
Seminggu berlalu setelah kejadian Sasya menguak fakta tentang Bara.
Bara selalu berusaha mendekati Sasya dengan berbagai cara namun secara langsung Sasya tak memperdukulikannya.Seperti halnya pada 2 hari yang lalu.
-Flashback On
Sasya dan Riri sedang berada di mall,seperti biasa mereka sedang bershopping.Dan secara tidak disengaja Sasya berpapasan dengan Bara.
"Sya?" Panggilnya sembari tersenyum.
Sasya memasang wajah sinisnya,ia hendak berlalu namun Bara menghalanginya,"Maafin aku Sya! Iya,aku ngaku kalau aku dulu emang playboy.Tapi sekarang aku udah insyaf! Kamu harus percaya itu!" Bara menekankan perkataannya.
"Emang gue fikirin!" Tukas Sasya tak peduli.
"Aku janji mau berubah demi kamu! Aku sayang sama kamu Sya!" Ucapnya terus meyakinkan.
"Lupain aja semua perasaan lo ke gue! Karena sampai kapanpun gue gak akan pernah bisa bales perasaan lo! Lo lupain gue! Anggap kita gak pernah ketemu dan juga pernah kenal!" Sasya memperingatkannya,"Dan,terimakasih karena udah pernah tolong gue!" Lanjutnya kemudian berlalu.
"Harus dengan cara apa lagi gue yakinin lo Sya?" Gumam Bara.
Hanya Bara yang mengetahui betapa sakit hatinya kini.
-Flashback Off
Malam ini Sasya baru saja pulang dengan meringkik banyak sekali belanjaan.
"Sasya!!" Bentak Anton.
__ADS_1
"Apa sih Pi?" Sasya sangat malas menghadapinya.
"Bisa nggak sih sehari aja kamu tidak memboros-boroskan uang?!" Tegas Anton,"Lihat ini! Tagihan kredit card kamu bulan ini!" Lanjutnya menunjukkan selembar kertas pada Sasya.
"30 juta?" Pekik Sasya dengan membulatkan kedua bola matanya,"Banyak amat!" Lanjutnya bergumam.
"Kalau kamu tahu itu banyak kenapa kamu begitu mudahnya menghabiskan uang sebanyak itu? Belum lagi ATM dan uang cash! Jika dihitung keseluruhan bisa mencapai 50 juta perbulan!" Tegas Anton.
"Ehm...Tenang aja kali Pi! Harta Papi kan banyak,gak mungkin abis sampe 7 turunan! Uang segitumah kecil!" Tukas Sasya so santai.
"Kalau begini caranya,lama-lama Papi bisa bangkrut!" Ucap Anton frustasi.
"Dijamin nggak akan!" Sasya membantahnya.
"Papi suruh kamu cari kerja tapi sampe sekarang masih nganggur juga! Papi suruh kamu bantu di perusahaan Papi,kamu so-soan gak mau! Sekarang lihat! Ujungnya kamu tetap luntang-lantung nggak jelas! Umur udah 23 tahun tapi kelakuan masih kaya anak SD! Mau sampai kapan kamu kaya gini?" Anton menyindirnya.
"Sabar Pi! Jangan marah-marah terus nanti darah tinggi Papi kambuh!" Timpal Maria menenangkan suaminya.
Sasya tak menanggapinya,ia langsung berlalu ke kamarnya.
"Pi? Apa nggak sebaiknya kita sita aja ATM dan kredit cardnya?" Maria menyarankannya.
"Kalau kita gunain cara itu pasti nggak akan berhasil Mi." Anton tak menyetujuinya.
"Terus apa yang mau Papi lakuin?" Maria mengernyitkan keningnya.
Anton tak menjawabnya,ia langsung saja berkutat dengan ponselnya menghubungi beberapa orang penting.
__ADS_1
Seusai menelpon kurang lebih 15 menit berganti orang yang berbeda,"Apa yang Papi rencanakan?" Tanya Maria penasaran.
"Papi sedang menyusun rencana terbaik untuk merubah Sasya." Jawabnya pasti.
"Menyusun rencana apa?" Maria semakin penasaran dibuatnya.
"Mami cukup mengikuti alurnya! Mami harus bisa Papi ajak kompromi! Pokoknya Mami harus bisa berakting mengikuti arahan dari Papi!" Jelas Anton sembari berbisik.
Maria hanya bisa mengiyakan serta menyetujui perintah suaminya hanya demi perubahan putri semata wayangnya.
Mereka berharap rencana yang mereka susun akan berbuah kebaikan untuk putri mereka nantinya
.
.
.
Kira-kira apa yang akan terjadi setelah ini??
Yang bisa nebak cung ☝ Hehee 😆
Ingin tahu? IKUTI TERUS KELANJUTANNYA! JANGAN SAMPAI KETINGGALAN YAA😀
LIKE,COMENT,TIP,FAVORIT,RATE 5,VOTE😍TERIMAKASIH😉
SEE YOU NEXT 🙋👇👇
__ADS_1