamu harus yakin! Perbanyak do'a juga!" Ucap Maria,"Kamu do'ain Papi sama Mami supaya bisa meraih kejayaan lagi! Kalau Papi udah dapetin itu semua,kami akan jemput kamu lagi kesini!" Lanjutnya terus menasehati.


Hingga akhirnya Sasya luluh lalu memeluk Mamanya lagi dengan erat,"Oke Mi,Sasya juga akan berjuang membantu Mami sama Papi lewat perjuangan hidup Sasya disini." Ucapnya yakin.


"Alhamdulillah terimakasih sayang...Semua ini Papi lakukan tidak lain hanya untuk kebaikan kita bersama." Tutur Maria dan dijawab anggukan oleh Sasya.


"Yan,Abah punya foto gadis yang akan menikah dengan kamu! Kamu mau lihat?" Tutur Danu tiba-tiba.


"Nggak usah Bah,Deyan yakin orangnya pasti jauh lebih segalanya dari yang Deyan bayangkan." Jawabnya.


"Apa Abah terlalu memaksa? Maaf jika iya,ini semua Abah lakukan untuk kebaikan kita bersama." Tanya Danu cemas.


"Nggak kok Bah,Deyan ngelakuin ini semua demi persahabatan Abah dan Pak Anton." Bantahnya,"InsyaaAllah Deyan akan berusaha semaksimal mungkin untuk merubahnya." Lanjutnya sangat yakin.


"Anaknya Pak Anton itu katanya manja dan juga jutek.Jadi kamu harus bisa merubahnya serta meluluhkan hati juteknya itu.Selain itu,kamu juga harus bisa didik dia menjadi wanita yang sederhana! Ini adalah amanah yang besar,Pak Anton telah mempercayakan putri semata wayangnya ke kamu! Tapi Abah yakin,mengapa dia bisa mempercayakan ini ke kamu?! Sebab,kamu pasti bisa menjaga putrinya dengan baik serta bisa merubahnya lebih baik lagi." Jelas Danu.

__ADS_1


"Iya Abah,Deyan akan menjaganya dengan baik bagaimanapun perangai dia." Tutur Deyan.


"Abah percaya sama kamu!" Seru Danu terlihat yakin.


"Iya Bah."


"Selain untuk menjaga silaturrahami persahabatan Abah,Abah juga tidak ingin timbul fitnah.Karena Pak Anton ingin menitipkan putrinya pada Abah,jika dia tinggal bersama kita tanpa adanya ikatan yang sah,maka warga akan gehger.Maka dari itu kalian dinikahkan untuk status yang halal serta sah di mata hukum dan agama.Dengan itu tidak akan terjadi fitnah." Jelas Danu menceritakan segalanya.


"Menitipkan?" Deyan masih belum mengerti.


"Pak Anton dan istrinya akan pergi ke Singapur selama 3 bulan,jadi jika dia ditinggal sendiri di rumahnya itu akan sangat berbahaya terlebih perangainya yang kadang suka tidak ingat waktu." Ucap Danu cemas.


"Ohh gitu ya Bah! Yaudahlah,Deyan nurut aja sama Abah! Deyan yakin,apapun yang Abah putuskan untuk Deyan pasti itu yang terbaik.Jadi Deyan akan tetap setuju dengan segala keputusan Abah." Tutur Deyan.


"Abah bangga sama kamu." Puji Danu.


Seusai perbincangan yang lumayan panjang,Deyan akhirnya memutuskan untuk pergi ke kamarnya.


.


.


.


Uuwuu😍😍Jadi pengen cepet nikahin mereka😆 Hehee....😊😊

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,TIP,RATE 5 DAN VOTE😍


TERIMAKASIH😙 SEE YOU NEXT 👇👇❤


__ADS_2