
Kini sepasang suami istri itu telah berada di taman kota.
Mereka menyusuri area taman dengan langkah kaki yang sangat santai sembari saling bergandengan tangan
"Kang? Akang pernah nggak sih punya cita-cita yang sampai sekarang belum tercapai juga?" Sasya mulai membuka obrolan.
"Cita-cita Akang cuma satu! Neng mau tahu nggak?" Sahut Deyan.
"Apa Kang?" Tanyanya pensaran.
"Hidup bahagia bersamamu hingga ajal memisahkan kita berdua." Jawab Deyan malah menggombali istrinya.
"Hahaa Akang bisa aja!" Tukas Sasya,"Tapi pertanyaan aku tadi serius loh Kang! Akang jawabnya yang bener dong!" Lanjutnya menekankan.
"Itu juga beneran bukan settingan." Bantah Deyan.
"Itu sih malah gombalin aku! Ayo dong Kang yang bener jawabnya!" Protes Sasya.
"Hehee...Iya atuh iya." Deyan tertawa kecil,"Apa ya? Oh ya,dulu waktu Akang baru masuk SMA,Akang punya cita-cita mau jadi seorang pengusaha yang sukses supaya bisa bahagiain Ambu sama Abah! Maka dari itu setelah lulus Akang nekad buat ngambil beasiawa yang ada di Jerman itu karena itu cuma satu-satunya cara supaya Akang bisa lanjutin pendidikan tanpa harus ngorbanin harta Ambu dan Abah.Namun setelah Akang tinggal di Jerman,Akang ngerasa pengen berhenti kuliah karena keinget Abah sama Ambu terus! Dari sanalah setelah Akang lulus kuliah tepatnya menyandang gelar S.E. Akang langsung pulang dan stopin beasiswa Akang untuk dapat gelar S2." Deyan menceritakannya dengan sangat rinci.
"Kenapa waktu itu Akang nggak mikirin tentang cita-cita Akang? Kenapa Akang lebih milih pulang dibanding lanjutin S2? Padahal tinggal selangkah lagi loh Kang!" Tukas Sasya heran.
__ADS_1
"Karena setelah Akang jauh dari Ambu sama Abah, Akang sadar kalau cara ngebahagiain orang tua itu nggak cuma pake harta aja,masih banyak cara lain untuk bahagiain mereka termasuk dengan kita selalu ada di samping mereka untuk berbakti pada mereka." Jawab Deyan,"Dan saat Akang pulang,kedua orang tua Akang nggak pernah menyesali perbuatan Akang yang stop beasiswa dan lebih milih pulang karena dari awal mereka selalu mensupport apa yang Akang lakuin selama hal itu baik untuk Akang." Lanjutnya.
"Aku jadi inget sama Papi dan Mami! Selama ini aku selalu nyusahin mereka,selalu ngelawan mereka dan yang pastinya nggak pernah bikin mereka bahagia apalagi bangga." Sasya menjadi sedih.
"Tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf Neng! InsyaaAllah orang tua Neng pasti udah maafin Neng!" Deyan menenangkannya.
"Mudah-mudahan sih gitu!" Seru Sasya penuh harap.
"Begitulah Neng cerita singkatnya,berjauhan dari orang tua mengajarkan Akang untuk bisa lebih menghargai waktu yang selalu dilalui bersama.Karena uang itu bukan segalanya! Terkadang sumber kebahagiaan kita itu ada pada hal-hal yang sederhana." Tutur Deyan memberi kesimpulan.
"Iya Akang bener. Sejak aku kenal sama Akang,aku belajar banyak hal terutama tentang semua hal yang menyangkut kesederhanaan.Perlahan sikap buruk yang menempel dalam diri aku menghilang satu persatu." Tutur Sasya,"Akang tahu kan,dulu aku itu suka foya-foya,manja,sering ngelawan orang tua,jutekmah udah jelas nggak usah ditanya lagi!" Lanjut Sasya lirih.
