Istri Jutekku

Istri Jutekku
Dasar Bumbu Masakan!


__ADS_3

Keesokan harinya,


"Neng mau ikut Ambu ke pasar nggak?" Tanya Siti.


"Nggak deh Ambu,aku di rumah aja." Tolaknya.


"Yaudah atuh,Neng baik-baik ya di rumah! Ambu berangkat dulu nya!" Pamit Siti.


"Oke Ambu! Aku do'ain semoga dagangan Ambu laris manis hari ini." Ucap Sasya.


"Aamiin...." Jawabnya.


Danu dan Siti berlalu pergi dari rumah.


"Kang? Akang dimana?" Teriak Sasya mencari sosok suaminya.


"Akang di belakang Neng." Sahut Deyan.


"Lagi ngapain di belakang?" Tanya Sasya lagi.


"Lagi nyari bibit." Jawabnya.


Sasya tak lagi menjawabnya dan kini malah asyik menonton tv.


"Neng? Mau ikut Akang nggak?" Tanya Deyan.


"Kemana?" Sasya balik bertanya.


"Ke kebun nanam sayur! Hayu!" Ajaknya sembari berlalu.


Sasya mengikuti Deyan dari belakang,tak lupa ia mematikan tv terlebih dahulu sebelum mengikuti Deyan.




"Waah....Jadi ini kebunnya?" Tanya Sasya.


"Iya Neng." Jawab Deyan sembari mulai menanam bibit yang ia bawa.


"Itu bibit apa Kang?" Tanya Sasya.


"Ini bibit kacang panjang Neng." Jawabnya.


"Oh...Ini semua Akang yang tanam?" Sasya berjalan-jalan menyusuri kebun yang ukurannya lumayan besar.


"Iya." Jawabnya sembari tersenyum.

__ADS_1


"Jadi sayur yang Ambu dan Abah jual ke pasar itu dari sini?" Sasya menebaknya.


"Iya Neng,kami menjual hasil ngebun sendiri,bukan dari orang lain!" Deyan membenarkannya.


"Kok Akang nggak pernah cerita!" Tukas Sasya.


"Kan Neng nggak pernah nanya!" Deyan membalikannya.


"Hm....Oh iya,ada yang bisa aku bantu nggak nih?" Sasya menawarkan diri.


"Kalau Neng mau bantu,Neng bantu Akang ngasih pupuk ke sayuran terong ya?" Titahnya.


"Oke." Sasya mulai beraksi.



Tiba-tiba Deyan menghampirinya,"Jangan kasih terlalu banyak Neng,nanti terongnya mati!" Tegur Deyan,"Sini Akang ajarin!" Lanjutnya sembari menuntun tangan Sasya dan memperagakan bagaimana cara memberi pupuk yang benar.


Bukannya memperhatikan pelajaran memupuk yang benar,Sasya malah sibuk menatap wajah suaminya.


Ganteng sih tapi sayang KAMPUNGAN! Batin Sasya.


"Loh! Neng kok malah ngelihatin Akang!" Ejeknya.


"Ish kegeeran banget! Nggak kok! Tadi itu ada nyamuk di wajah Akang!" Sasya membuat alasan.


"Oke." Sasya mengacungkan jempolnya.


Seusai selesai memupuk tanaman terong,Sasya kembali mendekati suaminya.


"Udah beres Neng?" Tanyanya.


"Udah."


"Sekarang kita panen mentimun yuk!" Ajaknya dan dengan senang hati Sasya mengiyakannya.



Mereka asyik memanen mentimun dengan sesekali diselangi dengan candaan.


Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri mereka,"Akang? Ini siapa?" Tanyanya dengan nada marah.


"Neneng? Kamu udah pulang?" Deyan balik bertanya.


"Jawab dulu pernyataan Neneng Kang!" Tukasnya.


"Ini Neng Sasya,istri Akang." Jelas Deyan.

__ADS_1


"APA? Jadi bener Akang udah nikah?" Serunya gusar.


"Iya." Jawab Deyan santai.


"Hey! Bumbu masakan! Denger ya! Kamuteh dasar pelakor! Kamu nggak punya hati udah rebut Kang Deyan dari aku!" Celoteh Neneng sembari menarik rambut Sasya.


"Aww..." Pekik Sasya kesakitan.


"Ya Allah Neneng! Kamuteh apa-apaan sih? Kamu jangan begitu atuh sama Neng Sasya! Dia ini istri Akang!" Deyan memarahinya.


"Kok Akang malah belain si bumbu masakan ini?" Tukas Neneng.


"Bumbu masakan naon atuh kamuteh?!" Tegas Deyan.


"Iya,namanya Sasa kan? Sasa itu merk micin! Dan micin itu bumbu masakan! Jadi dia ini bumbu masakan!" Jelas Neneng menekankan ucapannya.


"Sembarangan ya lo! Nama gue S-A-S-Y-A bukan S-A-S-A!!" Sasya memperingatinya.


"Eh udah atuh! Kok initeh malah jadi pada berantem gini!" Deyan menghentikannya,"Neng sekarang kamu pulang!" Suruh Deyan.


"Hushh sana pulang!" Tukas Neneng.


"Yang pulang kamu Neneng! Bukan Neng Sasya! Neng Sasya kan rumahnya disini!" Tegas Deyan.


"Tapi--." Neneng mencoba membela diri.


"Saya bilang pulang!" Deyan mengusirnya.


"Ish! Dasar bumbu masakan! Awas ya kamu!" Neneng memelototi Sasya kemudian berlalu.


"Dasar orang gila!" Tukas Sasya.


"Rambut Neng masih sakit nggak?" Tanya Deyan.


"Lumayan! Udah ah mending aku pulang aja!" Ucap Sasya kesal.


Sasya berlalu meninggalkan Deyan yang masih mencemaskannya sekaligus masih merasa bersalah.


.


.


.


Salam ngakak;


@Author_RifaNw😆

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE❤TERIMAKASIH😉😉


__ADS_2