
Mereka berdua masih duduk manis di tepi sawah.
"Neng hayu pulang!" Ajak Deyan.
"Sebentar lagi! Aku masih pengen disini." Tolak Sasya.
"Hmm yaudah atuh...." Balas Deyan.
Hening....
"Neng? Menurut Neng kalau Akang kerja kantoran kumaha?" Tanyanya.
"Ya baguslah! Eh tapi terserah Akang lah,kalau Akang minat aku dukung tapi kalau Akang nggak minat aku nggak bisa maksa." Jawab Sasya.
"Akang rasa udah saatnya Akang merubah pola fikir Akang! Akang kan lulusan Sarjana Ekonomi kalau nggak dimanfaatkan dengan baik sayang." Tutur Deyan.
"Alhamdulillah...Akhirnya suamiku ini dapat hidayah." Ucap Sasya.
"Maksud Neng apa?" Deyan mengernyit heran.
"Hehee nggak ada maksud apa-apa kok! Tapi asal Akang tahu deh,udah lama banget aku mikirin hal itu! Aku mikir buat apa berpendidikan tinggi tapi kalau nggak ngemanfaatin peluang kerja yang baik juga! Selama ini kan Akang lebih milih di sawah." Jelas Sasya.
"Neng bener! Kenapa Akang nggak pernah mikirin hal itu ya?!" Tukasnya.
"Udahlah Kang,yang penting sekarang Akang udah ada niat dan semangat yang tinggi buat ngerubah nasib." Sasya menyemangatinya.
"Hmm iya Neng bismillah Akang mau bahagiain Neng..." Tuturnya dengan yakin.
"Makasih Akang." Sasya tersenyum.
"Mulai besok Akang akan coba cari kerja di kantoran." Tutur Deyan.
__ADS_1
"Gimana kalau Akang kerja di kantor Papi aja?" Sasya menyarankannya.
"Nggak deh Neng,Akang malu sama Papi mertua." Tolak Deyan,"Akang mau coba nyari di kantor orang lain aja!" Lanjutnya.
"Nggak perlu malu! Papi pasti dengan senang hati mau terima Akang di kantornya!" Tukas Sasya.
"Akang nggak mau dibilang ngemanfaatin mertua." Bantah Deyan.
"Tadi katanya mau ngerubah pola fikir?!" Sasya menyindirnya,"Yaudah nggak usah mikir pendek lagi dong! Hari ini kan Papi sama Mami mau kesini,jadi nanti biar aku aja deh yang ngomong kalau Akang nggak berani!" Lanjutnya menegaskan.
"Yaudahlah terserah Neng aja." Deyan terlihat pasrah.
"Sekarang ayo pulang! Aku mau siapin jamuan buat orang tua aku yang lagi di perjalanan!" Ajak Sasya sembari beranjak dari tempat duduknya.
Mereka pun segera pulang untuk menyambut orang tua mereka.
*
Saat telah selesai menghidangkan makanan yang mereka masak tiba-tiba terdengar suara yang mengetuk pintu serta mengucap salam dan Sasya pun segera membuka pintu tersebut.
"Assalamu'alaikum..." Ucap Maria.
"Wa'alaikumsalam..." Jawab Sasya langsung refleks memeluk Maminya.
"Kamu baik-baik aja kan sayang?" Tanya Maria sangat khawatir.
"Aku baik kok Mi! Eh iya ayo masuk!" Sasya mempersilahkan kedua orang tuanya.
Setelah mereka duduk di ruang tamu,"Papi minta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu Deyan! Karena Papi masalah ini jadi ada." Tutur Anton sangat menyesal.
"Iya Pi,udah nggak usah dibahas lagi! Deyan sama Ambu serta Abah udah maafin Papi." Jawab Deyan.
__ADS_1
Sasya menyuguhi orang tuanya dengan beberapa cemilan yang ia buat tadi serta membuat 4 gelas teh.
"Ini semua buatan aku Mi,Pi! Ayo dicoba!" Seru Sasya.
"Kamu bisa masak?" Tanya Maria.
"Iya,kalau Mami nggak percaya,Mami bisa tanya Akang,Ambu sama Abah!" Sasya meyakinkannya.
"Hmm Mami percaya deh!" Balas Maria sembari tersenyum,"Oh iya Mbak Siti sama Mas Danu dimana?" Lanjutnya mencari keberadaan besannya.
"Ambu sama Abah masih di pasar,mungkin sebentar lagi juga pulang." Deyan yang menjawabnya.
"Oh..." Maria mengangguk faham.
Mereka terus melanjutkan obrolan sembari menikmati aneka cemilan yang ada di hadapan mereka.
.
.
.
Baru Up lagi😥Mohon maaf karya yang ini nggak keurus😧
Eh iya btw ada yang bilang Visualnya Kang Deyan yang ada di episod pertama nggak cocok😕
Terus kalau Author ganti sama yang ini cocok gitu??😆Pasti pada nggak mau kan??😂
Jadi tolong hargai usahaku mengenai Visual Kang Deyan yang ada di episod 1 karena menurut aku itu udah emang paling cocok🙏Kan kalau lihat Visual yang bening biasanya pembaca jadi suka😂Masalah tampilannya tokoh itu gimana"nya tinggal dibayangin aja oleh pribadi masing" yaa🙏🙏
__ADS_1