"Alhamdulillah jika hadirnya Akang dalam hidup Neng membawa suatu perubahan yang baik." Tutur Deyan senang,"Neng nggak perlu ngungkit lagi yang udah lalu! Neng fokus aja memperbaiki diri Neng! Yang lalu takkan bisa diulang lagi namun berusahalah memperbaiki masa depan." Lanjutnya.
"Kalau misalkan Akang ngajak Neng balik lagi ke kampung dan menetap disana,apa Neng mau hidup susah seperti sebulan yang lalu?" Deyan mencoba menguji istrinya.
"Kemana pun Akang pergi aku akan selalu ikut! Bagi aku sekarang harta itu nggak terlalu penting! Asalkan aku selalu sama Akang.Biarpun nantinya aku harus jadi petani kaya Akang,terus kulit aku jadi item,aku nggak peduli! Yang penting aku selalu ada di deket Akang." Tegas Sasya.
"Alhamdulillah Neng,Akang seneng pisan dengernya! InsyaaAllah Akang akan tetep kerja di perusahaan dan jika sudah ada modalnya nanti,Akang akan mencoba untuk bangun perusahaan sendiri." Tegas Deyan,"Tapi kita tetep usahain untuk ke kampung sebulan sekali! Karena bagaimana pun di kampung tertulis kenangan pahit dan manisnya kita yang tak mungkin bisa terlupakan!" Lanjutnya.
"Iya Kang." Sasya tersenyum manis.
__ADS_1
"Alhamdulillah istri Akang yang paling jutek diantara orang sekampung ini sekarang udah bisa Akang luluhin." Ucap Deyan diiringi ejekan.
"Dan alhamdulillah suami aku yang pendek fikiran sekarang bisa merubah pola fikirnya menjadi seorang lelaki yang memiliki pemikiran jangka panjang untuk merajut masa depan yang lebih cerah." Sasya tak mau kalah.
Deyan menggendong Sasya dari depan lalu memutar badannya,"Neng Sasya Oktavia Antoni...Akang cinta pisan sama kamu...." Teriaknya.
"Kang Deyan Prayoga...Aku juga cinta banget sama Akang..." Balas Sasya sembari berteriak juga.
*
Pesan Author : Bahagia itu tidak bisa diukur oleh harta☺Harta itu hanya sebuah tipu daya dunia yang tak akan bertahan lama😊Jangan lupa untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan😊Mungkin saja yang Allah berikan saat ini untuk kita memanglah yang terbaik untuk kita kedepannya😊Cinta tak pernah memandang harta,tahta dan usia☺Terkadang cinta diuji dengan adanya kelemahan pasangan dan perbedaan segala aspek😊Namun jika kita sama-sama berjuang pastilah akan datang pelangi yang indah setelah badai yang datang menerpa☺ Hidup ini adalah pilihan😌Jika kita mampu bersyukur maka Allah akan menanbahkan nikmat untuk kita😊Dan jika kita kufur pada nikmat dari Allah niscaya Allah akan datangkan azab yang sangat pedih (Q.S.Ibrahim ayat 7).
Sekian untuk cerita Kang Deyan dan juga Neng Sasya😊Ini semua hanya karangan Author semata untuk melestarikan bahasa sunda yang tak ada niatan untuk menyinggung pihak manapun😊Novel ini Author buat hanya untuk hiburan semata☺Mohon maaf atas segala kekurangannya🙏Terimakasih banyak atas segala support readers semua☺Jazakallahum khairan katsiran untuk segala dukungan yang telah kalian berikan untuk Author😊
Mampir juga ke karya Author yang lain :
-Menaklukkan Hati Jodohku (END)
-Menikahi Mu Karena Ibadah Season 1 (END)
__ADS_1
-Menikahi Mu Karena Ibadah Season 2 (On Going)
Hatur nuhun😚Salam hangat dari Author Sunda💚