
Sepulang dari warung Kang Uyee,Deyan mengajak Sasya untuk pulang karena hari kini sedang terik-teriknya.
Sesampainya di rumah,
"Kalian teh darimana?" Tanya Siti.
"Kita habis mencari angin Ambu." Deyan menjawabnya dengan cepat.
Kenapa dia bohong? Fikir Sasya.
"Ari kamuteh kumaha? Angin ge meuni dicari-cari!" Tukas Siti.
"Ppfffttt...." Sasya menahan tawanya.
"Maksudnya teh bukan begitu atuh Ambu! Kitateh abis jalan-jalan!" Bantah Deyan diiringi penjelasan.
"Bukannya tadi kamu ke sawah?" Siti memastikannya.
"Iya tapi sebentar,cuma ngecek keadaan sawah aja!" Jelasnya.
"Oh yaudah sok atuh masuk! Kalian teh pasti cape pisan!" Titah Siti.
"Ambu mau kemana?" Sasya membuka suara.
"Ke kebun dulu ngecek sayuran!" Jawabnya.
"Abah kemana Ambu?" Kini Deyan yang bertanya.
"Abah teh lagi nganterin pesenan sayur!" Jawab Siti lagi,"Yaudah atuh nya,Ambu ke kebun dulu!" Lanjutnya sembari berlalu.
Deyan dan Sasya akhirnya masuk ke dalam rumah,"Kang?" Panggil Sasya.
"Iya kenapa?" Sahutnya.
"Kenapa tadi Akang bohong sama Ambu?" Tanya Sasya.
__ADS_1
"Bohong?" Deyan mengernyitkan keningnya.
"Soal tadi kita pergi kemana! Kok Akang malah jawab kita abis jalan-jalan?" Jelas Sasya.
"Oh itu! Akang nggak mau bikin Ambu khawatir aja!" Jawab Deyan.
"Nggak mau bikin Ambu khawatir atau nggak mau Ambu marahin aku?" Sasya menyelidikinya.
"Masalah rumah tangga kita biar kita aja yang tahu!" Tegasnya.
"Hmm..."
Hening....
"Kang?" Sasya memanggilnya lagi.
"Apa lagi Neng?" Sahutnya.
"Kenapa Akang nggak pernah marahin aku?" Tanya Sasya tiba-tiba.
"Ya jelas nggak!" Bantah Sasya,"Eh tapi Kang,aku serius! Jangan dibecandain!" Lanjutnya.
"Akang nggak pernah marahin Neng aja Neng udah nyoba kabur! Apalagi kalau Akang sering marahin Neng!" Ejeknya.
"Aduh Kang! Jawabnya yang bener dong! Kok berbelit-belit sih!" Sasya protes pada suaminya.
"Akang nggak bisa bentak-bentak perempuan! Akang nggak bisa lihat perempuan nangis apalagi perempuan itu orang yang Akang sayang!" Perkataan ini lolos dari mulut Deyan.
"Berarti aku salah satu orang yang Akang sayang dong?" Tukas Sasya antusias.
Aduuhh! Keceplosan! Batin Deyan.
"Emmm....." Deyan berfikir panjang untuk menjawabnya.
"Udahlah Kang nggak usah dijawab! Orang aku cuma bercanda!" Sasya tertawa kecil.
__ADS_1
"Aehh Neng mah dasar!" Tukas Deyan.
"Dasar apa?" Sasya meledeknya.
"Dasar komedian seneng banget bercandain orang!" Jawab Deyan.
"Emang tampang kaya gini cocok ya jadi komedian?" Tanyanya memastikan,"Kalau cocok,tahun depan siap ikutan stand up comedy!" Lanjutnya dengan percaya diri.
"Nggak cocok Neng! Raut muka Neng datar! Nggak cocok perempuan jutek kaya Neng jadi komedian!" Bantah Deyan diiringi ejekan.
"Tadi Akang bilang aku komedian kan?" Sasya tidak mau kalah.
"Terserahlah mau komedian kek,mau pesulap kek! Yang jelas baru kali ini Akang ngelihat Neng senyum semanis itu!" Tutur Deyan.
Sasya jadi salah tingkah setelah mendengar penuturan dari suaminya.
"A-akang apaan sih!" Tukasnya gelagapan sembari mencubit lengan Deyan.
"Waahh Neng udah mulai berani cubit-cubitan ya!" Deyan meledeknya.
"Ish apaan sih!" Bantahnya.
"Ayo lihat itu pipi Neng mendadak blush kaya gitu!" Desak Deyan.
"Dasar nggak jelas!" Sasya berlalu ke kamar karena detak jantungnya kini sedang tidak stabil.
Deyan menggelengkan kepalanya dengan pelan melihat reaksi istrinya yang mendadak jadi salah tingkah tadi.
.
.
.
Like dan Votenya jangan sampai lupa👌Terimakasih💕
__ADS_1